JurnalPost.com - Perusahaan Boma Bisma Indra merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus bergerak dalam bidang industri berat. Biasanya perusahaan ini lebih dikenal dengan singkatan BBI.
Sebelum masuk ke pembahasan mengenai BBI, ada yang ga kalah penting nih untuk kita simak yaitu pengertian dan klasifikasi produksi sebuah perusahaan. Menurut Menurut Drs Mohammad Hatta berpendapat bahwa produksi adalah seluruh pekerjaan yang menimbulkan kegunaan, memperbesar guna yang ada dan membagikan guna tersebut kepada orang lain. Sedangkan menurut Vibcent Gaspersz (2004) produksi adalah suatu fungsi utama dalam berorganisasi yang didalamnya terdapat unsur aktivitas yang dapat meningkatkan nilai jual suatu produk sehingga secara umum produksi adalah peningkatkan hasil dari apa yang telah dicapai.
Nah, di PT Boma Bisma Indra sendiri ada 17 produk dihasilkan yang terdiri dari berbagai jenis peralatan industri dan permesinan dengan konsentrasi usaha pada industri konversi energi baik dalam industri minyak, gas bumi maupun kelistrikan. Waw ternyata banyak juga ya.
Semua produk yang hasilkan ini sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini dan masa depan sehingga akan menjadi sebuah keunggulan bagi pendapatan perusahaan secara berkelanjutan. Serta menjadi pusat keunggulan benchmark company dalam bidang teknologi dan manajemen bagi industri domestik dan regional sejenis, dan menguasai bangsa pasar domestik dan global, serta ajang dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi pasar bebas.
Apa saja produk yang dihasilkan Oleh BBI? Ayo mari kita bahas.
Produksi yang dihasilkan BBI diantaranya; Condenser (Ekspor Condenser ke Argentina), Diesel Engine, Column and Pressure Vessel (Proyek Jambaran Tiung Biru), Fixed Fabricated Tank (Proyek PLTMG Paket 4 Bima), EPS system, Produk PT Bosto, Kortz Nozzle (Untuk Perusahaan Kapal Laut), Shell dan Tube Heat Exchanger, Tankage, Steel Structures, Agro Industries, Mining, Power Plant, Material Handling, Industrial Plant, Industrial Boiler, Factory Facilitie.
Semua produk itu akan melewati tahap pemeriksaan produksi guna untuk meminimalisir biaya yang dikeluarkan dan memaksimalkan keuntungan, memenuhi kepuasan pelanggan, meminimalisir terjadinya perubahan nilai produksi dan risiko terjadinya perubahan tenaga kerja, serta memaksimalkan perlengkapan dan barang inventaris pabrik.
Sebuah perusahaan akan berhasil jika memperhatikan kualitas dan kuantitas produksinya. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan produksi sebelum produk benar-benar disalurkan kepada konsumen.
Penulis: Syifa Lailatul, 202010170311316, Mahasiswa Fakultas Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda