TELUK WONDAMA, JurnalPost.com — Kondisi cuaca mendung dan asap yang masih menyelimuti kampung tidak menyurutkan semangat para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pemuda-pemudi di Kampung Werianggi, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, untuk mengikuti pelatihan pengembangan produk olahan pala.
Bertempat di SD YPK Kampung Werianggi, Tim 15 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) kembali melaksanakan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada hilirisasi produk pala lokal.
Setelah sebelumnya memberikan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan melalui Workshop 1, tim melanjutkan program dengan dua pelatihan, yakni Workshop 2: Penguatan Branding Visual dan Standardisasi Produk serta Workshop 3: Fotografi Produk dan Pemasaran Digital, yang diselenggarakan pada awal Oktober 2026.
Kedua kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan daya saing produk olahan pala masyarakat Werianggi-Werabur agar memiliki identitas merek yang kuat, tampilan kemasan yang menarik, serta peluang pemasaran yang lebih luas.
Dalam Workshop 2, peserta yang didominasi oleh mama-mama pelaku UMKM Ayawata Nikiwar mendapatkan pendampingan mengenai pentingnya identitas merek dan standardisasi kemasan produk.
Para peserta diajak mempraktikkan pembuatan logo, menentukan identitas visual, hingga merancang tampilan kemasan untuk sejumlah produk unggulan berbahan dasar pala, seperti permen pala, sari pala, dan selai pala.

Melalui pelatihan tersebut, produk yang sebelumnya dipasarkan dengan tampilan sederhana diharapkan dapat berkembang menjadi produk bermerek yang lebih mudah dikenali konsumen.
Tidak berhenti pada penguatan identitas produk, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop 3 yang berfokus pada keterampilan fotografi produk dan pemasaran digital.
Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pelatihan fotografi menggunakan kamera telepon seluler. Materi yang diberikan meliputi teknik pencahayaan, pemilihan sudut pengambilan gambar, penataan produk, serta penyuntingan foto sederhana.
Keterampilan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM menghasilkan foto produk yang lebih menarik untuk digunakan sebagai materi promosi melalui media sosial maupun platform perdagangan elektronik.
Ketua Tim 15 Ekspedisi Patriot, Karin Amelia Safitri, menegaskan bahwa penguatan branding dan kualitas visual menjadi langkah penting agar produk olahan pala masyarakat mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Kami tidak mau produk mama-mama enak di rasa tapi kalah di tampilan. Lewat dua workshop ini kami pastikan pala Werianggi-Werabur punya wajah baru yang memikat. Dari tanpa merek menjadi bermerek, dari foto gelap menjadi foto yang membuat pembeli tertarik. Ini modal utama sebelum kami bawa masuk ke supermarket Wasior dan Manokwari," ujar Karin.
Menurutnya, peningkatan kualitas produk tidak hanya berkaitan dengan cita rasa, tetapi juga bagaimana produk dikemas, diperkenalkan, dan dipasarkan kepada calon konsumen.
Oleh karena itu, pembekalan keterampilan branding dan fotografi diharapkan menjadi modal awal bagi UMKM Ayawata Nikiwar untuk memperluas jangkauan pemasaran produk olahan pala.
Dalam pelaksanaannya, Tim 15 Ekspedisi Patriot melibatkan sejumlah anggota dari berbagai perguruan tinggi, yakni Muhammad Ulummudin, Sal Bintang Alwasi, dan Dani Bintang Aprilyanto dari Universitas Indonesia (UI), Muhammad Abi Rafdi dari Universitas Sumatera Utara (USU), serta Muhammad Rifki Arief dari Universitas Sriwijaya (UNSRI).
Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya pendampingan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Program ini juga sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Melalui penguatan identitas merek, peningkatan keterampilan pemasaran, dan standardisasi produk, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan UMKM lokal secara berkelanjutan.
Lebih jauh, Tim 15 Ekspedisi Patriot menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai dilaksanakan.
Para pelaku UMKM diharapkan mampu menerapkan keterampilan yang telah diperoleh secara mandiri, mulai dari mengelola identitas merek, menghasilkan foto produk, hingga memanfaatkan media digital untuk menjangkau konsumen.
"Harapannya setelah ini mama-mama sudah mandiri. Sudah pegang brand sendiri, sudah bisa foto produk sendiri, dan siap jualan online. Jadi program tidak mati di pelatihan saja," tutup Karin.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, potensi pala Werianggi-Werabur diharapkan tidak hanya berkembang sebagai komoditas lokal, tetapi juga mampu menjadi produk olahan bernilai tambah yang memiliki daya saing dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda