Banda Aceh – Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) Banda Aceh bersama PKK Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, sukses melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada pemanfaatan tanaman kelor. Kegiatan yang berlangsung sejak 20 Agustus hingga 21 September 2025 ini menghasilkan berdirinya satu unit usaha mikro kecil menengah (UMKM) baru yang bergerak di bidang produksi serbuk daun kelor. Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2025.
Program yang dipimpin oleh dosen AKAFARMA, Nurmalia Zakaria, bekerja sama dengan Ketua PKK Gampong Lam Ara, Asrarika, bertujuan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga agar mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Daun kelor dipilih karena dikenal luas sebagai tanaman “superfood” yang kaya nutrisi, vitamin, dan senyawa aktif alami. Meski banyak tumbuh di pekarangan rumah warga Lam Ara, tanaman ini sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai pangan kesehatan.
Selama sebulan, sebanyak 20 anggota PKK terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan. Tahapan dimulai dengan penyuluhan mengenai manfaat dan khasiat daun kelor pada 20 Agustus 2025. Keesokan harinya, peserta mengikuti pelatihan teknis pembuatan serbuk kelor, mulai dari proses sortasi, pengeringan, penghalusan, hingga pengemasan. Tidak hanya berhenti di situ, pada 13 September 2025 dilakukan kampanye pemanfaatan kelor kepada masyarakat melalui kegiatan posyandu, menggunakan media promosi berupa banner dan brosur.
Serangkaian kegiatan tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan peserta. Berdasarkan evaluasi, lebih dari 50 persen anggota PKK kini mampu memproduksi serbuk kelor secara mandiri dengan standar sederhana namun higienis. Ini menjadi modal awal untuk pengembangan usaha bersama.
Puncak kegiatan berlangsung pada 19 September 2025, ketika dosen AKAFARMA dan PKK Lam Ara resmi mendirikan kelompok usaha dengan nama UMKM Herbal Berkah Sejahtera. UMKM ini beranggotakan tiga orang inti sebagai pelaksana produksi, namun ke depan diharapkan semakin banyak anggota PKK yang terlibat aktif. Kehadiran UMKM Herbal Berkah Sejahtera diyakini menjadi langkah awal dalam mewujudkan cita-cita menjadikan Gampong Lam Ara sebagai Desa UMKM Herbal.
“Terbentuknya UMKM serbuk kelor ini adalah bukti nyata kolaborasi kampus dan masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK, juga membuka peluang usaha baru yang bermanfaat bagi ekonomi keluarga,” ujar Nurmalia Zakaria selaku ketua pelaksana program.
Sementara itu, Ketua PKK Lam Ara, Asrarika, menyampaikan harapannya agar usaha ini terus berkembang. “Dengan adanya UMKM serbuk daun kelor, kami berharap Lam Ara bisa menjadi percontohan desa herbal di Banda Aceh. Ini peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Program ini tidak hanya fokus pada pelatihan, tetapi juga memberikan dukungan nyata dalam bentuk fasilitas. Tim pengabdian menyerahkan modul pelatihan, buku panduan tentang pangan daun kelor, serta seperangkat peralatan pengolahan. Dengan adanya bantuan ini, proses produksi serbuk kelor dapat dilakukan lebih higienis, konsisten, dan siap dipasarkan.
Dari sisi kebijakan nasional, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat perekonomian melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Selain mendukung Asta Cita yang mendorong kewirausahaan dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia, program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi” serta “Industri, Inovasi, dan Infrastruktur”.
Tidak hanya itu, dari aspek riset, kegiatan ini relevan dengan arah Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) di bidang pangan, kesehatan, dan pengembangan desa. Pemanfaatan kelor sebagai pangan fungsional kaya nutrisi dan antioksidan membuka peluang riset lebih lanjut untuk pengembangan produk herbal, nutraseutikal, hingga fitofarmaka.
Ke depan, program pendampingan lanjutan akan terus dilakukan untuk memperkuat kapasitas produksi, strategi pemasaran, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat Lam Ara. Dengan semangat kolaborasi antara akademisi, PKK, dan warga, diharapkan UMKM Herbal Berkah Sejahtera mampu tumbuh menjadi usaha berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda