Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Penggunaan Bahasa Sunda oleh Masyarakat Kota Bogor

Penggunaan Bahasa Sunda oleh Masyarakat Kota Bogor

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
03 April 2022, 15.26 WITA • Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Penggunaan Bahasa Sunda oleh Masyarakat Kota Bogor
(Dokumentasi pribadi Imam Suyudi peneliti sosial, penulis, aktif dalam pengembangan masyarakat)

BOGOR, JURNALPOST - Kota Bogor adalah bagian dari wilayah administrasi Provinsi Jawa Barat yang sebagian besar penduduknya bertutur dalam Bahasa Sunda sebagai representasi Suku Bangsa Sunda. Secara etimologi, penduduk di Kota Bogor adalah pengusung kebudayaan Sunda yang berbahasa Sunda sebagai lingua franca keseharian warganya.

Secara geografi, Kota Bogor terbagi ke dalam dua ketagori perwilayahan, yaitu Bogor Atas yang mengacu pada wilayah yang berada di daerah ketinggian dan sebaliknya Bogor Bawah untuk menyebut wilayah yang berada di dataran rendah. Meski belum ada kajian spesifik yang menentukan daerah mana saja yang termasuk dataran tinggi dan rendah, namun konsepsi umum menyebutkan daerah perkampungan di Desa Cilebut Barat yang berbatasan dengan Kota Bogor di sebelah utaranya termasuk perwilayahan Bogor Bawah sementara Bogor Atas dimulai dari Kebon Pedes Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor dan terus ke

IKLAN

wilayah-wilayah dataran tinggi yang termasuk dalam administrasi Kabupaten Bogor (Ciomas, Sukahati, Leuwiliang, Tajur, Wangun, Ciawi hingga Cicurug seterusnya berbatas dengan Kabupaten Sukabumi).

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

IKLAN

Perwilayahan tersebut tidak saja membagi Kota Bogor secara geografi tetapi juga tipologi masyarakatnya, yaitu Bogor Atas yang dominan berbahasa Sunda sementara Bogor Bawah sebagai penutur Bahasa Betawi pinggiran logat Sunda. Dominannya penutur Bahasa Betawi juga dikarenakan sejarah keberadaan penduduk di Bogor Bawah umumnya adalah warga tergusur dari DKI Jakarta (mayoritas Tanah Abang) tahun 1970-an. Oleh sebab itu, wajar jika warga Bogor Bawah tidak bisa dan tidak terbiasa berbahasa Sunda.

Kota Bogor sebagai pusat ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Sunda Bogor, Bahasa Sunda ditutur secara dominan di Kota Bogor termasuk wilayah perkampungan atau kelurahan. Di wilayah administrasi kota tidak ada desa kecuali kabupaten. Akan tetapi, pesat dan cepatnya laju perkembangan wilayah yang didorong dengan bertumbuhannya pusat-pusat kegiatan masyarakat (ekonomi, industri, pendidikan, dan wisata) menyebabkan terjadinya interaksi di antara para pendatang dari luar yang berbeda identitas kebudayaan. Proses pertemuan antarbudaya yang terjadi di Kota Bogor cenderung akulturasi, yaitu masuknya kebudayaan non sunda namun tidak saling menghilangkan satu sama lain.

Hal ini tampak jelas dari perilaku kaum muda milenial yang tinggal dan menetap untuk bekerja, bersekolah atau tujuan lain yang cenderung lebih lama tinggal di Kota Bogor ketimbang yang berkunjungan wisata. Karena itu, bukan hal aneh jika di Kota Bogor, percakapan sehari-hari yang digunakan sebagai media pemersatu keberagaman budaya penduduknya adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Peneliti sosial Imam Suyudi menyatakan bahwa adanya budaya lain yang masuk tidak mempengaruhi Bahasa Sunda karena adanya proses akulturasi dari budaya- budaya tersebut. “Proses pertemuan antarbudaya yang terjadi di Kota Bogor cenderung akulturasi, yaitu masuknya kebudayaan non Sunda namun tidak saling menghilangkan satu sama lain” ujar Imam Suyudi.

Oleh: Muhammad Gilang Noor Fallah

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/penggunaan-bahasa-sunda-oleh-masyarakat-kota-bogor/32335/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 13.13 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Soroti Urgensi Literasi Digital bagi Generasi Z

KADER MOLERA, Dosen FKM UMI Latih Kader Desa Marayoka Cegah Hipertensi pada Akseptor KB Hormonal

Bisnis Anak Muda di Era Digital: Antara Tren Viral, Ambisi Cuan, dan Tantangan Bertahan

Dosen UMI Bekali 30 Santri Tahfidz Pesantren Mizanul Ulum Literasi Keuangan dan Kewirausahaan Digital

Pilihan Editor

  1. 1 UPN “Veteran” Jawa Timur dan UNDIP Perkuat Kerja Sama Akademik di Bidang Pendidikan dan Penelitian
  2. 2

    Koalisi Pemuda Jakarta Soroti Seleksi Ahmad Rijal di DTKJ, Desak Pemprov DKI Lakukan Evaluasi

  3. 3

    Komunikasi Gender di Lingkungan Mahasiswa: Stereotip, Interaksi Akademik, dan Negosiasi Identitas

  4. 4

    Urgensi Pencegahan Perundungan Remaja di Surabaya: Antara Perlindungan dan Tanggung Jawab Sosial

  5. 5

    Dosen UMI Berdayakan Guru Pesantren Mizanul Ulum melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Cangkang Telur Itik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.