(Bersumber dari Naskah Cariyous Walangsungsang)
Penulis: Nadya Putri Rahmanto
JurnalPost.com - Tahukah kamu apa itu bendera? Apakah fungsi adanya bendera? Dan mengapa setiap peperangan selalu ada yang memegang bendera?. Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin pernah terbesit kepala. Tapi siapa yang tau bahwa bendera memiliki peran yang penting didalam sebuah peperangan. Setiap bendera tentu saja mempunyai makna. Sebelum lebih lanjut hendaknya kitau tahu apa itu bendera.
Menurut KBBI Bendera adalah sepotong kain atau kertas segi empat atau segitiga yang dipergunakan sebagai lambang negara, perkumpulan, badan, dan sebagainya atau sebagai tanda; panji-panji; tunggul. Bendera tidak hanya sepotong kain biasa. Bendera memiliki arti khusus bagi para pejuang. Contohnya saja sejak peperangan pada masa Rasullulah. Bendera sudah dipergunakan pada saat perang bahkan yang memegangnya saja dikhususkan.
Saat zaman Rasullulah bendera yang berfungsi sebagai panji perang disebut dengan rayah. Bendera atau panji perang ini berwarna hitam, berbentuk segi empat dan terbuat dari kain wol. Pada rayah ini tertuliskan tulisan La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah dengan berwarna putih. Panji perang atau rayah ini di pegang atau di pakai oleh pemimpin perang. Bendera ini merupakan simbol, bahwa siapapun yang memegang atau menggunaknnya merupakan panglima yang mengatur dan menggerakkan seluruh pasukan perang.
Pada zaman Rasullulah rayah hanya diberikan dan dipercayakan kepada orang yang mencintai Allah dan Rasulnya serta dicintai oleh Allah dan Rasulnya. Rasullulah tidak sembarang memberikan bendera tersebut. Karena bagi rasullulah rayah atau bendera itu adalah induk dari sebuah peperangan. ¬Tidak hanya pada zaman rasullulah. Bendera juga sangat bermakna pada zaman raden walangsungsang.
Pada naskah Cariyous Walangsungsang disebutkan ihwal bendera atau umbul-umbul memiliki fungsi gaib. Jika digunakan untuk peperangan maka seluruh pasukan tidak terlihat, tidak diketahui arah peperangannya, dan dengan demikian dapat memenangkan peperangan. Pada naskah Cariyous Walangsungsan ini bendera disebut sebagai umbul-umbul. Diceritakan dalam naskah ini bendera atau umbul-umbul merupakan pemberian dari dewa melalui Sang Hyang Naga untuk walangsungsang. Meskipun penjelasannya kurang lengkap, cerita ini disebutkan didalam naskah Cariyous Walangsungsang.
Bendera itu terdapat gambar Golok Cabang, huruf lam alif (singkatan dari kalimat La illa ha illa allah) dan juga terdapat kalimat basmallah. Bendera yang di maksud itu adalah Bendera Negara Cirebon pada masa itu. Bendera tersebut pernah dibawa oleh Fatahillah ketika ia hendak menyerang Sunda Kelapa pada tahun 1527. Hal ini dapat dibuktikan melalui perangko. Kantor pos pusat Jakarta pernah mencetak perangko bergambar Fatahillah di atas kuda dengan membawa bendera Cirebon.
Bendera Cirebon tersebut dapat membakar api semangat perjuangan dalam perlawanan melawan kolonial .Bendera tidak hanya bermakna ketika berperang saja. Fungsi adanya bendera juga sebagai simbol persatuan suatu umat atau organisasi. Dapat disebut juga bendera juga bersimbol perdamaian. Contohnya Bendera Indonesia.
Bendera indonesia pertama kali dikibarkan pada 17 Agustus 1945 saat proklamasi. Bendera tersebut dijahit oleh ibu Fatmawati dan di beri julukan Sang Saka Merah Putih. Bendera tersebut dikibarkan sebagai tanda kemerdekaan negara Indonesia. Tidak hanya itu, bendera tersebut dikibarkan sebagai simbol persatuan negara Indonesia. Untuk mengibarkan nya saja butuh perjuangan dari seluruh rakyat Indonesia. Banyak pejuang yang bahkan mengorbankan nyawanya agar bisa mendapatkan dan mengibarkan bendera tersebut. Maka dari itu dari cerita di atas kita bisa melihat bahwa betapa penting dan berharganya sebuah bendera. Bendera tidak hanya skain yang berbentuk segi empat, melainkan memiliki maknanya tersendiri. Dapat kita lihat pada zaman sekarang bendera tidak begitu berarti. Padahal sebuah bendera melambangkan bagaimana negara tersebut.
Contohnya saja ketika perayaan hari kemerdekaan Indonesia tidak semua masyarakat indonesia yang memasang bendera. Bahkan yang lebih parahnya ada yang sampai menginjak,merobek, dan membakar bendera tersebut. Zaman sekarang masyarakat tidak berpikir betapa susahnya mengibarkan bendera tersebut. Mereka hanya tau itu hanya sepotong kain biasa. Maka dari itu sebagai penerus bangsa hendaknya kita saling mengingatkan bagaiamana penting dan bermaknanya sebuah bendera.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda