Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Design Thinking Bagi Start UP

Design Thinking Bagi Start UP

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
26 Desember 2022, 10.27 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Design Thinking Bagi Start UP

JurnalPost.com - Design Thinking adalah proses berulang yang bisa digunakan ketika ingin memahami pengguna, mempertanyakan asumsi, dan mendefinisikan kembali suatu masalah, Jadi ini penting banget bagi kalian yang tertarik di bidang Start Up. Bisa dibilang design thinking ini adalah proses yang bertujuan untuk menemukan solusi terbaik dan tepat sasaran supaya kebutuhan bisnis serta pelanggan terpenuhi. Untuk mendapatkan solusi terbaik tersebut, ada 5 tahapan penting dalam design thinking yaitu:

1. Empathize

IKLAN

Empathize adalah proses mendapatkan pemahaman empati tentang masalah yang coba diselesaikan. Empati ini memungkinkan perancang desain untuk mengesampingkan asumsi mereka tentang dunia, dan fokus pada wawasan tentang pengguna dan kebutuhan mereka. Saat melakukan empathize, kita bisa membuat Empathy Map seperti contoh diatas.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Membuat Empathy Map bisa dilakukan dengan cara mengetahui apa yang dikatakan users terkait produk kita, apa yang dipikirkan users terkait produk kita, apa yang dilakukan users terkait produk kita, dan apa yang dirasakan users terkit produk kita. Serta membuat apa saja pain dan gain dari produk kita. Semua proses mancari informasi ini bisa dilakukan dengan cara research langsung kepada users.

2. Define Semua informasi yang didapatkan selama empathize akan berguna pada tahap define. Di sini informasi tersebut akan dianalisis lebih jauh supaya inti dari masalah yang ada makin jelas. Pada tahap define terdapat 3 tahap yakni:a.

a. Problem Prioritization

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

Problem Prioritization bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan metode Eisenhower Matrix yaitu cara atau strategi yang akan diterapkan untuk memilih mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu antara hal yang penting dan hal yang mendesak.

b. Membuat User Persona

User persona adalah karakter yang dibuat berdasarkan riset untuk merepresentasikan user yang akan menggunakan servis atau produk kita. User persona dapat membantu kita untuk mengerti lebih dalam mengenai user. Mulai dari kebutuhan mereka, pengalaman, perilaku, hingga tujuan.

KKN 179 UMM
Baca Juga

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

c. Membuat Customer Journey Map

Customer Journey Map adalah perjalanan interaksi pengguna dengan perusahaan, produk, atau layanan yang kamu sediakan. Selain itu, Customer Journey Map (CJM) juga bisa didefinisikan sebagai representasi visual yang menggambarkan hubungan dan interaksi customer dengan organisasi/brand tertentu. Dengan ketiga metode tersebut maka kita dapat mengetahui apa yang kita butuhkan, apa yang akan kita lakukan, menentukan sudut pandang dan design awal sebagai ide kita, kita juga dapat memberikan tanggapan yang lebih baik, menangkap yang user pikirkan, tindakan yang dilakukan, dan emosinal user kita.

3. Ideate

IKLAN

Pada tahap ini kita perlu berdiskusi dalam mencari ide-ide untuk memecahkan masalah. Kolaborasi berbagai divisi juga bisa dilakukan supaya makin banyak ide segar bermunculan. Nantinya semua ide yang terkumpul perlu didiskusikan kembali untuk memilih ide yang dirasa paling dekat untuk menjawab masalah. Langkah — langkah yang dilakukan pada tahap ideate ini adalah:

a. Defined Problem Defined Problem dapat dilakukan dengan cara membuat Problem Statement, Point Of View (POV) dan How Might We.

b. Ideation Dalam ideation ini membagikan ide solusi berdasarkan masing — masing how might we yang telah dibuat.

c. Prioritization Solution Prioritization solution ini berguna memilih ide solusi yang paling tepat untuk menjawab masalah yang dirasakan users. Prioritization Solution ini bisa dilakukan dengan metode KANO model, ICE, atau RICE.

d. MVP Plan Membuat mvp plan penting dilakukan untuk semakin memahami MVP yang telah dibuat.   4. Prototype

Prototype adalah bagian penting dari desain pengalaman pengguna (UX) yang biasanya muncul setelah tahapan ideation. Prototype yaitu sebuah metode dalam pengembangan produk dengan cara membuat rancangan, sampel, atau model dengan tujuan pengujian konsep atau proses kerja dari produk. Prototype sendiri bukanlah produk final yang nantinya akan diedarkan. Prototype dibuat untuk kebutuhan awal development software untuk mengetahui apakah fitur dan fungsi dalam program berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan. Sehingga pengembang produk dapat mengetahui kekurangan dan kesalahan lebih awal sebelum mengimplementasikan fitur lain ke dalam produk dan merilis produk.

Prototype dibagi menjadi 2 jenis yaitu:

a. Low Fidelity Prototype Merupakan prototipe yang mempunyai tingkat presisi ataupun tingkat detail yang rendah. Ini merupakan cara cepat untuk membuat visualisasi dari konsep produk. Jenis prototipe ini hanya berfokus pada pengecekan fungsi dan juga interaksi antar screen. Ada 2 cara untuk membuat sebuah Low Fidelity Prototype, yaitu Paper Prototyping dan Clickable Wireframe.

b. High Fidelity Prototype Berfokus untuk menjelaskan interaksi antar screen, dengan mengedepankan tampilan visual dari Interface Design untuk setiap konten yang ada di dalam produk. Desain yang dibuat bisa di-tap atau clickable oleh user ketika melakukan evaluasi. Ada 2 cara untuk membuat sebuah High Fidelity Prototype, yaitu:

• Membuatnya dengan menggunakan software desain atau mockup apps. • Mengubah tampilan Mockup ke dalam struktur Code (Programming) sehingga bisa terbaca oleh browser ataupun aplikasi.

5. Test

Seorang designer secara ketat menguji seluruh produk menggunakan solusi terbaik yang diidentifikasi selama pembuatan prototype (test). Ini adalah tahap akhir dari design thinking. Namun dalam proses berulang, hasil yang dihasilkan dalam tahap pengujian sering digunakan untuk mendefinisikan kembali. Tahap test ini dapat dilakukan salah satunya dengan usability testing menggunakan Maze.   Penulis: Britannia Abigail Rosalind

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/design-thinking-bagi-start-up/41345/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 10.12 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

KKN-MAs Kelompok 88 Kembangkan Gunungsari Circular Farm di Kota Batu

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Pilihan Editor

  1. 1 Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat
  2. 2

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  3. 3

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  4. 4

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  5. 5

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.