
JurnalPost.com - Lampung terkenal akan keindahan pantainya yang tersebar di sepanjang Pulau Sumatera, terutama di wilayah Provinsi Lampung. Salah satu pantai yang populer adalah Pantai Mutun, yang terletak di Kabupaten Pesawaran. Pantai Mutun menjadi pilihan destinasi yang tepat bagi wisatawan domestik dan pengunjung dari wilayah administratif yang sama. Berdasarkan teori kepariwisataan, terdapat 4 (empat) aspek yang setidaknya dimiliki oleh sebuah daya tarik wisata, sehingga daya tarik wisata tersebut dapat memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh wisatawan ketika berkunjung.
Aksesibilitas Akesibilitas meliputi jarak tempuh menuju daya tarik wisata, infrastruktur jalan menuju daya tarik wisata, dan kemudahan transportasi. Jarak tempuh dari pintu gerbang Pelabuhan Bakauheni dapat ditempuh dengan waktu 1 jam 45 menit dengan jarak sejauh 98 km. Apabila Anda berangkat dari titik poin Kota Bandar Lampung, maka dapat ditempuh dengan waktu 37 menit dengan jarak sejauh 18 km. Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dapat memberikan peluang jangkauan yang lebih mudah bagi wisatawan yang hendak berkunjung. Infrastruktur menuju Pantai Mutun sudah tergolong bagus, hanya saja terdapat struktur tanah dengan tanjakan, turunan, dan belokan yang cukup tajam ketika mendekati Pantai Mutun, sehingga bagi pengendara agar lebih berhati-hati. Sampai saat ini, belum tersedia transportasi umum dengan rute Pelabuhan Bakauheni-Pantai Mutun dan Bandar Lampung-Pantai Mutun, sehingga disarankan menggunakan kendaraan pribadi baik roda 2 (dua) maupun roda 4 (empat), atau menggunakan jasa sewa kendaraan.
Akomodasi Akomodasi merupakan penginapan yang diperuntukkan bagi wisatawan yang berkunjung ke suatu daya tarik wisata. Jenis akomodasi biasanya menyesuaikan dengan konsep dari daya tarik wisata tersebut, dapat terdiri dari hotel, villa, homestay, camping, dan yang terbaru glamping. Ketersediaan akomodasi di Pantai Mutun masih tergolong kurang, namun jika Anda berasal dari luar kota, Anda dapat mencari penginapan disekitar jalur utama Kabupaten Pesawaran, dan telah tersedia berbagai jenis akomodasi yang Anda inginkan.

Amenitas Amenitas merupakan fasilitas sarana dan prasarana yang diperlukan wisatawan ketika berada di daya tarik wisata. Sarana pokok pariwisata yang ada di Pantai Mutun adalah akomodasi dan restoran. Sarana pelengkap terdapat area olahraga bola volly pantai yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Sedangkan sarana penunjang terdapat toko souvenir yang menjual cinderamata lokal. Selanjutnya, prasarana umum yang tersedia adalah aliran listrik yang lancar, tersedianya air bersih, dan fasilitas komunikasi. Lalu pada prasarana kebutuhan masyarakat terdapat penjualan bahan bakar kendaraan dan jaringan internet.
Ancilary Layanan pendukung (ancillary service), yang sering disebut sebagai fasilitas pelengkap, merupakan tanggung jawab pemerintah daerah di kawasan tujuan wisata. Layanan ini bertujuan mendukung kebutuhan wisatawan dan pelaku pariwisata. Sering sekali ancilary service ini identik dengan kelembagaan yang mengelola sebuah daya tarik wisata. Pantai Mutun dikelola oleh masyarakat lokal dengan sistem pariwisata berbasis komunitas. Artinya, pengelolaan dilakukan oleh masyarakat sekitar dengan harapan roda perekonomian yang melibatkan berbagai sektor lainnya seperti pertanian, perikanan, infrastruktur, dan UMKM dapat berputar dan memberikan feedback yang baik bagi masyarakat, lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi. Jadi jika Anda berkunjung ke Pantai Mutun, maka akan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal baik secara langsung maupun tidak langsung.
Secara umum, pengembangan pariwisata Pantai Mutun dari sudut pandang 4 (empat) A sudah cukup baik, namun perlu perbaikan secara terus menerus agar dapat menjadi daya tarik wisata yang memberikan dampak positif dalam pengembangannya, baik kepada masyarakat maupun pemerintah.
Penulis: Agnes Tresia Silalahi Prodi Pariwisata UPN ”Veteran” Jawa timur
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda