Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Politik Luar Negeri Bebas-Aktif Indonesia, Apakah Masih Relevan?

Politik Luar Negeri Bebas-Aktif Indonesia, Apakah Masih Relevan?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Juni 2023, 19.47 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Politik Luar Negeri Bebas-Aktif Indonesia, Apakah Masih Relevan?

JurnalPost.com - “Mendayung antara Dua Karang” sebuah ikhtisar pidato yang ditulis oleh Bung Hatta memberikan pemikirannya mengenai apakah sikap Indonesia harus memilih diantara dua kubu yakni Blok Barat (Amerika Serikat) atau Blok Timur (Rusia)?

Kemudian, secara pragmatis Hatta menawarkan bahwa Indonesia harus menjadi subjek yang memiliki sikap independen dalam pertarungan politik internasional sehingga dapat menentukan sikap serta tujuan nasionalnya sendiri yaitu kemerdekaan Indonesia. Sebagai bangsa yang baru merdeka, Hatta berpendapat bahwa Indonesia tidak perlu memilih berada dalam dikotomi Rusia ataupun Amerika Serikat, namun yang harus dilakukan adalah dengan mengambil keuntungan dari pertentangan politik internasional tersebut demi kepentingan nasional.

IKLAN

Hingga pada akhirnya ide Hatta tersebut diimplementasikan pada Konferensi Asia Afrika di Bandung, pada April tahun 1955. Konferensi ini menjadi proses awal dari lahirnya Gerakan Non Blok (GNB). Konsep orientasi politik luar negeri Indonesia yang ‘bebas dan aktif’ secara resmi disampaikan oleh Presiden Soekarno melalui pidatonya.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dilansir dari portal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, diselenggarakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Non-Blok Pertama di Yugoslavia, pada September tahun 1961, Indonesia bersama dengan 24 negara lainnya bersepakat untuk mendirikan Gerakan Non Blok sebagai respon terutama dari negara-negara yang baru merdeka agar terhindar dari dikotomi persaingan antara Blok Barat dan Blok Timur.

Para negara anggota dari gerakan ini juga menyepakati untuk tidak menunjukkan ketertarikan terhadap kedua kubu serta membentuk posisi independen yang merefleksikan kepentingan negara-negara anggotanya.

Bagi Indonesia, GNB telah memiliki posisi khusus karena selain menjadi peran sentral dalam pembentukannya, prinsip dan tujuan GNB merupakan refleksi dari tujuan nasional yang sesuai dengan UUD 1945, khususnya semangat kemerdekaan dan anti-penjajahan.

Sejak menyepakati GNB, komitmen Indonesia semakin kuat dalam mengarahkan politik luar negeri Bebas-Aktif dengan sikap yang independen, namun tetap mengutamakan kepentingan nasionalnya.

Foto Besama TIM
Baca Juga

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Perlu diketahui bahwa politik luar negeri Bebas-Aktif Indonesia tidak bisa diartikan sebagai politik netral, melainkan bebas bersikap untuk menentukan arah kebijakannya sendiri serta aktif dalam mengupayakan perdamaian dan ketertiban dunia.

IKLAN

Lalu, apakah dengan berakhirnya sistem bipolar pada konstelasi politik internasional membuat orientasi politik luar negeri Indonesia yang Bebas-Aktif menjadi tidak relevan? Dilansir melalui portal Kementerian Republik Indonesia, perdebatan mengenai relevansi non-blok muncul sejak pasca runtuhnya komunisme di awal tahun 90an, beberapa pihak menyatakan eksistensi Gerakan Non-Blok sudah tidak lagi relevan.

Menurut Dr. Teuku Rezansyah, seorang pengamat Hubungan Internasional, berpendapat bahwa politik luar negeri bebas aktif yang dianut oleh Indonesia merupakan payung aman dan masih relevan hingga saat ini dengan membawa Indonesia ke jalan tengah dalam situasi persaingan kekuatan besar yang semakin komprehensif.

Salah satu contoh nyata bahwa orientasi politik luar negeri bebas aktif masih relevan bagi Indonesia adalah ketika Indonesia dapat memaksimalkan keuntungan dari rivalitas global antara dua kekuatan besar saat ini yaitu Amerika Serikat dan China. Saat pandemi Covid-19, Indonesia berhasil menjaga hubungan baik dengan kedua negara tersebut untuk memperoleh bantuan dan kerjasama dalam mengatasi pandemi.Indonesia dapat bekerja sama dengan China dan Amerika Serikat sebagai pemasok vaksin dan bantuan kesehatan secara global.

Suasana kegiatan di Pasar Turi
Baca Juga

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Kemudian, Indonesia juga dapat menjaga kemandirian ekonominya dengan menjalin hubungan yang seimbang dengan kedua negara tersebut. Pada kasus ini, Indonesia berhasil mengambil manfaat dari rivalitas antara China dan Amerika Serikat tanpa menjadi ketergantungan terhadap satu pihak.

Selain itu, contoh terkini lainnya dapat dilihat dengan pecahnya kembali konflik Rusia dengan Ukraina pada tahun 2022. Presiden Jokowi, secara cepat memberikan tanggapan dengan melakukan kunjungan ke Kyiv dan Moskow untuk menemui Presiden Zelensky dan Presiden Putin. Terdapat beberapa misi saat mengunjungi kedua negara yang berkonflik tersebut. Diantaranya membahas masalah terganggunya pasokan pangan, energi dan pupuk akibat konflik, hingga kesiapan Indonesia sebagai mediator dalam konflik tersebut.

Pertemuan ini menegaskan bahwa orientasi politik luar negeri bebas dan aktif Indonesia masih relevan. Dengan orientasi bebas-aktif ini, Indonesia dapat menjaga kepentingan nasionalnya serta mengambil keuntungan namun tidak memihak di antara salah satu pihak yang berkonflik. Kesediaan sebagai mediator konflik juga menunjukkan sikap aktif Indonesia dalam mengupayakan perdamaian dunia.

Beberapa contoh tersebut, telah menunjukkan bukti dari relevansi orientasi politik luar negeri bebas dan aktif Indonesia hingga saat ini. Sesuai dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang menyatakan bahwa politik luar negeri Indonesia tidak pernah mengajarkan permusuhan dan memposisikan kepentingan nasional diatas segalanya. Maka, orientasi politik luar negeri bebas dan aktif yang sesuai dengan nilai UUD 1945, Indonesia akan selalu berkomitmen mengutamakan kepentingan nasional serta menjaga ketertiban dunia.

Nama: Siti Fakhriyyah Jurusan : Ilmu Hubungan Internasional Kampus : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/politik-luar-negeri-bebas-aktif-indonesia-apakah-masih-relevan/52733/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 07.14 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pilihan Editor

  1. 1 Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  3. 3

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  4. 4

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  5. 5

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.