JurnalPost.com - Pada saat ini gawai menjadi alat yang sering digunakan bagi semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Gawai menjadi kebutuhan bagi semua orang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, di tengah perkembangan gawai yang begitu pesat, menimbulkan dampak negatif, khususnya bagi kalangan pelajar. Sebelum membahas dampak penggunaan gawai, perlu diketahui definisi gawai itu sendiri.
Gawai merupakan Suatu instrumen atau alat yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibanding dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Dengan adanya Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang sangat pesat, dapat membawa banyak dampak dalam keseharian hidup manusia.
Lalu, mengapa gawai menjadi pengaruh dalam literasi membaca? Adapun dampak positif dari gawai adalah memudahkan seseorang untuk bertukar informasi dengan jangkauan yang cukup luas. Di samping itu gawai juga mempunyai dampak negatif salah satunya adalah menurunkan minat membaca, khususnya bagi kalangan pelajar. Membaca telah lama dikenal sebagai salah satu aktivitas yang digemari oleh banyak orang. Oleh karena itu, selalu dikategorikan dalam kegiatan kegemaran rutin seseorang yang disebut hobi. Sehingga bagi orang yang hobi membaca buku, merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam hidupnya.
Saat ini untuk membaca, menonton, ataupun mengunduh data informasi apa saja yang dibutuhkan bisa dengan hanya melalui gawai.
Selain itu, gawai kini juga telah dilengkapi dengan berbagai aplikasi permainan yang dapat membuat orang kecanduan dan banyak juga jenis media jejaring sosial juga berpotensi orang lupa akan kewajiban sehari-hari. Jenis media sosial yang sedang ramai digunakan oleh semua orang saat ini antara lain Facebook, Twitter, WhatsApp dan lain-lain.
Tentu, kondisi ini sangat berpotensi untuk mematikan kebiasaan orang dengan rutinitasnya. Termasuk salah satu bagi para penggemar membaca buku yang selalu bersama dengan buku untuk terus membaca. Betapa tidak mungkin, nyatanya gawai telah memudahkan dan mengakses semua informasi yang dibutuhkan.
Dengan melihat perubahan kebiasaan di atas, dapat disimpulkan bahwa gawai menurunkan minat untuk membaca, padahal kita telah ketahui bahwa kita telah ketahui bersama bahwa aktivitas membaca buku sama halnya dengan mengeksplorasi dunia dalam sekejap.
Oleh karena itu, kurangi frekuensi bermain gawai secara bertahap dan gunakan seperlunya saja, tetep budayakan dan lestarikan membaca buku karena buku adalah jendela dunia.
Oleh: INTAN NURAINI, 211011201205, UNIVERSITAS PAMULANG PRODI AKUNTANSI S1
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda