JAKARTA, JurnalPost.com – Keraguan sempat menyertai Amaia Ardhanareswari S. ketika harus menentukan bidang yang akan diikutinya dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. Siswi SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR Pondok Indah itu awalnya bimbang memilih antara Matematika dan Ekonomi. Namun, keputusan untuk mencoba bidang Ekonomi justru membawanya meraih medali perunggu di tingkat nasional.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting bagi Amaia setelah melalui proses seleksi dan persiapan selama berbulan-bulan. Di balik medali yang diraihnya, terdapat perjalanan panjang yang menuntut kedisiplinan, ketekunan, serta kemampuan membagi waktu antara kegiatan belajar di sekolah dan persiapan olimpiade.
Sejak awal, Amaia menyadari bahwa mengikuti kompetisi tingkat nasional bukan perkara mudah. Ia harus menghadapi materi yang lebih kompleks dibandingkan pelajaran sehari-hari, sekaligus bersaing dengan peserta lain yang memiliki kemampuan akademik tinggi.
Meski demikian, keraguan tersebut tidak membuatnya mengurungkan niat. Amaia memilih terus belajar dan berusaha mengembangkan kemampuannya di bidang Ekonomi.
Prinsip "Just Keep Trying" menjadi salah satu pegangan yang membantunya bertahan selama menjalani proses persiapan hingga kompetisi.
Perjalanan dari Seleksi Sekolah hingga Mewakili DKI Jakarta
Perjalanan Amaia menuju panggung OSN 2026 dimulai dari proses seleksi di tingkat sekolah. Setelah melewati sejumlah tahapan kompetisi berjenjang, ia akhirnya terpilih menjadi bagian dari kontingen DKI Jakarta untuk mengikuti babak nasional.
Kesempatan tersebut sekaligus membawa tanggung jawab baru. Amaia harus mempersiapkan diri menghadapi peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Selama masa persiapan, ia menjalani pembinaan intensif dan mengerjakan berbagai latihan soal Ekonomi dengan tingkat kesulitan yang semakin tinggi.
Di tengah kesibukan akademik, Amaia berusaha menjaga konsistensi belajar. Waktu yang dimilikinya harus dibagi antara menyelesaikan tugas sekolah, mengikuti pembelajaran, dan memperdalam materi olimpiade.
Dukungan dari pihak sekolah turut berperan dalam proses tersebut. Melalui pembinaan dan pendampingan yang diberikan, Amaia memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus mempersiapkan mental menghadapi kompetisi nasional.
Proses panjang ini menjadi pengalaman tersendiri bagi Amaia. Ia tidak hanya dituntut memahami konsep dan persoalan Ekonomi, tetapi juga belajar menghadapi tekanan, mengelola waktu, serta mempertahankan fokus ketika menemui kesulitan.
Berangkat ke Malang untuk Mengikuti Babak Nasional
Pada September 2026, Amaia berangkat ke Malang bersama kontingen DKI Jakarta untuk mengikuti babak final OSN.
Di sana, ia bertemu dengan para peserta dari berbagai provinsi yang sebelumnya juga telah melalui proses seleksi ketat.
Persaingan pada tingkat nasional menghadirkan tantangan yang berbeda. Setiap peserta datang dengan persiapan dan kemampuan terbaik, sehingga diperlukan ketelitian, pemahaman materi, dan ketenangan dalam menyelesaikan setiap soal.
Bagi Amaia, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk menguji hasil belajar yang telah dijalaninya selama berbulan-bulan.
Ia berusaha tetap tenang dan fokus selama mengikuti rangkaian kompetisi. Persiapan yang dilakukan sebelumnya menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan dalam perlombaan.
Hingga akhirnya, perjuangan tersebut membuahkan hasil ketika nama Amaia diumumkan sebagai salah satu peraih medali perunggu OSN 2026 bidang Ekonomi.
Tak Menyangka Namanya Dipanggil sebagai Peraih Medali
Momen pengumuman pemenang menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Amaia. Setelah melewati proses panjang sejak seleksi awal, ia akhirnya dapat berdiri di panggung penghargaan dan menerima medali perunggu.
"Kayak mimpi aku," tutur Amaia saat menggambarkan perasaannya setelah mengetahui hasil kompetisi tersebut.
Ungkapan singkat itu mencerminkan rasa tidak percaya sekaligus kebahagiaan yang dirasakannya. Apa yang semula dimulai dengan kebimbangan memilih bidang lomba justru berakhir dengan prestasi di tingkat nasional.
Pencapaian Amaia juga menjadi kebanggaan bagi SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR Pondok Indah, yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan olimpiade.
Lebih dari sekadar penghargaan, keberhasilan tersebut memperlihatkan pentingnya keberanian mengambil kesempatan meskipun pada awalnya belum sepenuhnya yakin terhadap kemampuan diri sendiri.
Pengalaman Amaia menunjukkan bahwa prestasi akademik tidak selalu berawal dari keyakinan yang besar. Terkadang, perjalanan menuju keberhasilan justru dimulai dari keputusan sederhana untuk mencoba, belajar secara konsisten, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Bagi pelajar lainnya, perjalanan Amaia dapat menjadi pengingat bahwa keraguan bukan alasan untuk berhenti mengembangkan potensi. Dengan kemauan belajar, dukungan lingkungan, dan usaha yang berkelanjutan, kesempatan untuk meraih prestasi tetap terbuka.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda