JurnalPost.com - Kelompok Kerja Nyata (KKN) bertema pemanfaatan limbah minyak jelantah kantin disebuah perusahaan dilaksanakan pada 1 Desember 2022 diperusahaan yang berada di Kota Surabaya. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengingat isu limbah minyak jelantah tidak menjadi perhatian seperti limbah sampah plastik karena dianggap sepele oleh masyarakat.
Perkembangan sektor perusahaan di Indoenesia semakin pesat saat ini, turut memberikan faktor dampak yaitu positif maupun negatif. Dalam dampak positif dari perkembangan industri ini begitu terasa pada sektor lapangan pekerjaan, adapun dampak negatif yang dirasakan berasal dari limbah yang dibuang berupa limbah cair seperti halnya limbah minyak jelanta.Minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah digunakan berulang ulang kali sehingga karakteristik dan komposisi didalam minyak goreng sudah berubah. Minyak goreng mempunyai kandungan asam lemak yang sangat banyak. Maka dari itu setiap perusahaan pasti memfasilitasi kantin untuk tempat istirahat para staff dan karyawan kantor.
Maka dari itu perusahaan harus menyediakan tempat pembuangan limbah minya jelanta agar tidak dibuang ke saluran air yang dapat menimbulkan kerusakan pada ekosistem saluran air dan setiap perusahaan harus melakukan pengangkutan limbah minyak jelantah tersebut agar tidak membeku yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Limbah minyak jelanta dapat juga sebagai alternatif pembuatan biodiesel sebagai pengganti bahan bakar solar untuk genset yang berada diperusahaan.
Pihak penanggung jawab perusahaan diharapkan dapat memahami tentang limbah minyak jelanta, sehingga dapat meningkatkan dalam pengelolaan daur ulang yang di dapat dari limbah minyak jelanta. Selain itu dengan menerapkan pengangkutan limbah yang rutin maka akan tercipta lingkungan yang bersih terhindar dari penyakit dan penyumbatan pada saluran air.
Penulis: Dean Arya Mahendra
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda