BADUNG, JurnalPost.com – Menjelang berakhirnya masa pengabdian masyarakat selama satu bulan, mahasiswa KKN Berdampak Nusantara UPN “Veteran” Jawa Timur bersama KKN PPM XXXIII Universitas Udayana (Unud) menggelar pelepasan sekaligus pemaparan capaian program kerja di Desa Ungasan dan Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (14/8/2026).
Program pengabdian yang berlangsung sejak 18 Juli hingga 16 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang kolaborasi mahasiswa dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadirkan sejumlah program yang menyentuh sektor pemberdayaan UMKM, pendidikan lingkungan, teknologi tepat guna, pendampingan sosial, hingga keselamatan dan kesehatan kerja.
Pada penghujung kegiatan, mahasiswa memaparkan hasil pelaksanaan program di hadapan jajaran pemerintah desa, tokoh adat, pengelola BUMDesa, dan perwakilan masyarakat di masing-masing wilayah.
Lima Program Unggulan di Desa Ungasan
Di Desa Ungasan, tim mahasiswa menjalankan lima program utama yang diarahkan untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat, kepedulian lingkungan, serta pemberdayaan sosial.
Program pertama berupa edukasi keuangan bagi pelaku UMKM. Pendampingan dilakukan secara langsung dari satu usaha ke usaha lainnya dengan memperkenalkan metode Two-Pocket System untuk memisahkan keuangan usaha dan pribadi.
Mahasiswa juga membantu pelaku UMKM menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) secara lebih terukur serta memperkenalkan pembukuan harian sederhana dengan sistem empat kolom.
Program berikutnya menyasar rebranding visual dan kemasan UMKM. Mahasiswa membantu memperbarui identitas sejumlah usaha kuliner lokal melalui perancangan logo, supergraphic, label produk, hingga pembuatan contoh atau prototipe kemasan baru.
Di bidang pendidikan lingkungan, mahasiswa menghadirkan program Pilah Ceria Green Education bagi siswa-siswi SD Negeri 7 Ungasan. Edukasi dilakukan dengan pendekatan fun learning melalui permainan, kuis interaktif, serta simulasi pemilahan sampah ke dalam tiga kategori.
Mahasiswa juga mengembangkan Teknologi Tepat Guna (TTG) Bottle Press, yakni alat pemipih botol plastik dan kaleng dengan mekanisme tuas berbahan kayu solid.
Alat tersebut dilengkapi tempat sampah terpilah transparan dan telah ditempatkan serta mulai digunakan di Banjar Kelod, Desa Ungasan. Keberadaan alat itu diharapkan membantu masyarakat mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pemilahan sampah.
Selain program ekonomi dan lingkungan, mahasiswa melaksanakan KK Dampingan, yaitu kegiatan pendampingan sosial dan humanis kepada keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.
Program tersebut direalisasikan melalui 15 kali kunjungan kepada lima KK tunggal maupun lanjut usia di Desa Ungasan. Pendampingan mencakup pembersihan dan pembenahan rumah lansia, bimbingan belajar bagi anak-anak, serta dukungan psikososial bagi warga kurang mampu.
Pelepasan mahasiswa di Desa Ungasan ditandai dengan pelepasan atribut KKN berupa name tag secara simbolis oleh Sekretaris Desa Ungasan I Wayan Suwardana yang mewakili Perbekel Ungasan, bersama Penyarikan Desa Adat Ungasan I Wayan Suartha yang mewakili Kelian Desa Adat Ungasan.
I Wayan Suwardana mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang dinilai tidak sekadar melaksanakan kewajiban akademik, tetapi juga berusaha memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa memberikan dampak yang sangat nyata bagi warga kami. Tidak hanya sekadar menjalankan tugas kampus, tetapi betul-betul menghadirkan solusi, seperti pendampingan UMKM, edukasi anak-anak sekolah, hingga penempatan alat pemipih sampah di Banjar Kelod,” ujar I Wayan Suwardana.
Perkuat UMKM hingga Keselamatan Kerja di Desa Pecatu
Sementara itu, Kelompok 3 KKN Berdampak Nusantara yang bertugas di Desa Pecatu menjalankan empat program unggulan dengan fokus pada standardisasi usaha, pendidikan lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja.
Program edukasi dan pendampingan Standar Operasional Prosedur (SOP) UMKM diberikan kepada 10 usaha kuliner makanan dan minuman di Desa Pecatu.
Mahasiswa mendampingi pelaku usaha dalam menyusun SOP pembuatan produk, SOP kegiatan operasional harian, hingga SOP kebersihan outlet. Program tersebut diharapkan dapat membantu UMKM menjalankan usaha secara lebih konsisten, tertib, dan terstandar.
Pada sektor lingkungan, mahasiswa memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa sekolah dasar. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan berbagai jenis sampah, pengelompokan sampah, dampaknya terhadap lingkungan, serta pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah sejak usia dini.
Mahasiswa juga membuat dan memasang papan edukasi larangan membuang sampah sembarangan di Lapangan Beji Mandala Pecatu.
Pelaksanaan program dimulai dari koordinasi dengan pihak terkait, penyusunan pesan, pembuatan desain, persiapan bahan, proses produksi, hingga pemasangan papan pada lokasi yang telah ditentukan.
Papan tersebut diharapkan menjadi pengingat visual bagi masyarakat dan pengunjung agar ikut menjaga kebersihan lingkungan serta tidak membuang sampah sembarangan.
Program lainnya adalah Project Resolve (K3 TPST 3R Catu Kwero Sedana) yang berfokus pada aspek keselamatan kerja di TPST 3R Catu Kwero Sedana yang dikelola BUMDesa Pecatu.
Mahasiswa melakukan identifikasi terhadap risiko kesehatan dan keselamatan pekerja, khususnya yang berkaitan dengan paparan partikel dan mikroplastik selama proses pencacahan sampah.
Hasil identifikasi kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan rekomendasi standar Alat Pelindung Diri (APD) serta prosedur mitigasi risiko kerja untuk meningkatkan keamanan pekerja selama menjalankan aktivitas di fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Pemerintah Desa Apresiasi Kontribusi Mahasiswa
Pelepasan mahasiswa di Desa Pecatu turut mendapat apresiasi dari Perbekel Desa Pecatu, I Made Karyana Yadnya, S.E.
Ia menilai kehadiran mahasiswa telah memberikan kontribusi bagi masyarakat, terutama dalam penguatan UMKM, edukasi lingkungan, dan upaya meningkatkan keselamatan tenaga kerja.
Menurutnya, KKN juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membawa ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam persoalan nyata di tengah masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa KKN dari UPN Veteran Jatim dan Unud. Kehadiran mahasiswa sangat memberikan kontribusi. Apa yang diperoleh secara teori di bangku kuliah dapat diaplikasikan secara langsung bersama masyarakat. Kami berharap hubungan dan kolaborasi antara mahasiswa dengan masyarakat dapat terus terjalin serta kegiatan KKN tetap dilaksanakan untuk memberikan manfaat yang lebih luas,” kata I Made Karyana Yadnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa menyerahkan berbagai hasil program kepada pihak desa dan pengelola terkait. Hasil tersebut antara lain dokumen SOP untuk UMKM, media edukasi pemilahan sampah, fasilitas teknologi tepat guna di Banjar Kelod, Desa Ungasan, serta draf panduan K3 bagi TPST 3R Catu Kwero Sedana.
Berakhirnya rangkaian KKN gabungan UPN “Veteran” Jawa Timur dan Universitas Udayana di Kecamatan Kuta Selatan tidak hanya menandai selesainya kegiatan pengabdian mahasiswa, tetapi juga meninggalkan sejumlah program yang diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Ungasan dan Desa Pecatu.
Penulis: Tim KKN Berdampak Nusantara Bali
DPL: Agnes Tresia Silalahi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda