Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Bendera: Sepotong Kain yang Berharga

Bendera: Sepotong Kain yang Berharga

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
04 Oktober 2022, 15.57 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Bendera: Sepotong Kain yang Berharga

(Bersumber dari Naskah Cariyous Walangsungsang)

Penulis: Nadya Putri Rahmanto

IKLAN

JurnalPost.com - Tahukah kamu apa itu bendera? Apakah fungsi adanya bendera? Dan mengapa setiap peperangan selalu ada yang memegang bendera?. Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin pernah terbesit kepala. Tapi siapa yang tau bahwa bendera memiliki peran yang penting didalam sebuah peperangan. Setiap bendera tentu saja mempunyai makna. Sebelum lebih lanjut hendaknya kitau tahu apa itu bendera.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Menurut KBBI Bendera adalah sepotong kain atau kertas segi empat atau segitiga yang dipergunakan sebagai lambang negara, perkumpulan, badan, dan sebagainya atau sebagai tanda; panji-panji; tunggul. Bendera tidak hanya sepotong kain biasa. Bendera memiliki arti khusus bagi para pejuang. Contohnya saja sejak peperangan pada masa Rasullulah. Bendera sudah dipergunakan pada saat perang bahkan yang memegangnya saja dikhususkan.

Saat zaman Rasullulah bendera yang berfungsi sebagai panji perang disebut dengan rayah. Bendera atau panji perang ini berwarna hitam, berbentuk segi empat dan terbuat dari kain wol. Pada rayah ini tertuliskan tulisan La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah dengan berwarna putih. Panji perang atau rayah ini di pegang atau di pakai oleh pemimpin perang. Bendera ini merupakan simbol, bahwa siapapun yang memegang atau menggunaknnya merupakan panglima yang mengatur dan menggerakkan seluruh pasukan perang.

IKLAN

Pada zaman Rasullulah rayah hanya diberikan dan dipercayakan kepada orang yang mencintai Allah dan Rasulnya serta dicintai oleh Allah dan Rasulnya. Rasullulah tidak sembarang memberikan bendera tersebut. Karena bagi rasullulah rayah atau bendera itu adalah induk dari sebuah peperangan. ¬Tidak hanya pada zaman rasullulah. Bendera juga sangat bermakna pada zaman raden walangsungsang.

Pada naskah Cariyous Walangsungsang disebutkan ihwal bendera atau umbul-umbul memiliki fungsi gaib. Jika digunakan untuk peperangan maka seluruh pasukan tidak terlihat, tidak diketahui arah peperangannya, dan dengan demikian dapat memenangkan peperangan. Pada naskah Cariyous Walangsungsan ini bendera disebut sebagai umbul-umbul. Diceritakan dalam naskah ini bendera atau umbul-umbul merupakan pemberian dari dewa melalui Sang Hyang Naga untuk walangsungsang. Meskipun penjelasannya kurang lengkap, cerita ini disebutkan didalam naskah Cariyous Walangsungsang.

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

Bendera itu terdapat gambar Golok Cabang, huruf lam alif (singkatan dari kalimat La illa ha illa allah) dan juga terdapat kalimat basmallah. Bendera yang di maksud itu adalah Bendera Negara Cirebon pada masa itu. Bendera tersebut pernah dibawa oleh Fatahillah ketika ia hendak menyerang Sunda Kelapa pada tahun 1527. Hal ini dapat dibuktikan melalui perangko. Kantor pos pusat Jakarta pernah mencetak perangko bergambar Fatahillah di atas kuda dengan membawa bendera Cirebon.

Bendera Cirebon tersebut dapat membakar api semangat perjuangan dalam perlawanan melawan kolonial .Bendera tidak hanya bermakna ketika berperang saja. Fungsi adanya bendera juga sebagai simbol persatuan suatu umat atau organisasi. Dapat disebut juga bendera juga bersimbol perdamaian. Contohnya Bendera Indonesia.

Bendera indonesia pertama kali dikibarkan pada 17 Agustus 1945 saat proklamasi. Bendera tersebut dijahit oleh ibu Fatmawati dan di beri julukan Sang Saka Merah Putih. Bendera tersebut dikibarkan sebagai tanda kemerdekaan negara Indonesia. Tidak hanya itu, bendera tersebut dikibarkan sebagai simbol persatuan negara Indonesia. Untuk mengibarkan nya saja butuh perjuangan dari seluruh rakyat Indonesia. Banyak pejuang yang bahkan mengorbankan nyawanya agar bisa mendapatkan dan mengibarkan bendera tersebut. Maka dari itu dari cerita di atas kita bisa melihat bahwa betapa penting dan berharganya sebuah bendera. Bendera tidak hanya skain yang berbentuk segi empat, melainkan memiliki maknanya tersendiri. Dapat kita lihat pada zaman sekarang bendera tidak begitu berarti. Padahal sebuah bendera melambangkan bagaimana negara tersebut.

Contohnya saja ketika perayaan hari kemerdekaan Indonesia tidak semua masyarakat indonesia yang memasang bendera. Bahkan yang lebih parahnya ada yang sampai menginjak,merobek, dan membakar bendera tersebut. Zaman sekarang masyarakat tidak berpikir betapa susahnya mengibarkan bendera tersebut. Mereka hanya tau itu hanya sepotong kain biasa. Maka dari itu sebagai penerus bangsa hendaknya kita saling mengingatkan bagaiamana penting dan bermaknanya sebuah bendera.

KKN 179 UMM
Baca Juga

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/bendera-sepotong-kain-yang-berharga/37796/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 02.26 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

KKN-MAs Kelompok 88 Kembangkan Gunungsari Circular Farm di Kota Batu

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya
  2. 2

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  3. 3

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  4. 4

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  5. 5

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.