Cangkol JurnalPost.com – Saat ini, Indonesia sedang menerima beban ganda penyakit, yaitu Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular (PTM). PTM atau biasa disebut sebagai penyakit degenerative menjadi salah satu masalah kesehatan pada masyarakat karena tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi secara global, merupakan jenis penyakit yang tak bisa ditularkan oleh penderita ke orang lain, jenis penyakit ini berkembang secara perlahan, dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Angka kejadian PTM terus meningkat dengan dampak utama, yaitu kematian dan penurunan kualitas hidup terutama pada kelompok lanjut usia. Salah satu cara untuk mengendalikan PTM adalah dengan pengukuran dan pengendalian faktor risiko melalui deteksi dini (skrining). Deteksi dini bertujuan untuk memantau faktor risiko penyakit sehingga dapat diketahui sedini mungkin dan dapat segera ditindaklanjuti.
Adapun yang termasuk ke dalam penyakit tidak menular antara lain penyakit kardiovaskular yang berkaitan dengan naiknya tekanan darah dan gula darah. Beberapa faktor yang dapat memicu PTM, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan pola hidup tidak sehat (seperti kurangnya aktivitas fisik dan pola makan sembarangan).
Hipertensi sering disebut dengan silent killer atau pembunuh diam-diam karena orang yang mempunyai penyakit hipertensi sering tanpa gejala (P2PTM Kemenkes RI, 2019). Hipertensi bertanggung jawab atas 40% kematian akibat penyakit jantung dan 51% kematian akibat stroke (WHO, 2014). Selain secara global, hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang paling sering menyerang masyarakat Indonesia (57,6%). Hal tersebut terbukti dengan adanya jumlah pasien hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang mengalami peningkatan setiap tahunnya (Kementerian Kesehatan RI, 2017).
Penyakit hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Setiap peningkatan 20 mmHg tekanan darah sistolik atau 10 mmHg tekanan darah diastolik dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung iskemik dan strok. Terkontrolnya tekanan darah sistolik dapat menurunkan risiko kematian, penyakit kardiovaskular, strok, dan gagal jantung. Menjalankan pola hidup sehat setidaknya selama 4–6 bulan terbukti dapat menurunkan tekanan darah dan secara umum dapat menurunkan risiko permasalahan kardiovaskular. Beberapa pola hidup sehat yang dianjurkan di antaranya penurunan berat badan, mengurangi asupan garam, olahraga, mengurangi konsumsi alkohol, dan berhenti merokok (Perki, 2015).
Di samping itu, Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai dengan kadar glukosa darah (gula darah) melebihi normal yaitu kadar gula darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl, dan kadar gula darah puasa di atas atau sama dengan 126 mg/dl (Misnadiarly, 2006). DM dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi (Kemenkes RI, 2014). Menurut konsensus Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI, 2011), pilar pengendalian DM meliputi latihan jasmani, terapi gizi medis, intervensi farmakologis, dan edukasi. Keberhasilan proses kontrol terhadap penyakit DM salah satunya ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam mengelola pola makan atau diet sehari-hari (Buston, dkk. 2021). Hal ini agar mencegah timbulnya komplikasi dari penyakit DM. Prinsip pengaturan makan pada penderita DM hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum yaitu makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu.
Berdasarkan fakta di atas, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan Senam Bersama, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, dan Edukasi Hipertensi & Diabetes Mellitus yang diadakan di Balai Desa Cangkol Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Program ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2023 dan diikuti oleh para kader dan ibu-ibu PKK Desa Cangkol.
Pada pelaksanaan program kerja ini, diawali dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi tekanan darah dan gula darah sewaktu. Setelah dilakukan pemeriksaan, kemudian dilanjutkan dengan senam bersama para kader dan ibu-ibu PKK. Setelah itu, diberikan edukasi dan penyuluhan mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi & diabetes mellitus sehingga kualitas hidup warga Desa Cangkol diharapkan dapat meningkat. Tidak lupa juga, kami membagikan poster dengan ulasan yang apik, menarik dan mudah dipahami sehingga warga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Evangga Yudha Perdana (NIM. 22010120130091) Program Studi: Kedokteran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): Dr. dr. Stefani Candra Firmanti, M.Sc. Lokasi KKN: Desa Cangkol, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda