UNGASAN, BALI, JurnalPost.com — Kepedulian terhadap masyarakat menjadi salah satu fokus mahasiswa yang menjalankan program pengabdian di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Melalui kolaborasi Tim KKN Berdampak Nusantara UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) bersama mahasiswa KKN Universitas Udayana (Unud), program KK Dampingan dilaksanakan selama empat minggu dengan menyasar keluarga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
Program tersebut menjangkau lima kepala keluarga (KK) kurang mampu di wilayah Desa Ungasan. Jumlah keluarga dampingan disesuaikan dengan lima mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur yang menjalankan pengabdian di desa tersebut.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan berupa tenaga, tetapi juga membangun interaksi sosial secara langsung dengan keluarga penerima manfaat. Kegiatan dilakukan secara berkala selama masa pengabdian, mulai dari membantu membersihkan serta membenahi rumah warga lanjut usia, memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak, hingga menemani lansia dan orang tua tunggal dalam aktivitas sehari-hari.
Kolaborasi mahasiswa dari UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Udayana tersebut turut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Ungasan serta para kepala banjar di wilayah setempat. Koordinasi dilakukan agar kegiatan pendampingan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga.
Salah satu perwakilan mahasiswa KKN Desa Ungasan mengatakan, KK Dampingan dirancang tidak sebatas memberikan bantuan fisik. Mahasiswa juga berupaya membangun kedekatan emosional, terutama dengan lansia yang dalam kesehariannya memiliki keterbatasan interaksi sosial.
“Kami ingin hadir bukan sekadar sebagai tamu yang datang sebentar lalu pulang, melainkan sebagai bagian dari keluarga mereka. Setiap minggunya kami bagi jadwal bersama teman-teman dari Udayana untuk datang bergantian. Ada yang membantu menyapu dan membersihkan halaman, ada yang menemani Mbah mengobrol, dan ada yang membimbing anak-anak mengerjakan PR sekolah,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN di Desa Ungasan.
Pendekatan tersebut membuat hubungan antara mahasiswa dan keluarga dampingan berkembang lebih dekat. Selain membantu meringankan aktivitas sehari-hari, kehadiran mahasiswa turut menghadirkan suasana berbeda bagi warga, terutama lansia yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Salah seorang warga lansia penerima manfaat mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa yang rutin berkunjung ke rumahnya. Menurutnya, aktivitas pendampingan membuat suasana rumah menjadi lebih hidup.
“Rasanya senang sekali rumah jadi ramai. Biasanya rumah sepi kalau anak-anak sedang kerja. Cucu saya juga sekarang ada yang mengajarkan belajar, jadi semangat membuat tugas sekolah. Adik-adik mahasiswa ini rajin sekali, mau membantu menyapu halaman sampai bersih dan telaten mendengarkan cerita saya. Saya sudah menganggap mereka seperti cucu sendiri,” tuturnya.
Bagi keluarga yang memiliki anak usia sekolah, kegiatan KK Dampingan juga dimanfaatkan mahasiswa untuk memberikan bimbingan belajar. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak memahami pelajaran sekaligus meningkatkan motivasi mereka dalam menyelesaikan tugas sekolah.
Sementara bagi warga lansia, kegiatan lebih banyak diarahkan pada pendampingan aktivitas rumah serta interaksi sosial. Mahasiswa membantu pekerjaan ringan seperti membersihkan halaman dan lingkungan rumah, sekaligus menyediakan waktu untuk berbincang dan mendengarkan cerita warga.
Selama empat minggu pelaksanaan program, seluruh agenda pendampingan terhadap lima keluarga sasaran dapat direalisasikan sesuai rencana. Selain membantu menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih bersih dan nyaman, program tersebut juga dinilai memberikan dampak sosial berupa meningkatnya interaksi antara mahasiswa dan masyarakat serta semangat belajar anak-anak dari keluarga dampingan.
Program KK Dampingan kemudian ditutup melalui evaluasi bersama pihak desa. Mahasiswa juga menyerahkan kenang-kenangan dan bantuan secara simbolis kepada lima keluarga penerima manfaat sebagai bentuk tali asih sekaligus ungkapan terima kasih atas penerimaan warga selama kegiatan pengabdian berlangsung.
Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut, mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Udayana berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus berkembang.
Program tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa bahwa kegiatan pengabdian masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui program berskala besar. Kehadiran, perhatian, dan interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten juga dapat memberikan arti bagi masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan pendampingan.
Penulis: Tim KKN Berdampak Nusantara Bali
DPL: Agnes Tresia Silalahi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda