JurnalPost.com - Islam adalah agama yang komprehensif yang tentunya memiliki aturan untuk segala aspek kehidupannya. Tidak hanya beribadah, namun kegiatan seperti berdagang, bersosialisasi, dan hal-hal yang bersifat muamalah pun juga terdapat aturannya. Begitu pula terhadap harta dan kepemilikan. Harta menurut pandangan islam itu adalah mutlak milik Allah SWT. Semua yang ada di dunia termasuk harta itu adalah milik Allah SWT. Kepemilikan harta oleh manusia tersebut adalah sebuah amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Sehingga dengan adanya harta yang dititipkan oleh Allah SWT itu bisa berguna dan dapat menuntun ke pintu surga. Dalam Q.S Al-Hadiid : 7 sudah dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan manusia untuk beriman kepada-Nya dan Rasul-Nya. Dan juga memerintahkan manusia untuk menginfakkan sebagian harta yang telah dititipkan. Maka mereka yang menginfakkan hartanya akan memperoleh pahala yang besar.
Banyak sekali manusia yang lupa bahwa harta yang mereka miliki hanyalah titipan dari Allah SWT. Sehingga mereka memanfaatkan harta tersebut dengan seenaknya sendiri. Dan juga terkadang manusia lupa bahwa bagaimana cara mereka mendapatkan harta itu menentukan amanah atau tidaknya manusia terhadap harta tersebut. Agar harta yang diberikan oleh Allah SWT itu bermanfaat, misalnya bisa digunakan untuk bersedekah atau berwakaf. Dan bagi umat muslim yang telah mencapai syarat yang ditetapkan, setiap tahun pada bulan Ramadhan mereka wajib melaksanakan zakat. Dengan berzakat, hal tersebut bisa menyucikan hati dari sifat kikir dan cinta dunia secara berlebihan dan juga membersihkan harta dari hak orang lain.
Harta selain sebagai amanah, menurut pandangan islam harta juga merupakan ujian bagi manusia. Dilihat dari cara mendapatkannya dan untuk apa harta itu dimanfaatkan. Tujuan manusia diciptakan oleh Allah SWT itu adalah untuk beribadah dan mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya agar bisa masuk ke surganya Allah SWT. Dengan diberikannya harta kepada manusia, itu bisa menguji keimanan seseorang. Apakah dia tetap menjalankan perintah-perintah Allah SWT atau dia memilih untuk melanggar-Nya.
Namun tidak sedikit juga manusia yang memilih untuk meninggalkan perintah Allah SWT. Hal tersebut terjadi karena mereka tergoda dengan harta yang ada di dunia daripada yang ada di akhirat. Dengan diberikannya harta yang dititipkan oleh Allah SWT, terkadang manusia bisa memiliki sifat kikir. Dan juga terpengaruh oleh godaan untuk mengejar harta dunia yang apabila berlebihan, hal itu bisa mendorong manusia untuk meninggalkan perintah Allah SWT. Oleh karena itu manusia sebagai umat muslim harus selalu ingat bahwa semua yang ada di dunia itu hanyalah sementara dan tidak ada yang abadi. Harta yang dimiliki adalah mutlak milik Allah SWT. Sehingga dengan dititipkanya harta tersebut, harus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena apabila tidak dimanfaatkan dengan baik, kelak di akhirat Allah SWT akan menanyakan kembali untuk apa saja harta tersebut digunakan ketika masih hidup.
Oleh: Anisatu Rodiah (Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda