Oleh: Rivaldi Dwi Firmansyah/Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya
JurnalPost.com - Kegiatan KKN dilaksanakan oleh salah satu mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG) secara mandiri/individu di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah domisili masing-masing peserta KKN, salah satu lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan adalah di Desa Watugolong RT 04 RW 06, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo – Jawa Timur.
Pelaksanaan KKN dilakukan selama 12 hari, dimulai pada tanggal 07 Desember 2021 sampai 05 Januari 2022. Rivaldi Dwi Firmansyah yang merupakan salah satu mahasiswa UNTAG Surabaya sebagai peserta KKN dan Sdr Ahmad Marjuki / Cak Mat yang merupakan salah satu warga Desa Watugolong RT14 RW06 sebagai mitra pendampingan. Kegiatan kali ini mengangkat tema “Pemulihan Ekonomi” sebagai salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap menurunnya pendapatan Usaha Mikro Kecil Menengah di tengah pandemi Covid-19.
Kegiatan ini dimulai dengan melakukan perijinan dengan pejabat setempat, dalam hal ini ketua RT14 RW06 Desa Watugolong RT 04 RW 06, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo dan penjelasan program kerja yang akan dilaksanakan. “program kerja yang sangat bermanfaat karena dapat membantu memulihkan perokonomian masyarakat/pemilik usaha” ujar ketua RT setempat. Mengingat usaha Kopi Bubuk Asli mengalami penurunan penjualan karena terdampak pandemi Covid-19 sedangkan potensi yang dapat dicapai cukup besar. Maka dari itu saudara Rivaldi memutuskan untuk melakukan pendampingan terhadap usaha Kopi Bubuk Asli tersebut. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat mengembangkan kratifitas dan inovasi terhadap perkembangan usaha/UMKM masyarakat RT14 RW06 Desa Watugolong RT 04 RW 06, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.
Program kerja yang dilaksanakan berupa repacking produk dan penambahan aksesoris yang diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai produk. “perusahaan besar yang saat ini terkenal, dulu juga memulainya dengan ide yang direalisasikan” kata Rivaldi. Branding sebuah produk dapat dilakukan melalui beragam cara, salah satunya adalah melalui first impression. Maka dari itu kegiatan ini berfokus pada peningkatan nilai produk melalui pengemasan dan penambahan aksesoris pendukung lainnya.
Peningkatan nilai produk dilaksanakan dengan menambahkan plastik pengemas sebagai pembungkus produk, dan nama brsand yang berisi deskripsi produk sebagai salah satu bentuk pemasaran produk.
Perangkat desa merasa bahwa dengan adanya kegiatan KKN ini masyarakat setempat menjadi terdorong untuk lebih kreatif dan berinovasi terhadap usaha mereka masing-masing khususnya dalam peningkatan nilai dari sebuah produk. Melalui pengemasan dan pemasaran yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan penjualan yang bisa membantu memulihkan perokonomian masyarakat setempat.

Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda