Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Featured
  3. Olah Jiwa: Menemukan Tenang di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Olah Jiwa: Menemukan Tenang di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
23 Mei 2026, 01.57 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Ft Olah Jiwa
Memberikan jeda sejenak pada jiwa yang lesu. Sumber: Desvita (16/04/2026)

Olah Jiwa Meluangkan waktu di antara kesibukan yang melelahkan pikiran. Sumber: Alyka (8/4/2026)

Oleh: Dwi Nur Afiani

IKLAN

JurnalPost.com - Ketenangan seringkali dibutuhkan ketika jiwa membutuhkan rehat dari segala yang membuat penat. Ketenangan bisa dicari melalui hal-hal sederhana. Penatnya menjalani kehidupan, membutuhkan waktu tertentu sebagai penyembuhnya. Salah satunya ialah me time. Banyak hal yang bisa dilakukan ketika me time, salah satunya scroll media sosial. Berdasarkan data pada laman Badan Pusat Statistik (2024) menunjukkan bahwa pengguna media sosial rentang usia 5 tahun ke atas yang menggunakan telepon selular pada angka 99,08. Lalu, melalui laptop 10,12. Pengguna sosial media yang menggunakan komputer berjumlah 2,62 dan menggunakan alat lainnya berjumlah 0,27. Banyaknya pengguna media sosial membuat kita tersadar, bahwa media sosial menjadi salah satu alat untuk merefleksikan diri, media berekspresi, dan menenangkan diri.

km tilongkabila dan masyarakat pelabuhan
Baca Juga

KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga

Penuhnya pikiran seringkali menjadi penghambat seseorang dalam beraktivitas. Otak membutuhkan waktu sejenak untuk menyegarkan kembali. Waktu berjalan begitu cepat, ketika itu aku menghubungi temanku untuk menanyakan beberapa hal terkait me time. Arti me time bagi mereka membuka pikiranku bahwa setiap orang memiliki cara unik untuk menyegarkan pikirannya.

Menyegarkan Pikiran dengan Hiburan

Me time tiap orang memiliki makna yang berbeda. Alyka (17) mengartikan me time sebagai waktu untuk beristirahat. “Me time buat aku adalah waktu untuk beristirahat, untuk bersantai, free will buat melakukan apa saja,” ungkap Alyka. Menurut Alyka, me time yang bisa mengistirahatkan dirinya, yakni dengan bersantai sambil scroll sosial media. Alasannya karena asyik. Ia merasa terhibur dengan sajian konten yang ia lihat di sosial media. Meskipun ia harus memilah konten yang sesuai dengan minatnya.

Alyka bisa menghabiskan waktunya untuk merilekskan dirinya dari kesibukan sekolah dan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Di sela-sela waktu sibuknya tersebut, ia scroll sosial media sebagai bentuk penghargaan dirinya karena telah berusaha keras berkegiatan seharian. Seharian berkegiatan membuat Alyka merasa bosan. Ia menjalani kegiatannya begitu saja. “Monoton dan membosankan,” ungkap Alyka ketika ia lelah berkegiatan. Untuk mengurangi rasa bosan yang ada pada dirinya, ia memilih me time dengan cara scroll sosial media. Banyak konten menghibur yang ia lihat di berandanya. Konten edukatif dan siniar menjadi daya tarik tersendiri bagi remaja seperti Alyka. Biasanya ia melihat konten tersebut di platform Tiktok, Youtube, dan Instagram. Dengan gaya bahasa yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, konten seperti itu akan memperluas pengetahuan remaja dan mampu melatih kefokusan mereka.

foto mang venus
Baca Juga

Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

Selain menghibur, scroll sosial media membuat Alyka mendapatkan pengetahuan yang lebih luas. Konten-konten edukatif menjadi salah satu contoh konten yang dapat membuka wawasan pengetahuan Alyka. Me time juga menjadi media pelepas penat. Akan tetapi, Alyka merasa harus membatasi diri untuk mengurangi scroll sosial media. Ia merasa jika ia terlalu lama scroll, dapat mengakibatkan brainrot atau penurunan kemampuan kognitif, fokus, dan mental akibat mengonsumsi berlebihan terhadap konten daring berkualitas rendah. Dengan pembatasan tersebut, Alyka tidak hanya merasa terhibur tetapi ia juga mendapatkan pengetahuan yang lebih luas atau membuka wawasan pengetahuannya.

Penghargaan untuk Diri Sendiri dari Lelahnya Duniawi

Lain halnya dengan Alyka, Desvita (17) memandang me time sebagai waktu beristirahat atau waktu untuk berhenti berinteraksi dengan orang lain. Beberapa orang memiliki kecenderungan untuk membatasi diri dengan orang lain. Interaksi dengan orang lain yang lama dapat menghabiskan energi bagi sebagian orang. Terutama bagi seseorang yang bersifat introvert. Maka, untuk menyegarkan kembali energi mereka, mereka memilih untuk me time dengan caranya masing-masing.

IKLAN

Ft Olah Jiwa Memberikan jeda sejenak pada jiwa yang lesu. Sumber: Desvita (16/04/2026)

Amaia
Baca Juga

Sempat Ragu Pilih Matematika atau Ekonomi, Amaia Berhasil Raih Medali Perunggu OSN 2026

Desvita memilih me time dengan cara scroll sosial media. Alasan ia memilih me time dengan cara tersebut karena menghibur. “Simple dan menghibur sih,” ungkap Desvita. Cara tersebut ampuh bagi Desvita untuk menyegarkan kembali pikirannya yang penat. Setelah penat berkegiatan, ia akan meluangkan waktunya untuk dirinya sendiri. Ia memberikan hadiah pada dirinya dan mengistirahatkan pikirannya sebelum beraktivitas kembali.

Ketika ia scroll sosial media, ia merasa senang karena terhibur akan konten-konten yang tersaji di berandanya. Akan tetapi, ia juga merasa lelah karena terlalu lama scroll sosial media. Begitulah perasaan Desvita setelah melakukan me time.

Scroll sosial media yang terlalu lama juga membuat ia kecanduan. Itulah mengapa ia merasa lelah. Ketika ia merasa lelah, ia akan beristirahat dan tidak melakukan kegiatan apapun. Pengaruh scroll sosial media juga berdampak pada mood Desvita. Ia merasa dengan scroll sosial media, ia merasa lebih baik moodnya dan siap menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasanya.

Konten-konten yang dilihatnya berbagai macam. Konten edukatif salah satunya. Memang konten edukatif sangat disukai oleh remaja. Pembawaan yang interaktif yang diselimuti dengan gaya bahasa yang khas menjadi daya tarik untuk remaja. Maka dari itu, remaja seperti Desvita menyukai konten edukatif dan sejenisnya. Selain menghibur, konten edukatif juga menghibur jiwa-jiwa yang penat.

Hiburan Sebelum Berkegiatan

Jika Alyka dan Desvita mengartikan me time sebagai kegiatan mengistirahatkan diri, Rafa (22) mengartikan me time sebagai usaha untuk mencari hiburan sendiri. Ia memilih scroll sosial media sebagai bentuk hadiah pada dirinya sendiri karena mudah dilakukan dan sudah menjadi kebiasannya ketika ia lelah berkegiatan.  Me time biasanya Rafa lakukan ketika ia merasa bosan. Ketika ia bosan, ia bisa menghabiskan 3 sampai 5 jam untuk scroll sosial media. Menurutnya, itulah salah satu cara untuk menyegarkan pikiran.

Ia membatasi dirinya sendiri ketika scroll sosial media. Menurutnya, penggunaan sosial media yang berlebihan bisa menimbulkan perasaan yang tidak enak dan kurang nyaman. Pada tahun 2025, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa screen time di Indonesia sangat tinggi, lebih dari 7,5 jam. Bahkan anak-anak di bawah dua tahun pun menghadapi exposure screen time yang tinggi. Dengan demikian, menurut Rafa ia perlu scroll sosial media secukupnya sampai dirinya merasa siap beraktivitas kembali.

Konten yang sering ia lihat adalah konten edukatif dan tentunya yang bermanfaat untuk dirinya sendiri. “Mengacu pada tujuan me time, konten yang dilihat harus bermanfaat bagi diri sendiri,” ungkap Rafa. Scroll sosial media yang berlebihan, menurutnya akan menyebabkan brainrot atau penurunan daya konsentrasi diri dan tentunya hanya membuang waktu. Maka dari itu, me time akan berdampak baik jika dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan.

BIOGRAFI Dwi Nur Afiani merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta penyuka ketidakseimbangan diri, meratapi lalu memperbaiki, aktif di media sosial @dwinurafiyanii.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/olah-jiwa-menemukan-tenang-di-tengah-hiruk-pikuk-dunia/93513/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.18 WITA

  • #Artikel Featured
  • #Hiruk Pikuk Dunia

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ronald Dewa Rilis 'Salah Mencinta', Kisah Cinta Tulus yang Berakhir Luka

Masih 16 Tahun, Firsya Rahma Mardiana Bikin Bangga! Siswi SMAN 3 Ciamis Ini Borong 3 Medali Nasional

Jalan Terpanjang, Ingatan Terpendek? Wajah Baru Djamin Ginting di Layar Lebar

Bermodal Cermin hingga Terbang ke Thailand, Perjalanan Cikibul Bangun Karier sebagai Kreator Gaming TikTok

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Pilihan Editor

  1. 1 Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai
  2. 2

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  3. 3

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  4. 4

    Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

  5. 5

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.