27.7 C
Jakarta
Minggu, Januari 17, 2021

Pentingnya Edukasi Pernikahan Dini Khususnya Bagi Para Remaja

JURNALPOST – Pernikahan dini dibeberapa daerah menjadi hal lumrah yang terjadi di masyarakat. Namun ada sebagian daerah yang menganggap pernikahan dini adalah hal yang tabu, seperti di sebuah daerah yang berlokasi di Sumatera Utara.

Ketika penulis mengadakan webinar pada minggu ke 2 setelah peluncuran KKN, yang bertema polemik pernikahan dini, penulis menemukan Faktor-faktor penyebab dari pernikahan dini di daerah tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor seperti perintah orangtua, keinginan anak itu sendiri maupun karena salah pergaulan. Namun yang faktor yang paling menonjol ialah akibat pergaulan bebas yang mengakibatkan hamil di luar nikah.

Pada zaman sekarang ini pergaulan bebas semakin marak dimana-mana, sehingga banyak dari anak bangsa yang menikah dini. Sehingga maraknya pernikahan dini yang terjadi di Indonesia, menjadikan Indonesia menjadi negara ke-7 dengan kasus perkawinan anak terbanyak di dunia.

Walaupun sudah dikeluarkannya perubahan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang batas minimal melakukan perkawinan menjadi 19 tahun bagi wanita maupun pria, namun tetap saja masih banyak terjadi pernikahan dini. Memang Pernikahan bukanlah sesuatu yang dilarang agama maupun negara, akan tetapi pernikahan pada usia anak akan banyak menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak.

Oleh karena masih maraknya perkawinan anak, maka salah satu cara untuk menurunkan tingginya angka pernikahan dini adalah dengan melakukan edukasi bagi para pelajar di sekolah, maupun diedukasi langsung oleh para orangtua anak maupun pihak yang berwenang.

Edukasi Yang Bisa Disampaikan Kepada Anak

Edukasi yang harus disampaikan pertama kali oleh para pihak yang berwenang adalah dengan cara memberi tahu anak maupun orangtua anak, dampak negatif dari pernikahan dini itu sendiri. Seperti organ reproduksi pada anak belumlah sempurna, sehingga akan banyak menimbulkan resiko seperti kematian ibu dan anak.
Dan bagi orangtua hendaknya memberikan hak-hak anak seperti hak mendapatkan pendidikan yang layak. Dan orangtua juga memberi edukasi bagi anak agar menjaga pergaulannya dengan lawan jenis. Dan pelajaran tentang bahayanya pernikahan dini harusnya diberikan akses setinggi mungkin di sekolah. Sehingga para siswa memahami dan tidak terjerumus pada pernikahan dini.

Dampak Negatif Pernikahan Dini

Dampak negatif pernikahan dini pada kesehatan anak adalah sebagai berikut;

1. Pernikahan anak dapat menimbulkan gangguan selama kehamilan dan persalinan, sehingga hal ini memicu resiko kematian yang lebih tinggi;
2. Bahaya pernikahan dini juga berpengaruh pada kesehatan anak yang dilahirkan, karena anak yang lahir dari ibu di bawah umur dapat mengalami gizi buruk, bahkan kematian;
3. Pernikahan dini juga dapat menyebabkan gangguan psikologis pada anak
4. Resiko pernikahan dini juga meningkatkan kekerasan seksual pada anak.

Di sebuah jurnal ilmiah kesehatan Ar-rum Salatiga mengatakan bahwa pernikahan dini bukanlah sesuatu yang mudah, karena remaja yang menikah diusia dini yang akhirnya bercerai akan merasakan stres yang lebih dan keterpurukan mental.

Penulis: Rosa Laba Lumban Gaol/Mahasiswa Hukum Keluarga Islam/UIN Walisongo Semarang

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini