Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Featured
  3. Ketika Gunung Menjadi Ruang Tenang

Ketika Gunung Menjadi Ruang Tenang

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
26 Mei 2026, 11.32 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Ketika Gunung Menjadi Ruang Tenang
Dokumentasi: MPN (22/2/25)

Gunung Gunung mengajarkan sesuatu yang tidak bisa ditemukan di balik layar — bahwa kesunyian terasa lebih penuh dari keramaian mana pun. Di tengah malam seperti ini, suara nafas sendiri terdengar paling jujur. Dan entah kenapa, justru di kegelapan inilah segalanya terasa paling nyata. Dokumentasi: Mriska (22/2/25)

Oleh: Mriska Ersalia

IKLAN

JurnalPost.com - Di tengah hiruk pikuk rutinitas dan layar yang tak pernah padam, sebagian anak muda memilih berjalan menyusuri belantara menuju puncak untuk menenangkan diri. Menurut studi yang dilakukan oleh Rukmana (2024), aktivitas fisik seperti berjalan di ruang terbuka hijau telah terbukti   memberikan   manfaat   psikologis   yang signifikan, termasuk peningkatan kesejahteraan emosional dan penurunan gejala depresi. Langkah demi langkah, napas kian berat, mencium wangi kabut, memeluk sunyi yang begitu larut. Namun, di sinilah sebagian anak muda menemukan ketenangan yang sulit mereka jumpai di tengah notifikasi dan tenggat waktu. Bagi generasi Z yang tumbuh di antara layar dan tekanan sosial, gunung menjadi ruang untuk me time yang sesungguhnya.

km tilongkabila dan masyarakat pelabuhan
Baca Juga

KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga

Gunung Sebagai Ruang Refleksi

Mendaki menjadi sebuah proses dalam menyelami diri sendiri. Setiap langkah yang dipijak di jalur pendakian seakan menjadi medium refleksi, menjauhkan sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Mendaki gunung menawarkan pengalaman yang sulit didapat di tempat lain, ketiadaan sinyal, keharusan untuk hadir sepenuhnya, dan keindahan yang tidak bisa di-scroll. Setiap jalur pendakian adalah undangan untuk melambat, membuat sesuatu yang terasa mewah di era serba cepat ini. Gunung, dalam lanskap kehidupan modern, telah menjelma menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar hamparan alam yang menantang untuk ditaklukkan. Ia kini berdiri sebagai panggung pencapaian diri, simbol kebebasan yang tak terucap, dan cermin gaya hidup petualangan yang mengalir deras melalui arus media sosial.

Cerita Pendaki: Antara Ambisi, Healing, dan Fotografi

IKLAN

Saya mewawancarai tiga narasumber melalui sambungan telepon untuk menggali kisah mereka di balik langkah menuju puncak. Masing-masing membawa alasan yang berbeda. Mufid (21) yang terdorong oleh ambisi menaklukkan gunung, Kartika (21) yang ingin mencari ketenangan sebagai bentuk healing, dan MPN (21) yang menikmati setiap perjalanan lewat lensa, mengabadikan momen yang tak tergantikan. Meski dilakukan dari kejauhan, percakapan tersebut menghadirkan cerita yang hangat dan memperkaya sudut pandang dalam tulisan ini.

foto mang venus
Baca Juga

Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

Bagi Mufid (21), mendaki ialah sebuah perjalanan yang terencana dan bertujuan. Ia memiliki wishlist gunung mana saja yang ingin ia taklukkan, “ndaki karna diajak temen aja sih awale. Tapi makin kesini malah pengen nakhlukin seven summits Jateng”, katanya. Ia mulai mendaki dari yang paling ramah pendaki hingga yang menuntut fisik prima. Satu dari sevent summits yang meninggalkan kesan mendalam ialah Sindoro. Sindoro dengan 3.136 mdpl berdiri kokoh di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah. Kledung, sebuah jalur yang bebatuannya, katanya seolah membuat lutut dan dagu saling menyentuh. Dimulai dari basecamp di Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Temanggung (sekitar 1.600 mdpl), pendaki harus melewati empat pos resmi. Salah satu yang ikonik dari jalur ini ialah Watu Tatah, spot foto yang berlatar Gunung Sumbing.

Tentu, Sindoro via Kledung begitu dibicarakan oleh para pendaki karena medan berbatu curam di sepertiga akhir jalur menuju puncak. Batu-batu besar yang tersusun tidak beraturan memaksa pendaki untuk berjalan membungkuk tajam, mengandalkan tangan dan kaki secara bersamaan. Di sinilah kalimat Mufid tentang "lutut dan dagu yang saling menyentuh" menemukan maknanya yang paling nyata.

Berbeda dengan Mufid, menurut Kartika (21) puncak bukanlah tujuan. Baginya, gunung ialah tempat untuk sejenak melepaskan lelah di tengah rutinitas yang kian merebak, “naik gunung tu bisa dijadiin healing, terus juga sama pengen nikmati alam”.  Setiap pendakian menjadi ritual healing yang selalu ia nantikan. Healing dengan mendaki, membuatnya menemukan sebuah ketenangan yang dicarinya, membuat terhindar dari kebisingan yang tak pernah benar-benar berhenti.

Sementara MPN (21), membawa perspektif lain yang berbeda dari keduanya. Ia mendaki untuk memotret sebuah momen yang tak akan pernah tergantikan di atas awan. Baginya, gunung adalah galeri alam yang selalu berubah. Langit malam selalu dipenuhi Bintang tanpa polusi udara, kabut pagi menyelimuti jalan, dan teriknya matahari yang hangatnya terasa nyata. Setiap jepretan Adalah caranya bercerita, menyimpan kenangan yang belum tentu bisa terulang. Melalui lensa ponselnya, ia tidak hanya merekam pemandangan, tetapi juga perasaan, suasana, dan kehadiran yang utuh di setiap perjalanan.

Amaia
Baca Juga

Sempat Ragu Pilih Matematika atau Ekonomi, Amaia Berhasil Raih Medali Perunggu OSN 2026

Dokumentasi: MPN (22/2/25)

Pada akhirnya, gunung tidak pernah benar-benar pergi kemana-mana. Ia hanya menunggu, tegak dalam diamnya, bagi siapa saja yang membutuhkan tempat untuk kembali pada diri sendiri. Entah itu Mufid yang mendaki demi menaklukkan puncak, Kartika yang mendaki untuk menyembuhkan, atau MPN yang mendaki untuk mengabadikan, semuanya menemukan satu hal yang sama bahwa di tengah kesunyian ketinggian, suara diri sendiri terdengar paling jelas. Mungkin itulah yang sesungguhnya dicari oleh generasi yang tumbuh di antara layar dan kebisingan ini. Mendaki bukan sekadar puncak yang bisa dijadikan konten, tetapi sebuah ruang yang memberi izin untuk berhenti, bernapas, dan sejenak menjadi diri sendiri tanpa harus menjelaskan apa-apa kepada siapapun.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ketika-gunung-menjadi-ruang-tenang/93677/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 14.50 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ronald Dewa Rilis 'Salah Mencinta', Kisah Cinta Tulus yang Berakhir Luka

Masih 16 Tahun, Firsya Rahma Mardiana Bikin Bangga! Siswi SMAN 3 Ciamis Ini Borong 3 Medali Nasional

Jalan Terpanjang, Ingatan Terpendek? Wajah Baru Djamin Ginting di Layar Lebar

Bermodal Cermin hingga Terbang ke Thailand, Perjalanan Cikibul Bangun Karier sebagai Kreator Gaming TikTok

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  3. 3

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  4. 4

    Keamanan Pangan pada Jajanan Kaki Lima: Tantangan Higiene dan Sanitasi dalam Pengolahan Makanan

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.