JurnalPost.com - Madura merupakan pulau yang memiliki berbagai keindahan sumber daya alam yang unik sehingga potensi untuk mengembangkannya sebagai objek wisata sebenarnya sangatlah tinggi. Gili Labak adalah salah satu pulau yang terletak di Madura, tepatnya di Kabupaten Semenep, dengan pesona bahari yang akhirnya berhasil menjadi sebuah wisata.
Pantai yang mempesona dengan pasir yang eksotis menjadikan Gili Labak sebagai pulau dengan panorama bak surga. Belum lagi dengan keindahan alam bawah lautnya yang semakin menambah ketakjuban bagi siapa pun yang berhasil menyelaminya. Belum cukup dengan berbagai pesona tersebut, Gili Labak juga memiliki terumbu karang yang tampak memukau sehingga Gili Labak pun terkenal dengan spot kegiatan diving dan snorkeling. Dengan keindahan tersebut, Gili Labak pun berhasil diresmikan sebagai destinasi wisata sejak tahun 2014.
Sayangnya, sekalipun Gili Labak telah diresmikan sebagai objek wisata, pengelolaan terhadap Gili Labak rupanya masih belum sebanding dengan daya tarik yang dimiliki oleh pulau kecil di Kabupaten Sumenep itu. Hal ini penulis dapatkan setelah melakukan observasi di objek wisata tersebut. Sebagai contoh adanya kerusakan pada ekosistem terumbu karang, rendahnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat lokal terhadap pentingnya menjaga objek wisata alam, juga kurangnya sarana dan prasarana sehingga akses dalam menuju ke wisata Gili Labak sangat sulit untuk ditemukan. Pengelolaan yang tidak optimal itu pada akhirnya membuat eksistensi Gili Labak sebagai objek wisata menurun. Padahal, Gili Labak sebenarnya memiliki berbagai daya tarik tersendiri yang membuatnya seharusnya dapat bersanding dengan wisata bahari populer lainnya jika saja pengelolaan wisata Gili Labak dapat dilakukan dengan optimal.
Menurut penulis, hal pertama yang harus dilakukan dalam mengoptimalkan pengelolaan wisata Gili Labak adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat lokal terkait pariwisata bahari. Pemahaman tersebut merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap betapa berharganya pulau Gili Labak sebagai daya tarik wisata yang tidak hanya dapat meningkatkan penerimaan asli daerah, tapi juga mendukung keunggulan pariwisata alam di Indonesia.
Dengan adanya kesadaran tersebut, masyarakat lokal akan mulai menghargai wisata Gili Labak sehingga masyarakat lokal pun akan berusaha keras untuk menjaga wisata Gili Labak dengan sepenuh hati, seperti menjaga ekosistem terumbu karang dari kerusakan. Proses meningkatkan pengetahuan masyarakat tersebut dapat dilakukan melalui pemberdayaan. Dalam hal ini, masyarakat tidak hanya diberikan pengetahuan, tapi juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi sehingga masyarakat pun dapat memberikan pendapatnya terkait wisata Gili Labak yang mereka miliki.
Pengelolaan wisata Gili Labak juga tidak akan berjalan dengan maksimal apabila tidak mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Dalam hal ini pemerintah merupakan aktor utama yang memberikan dukungan berupa dana yang dapat digunakan untuk pengelolaan wisata Gili Labak. Mengelola wisata alam tentunya membutuhkan dana yang tidaklah sedikit. Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi antara pengurus wisata Gili Labak, masyarakat lokal sekaligus pemerintah. Tanpa adanya kolaborasi akan sulit untuk mengembangan wisata Gili Labak. Sebab, setiap aktor memiliki perannya masing-masing.
Selain itu, karena besarnya dana yang dibutuhkan dalam pengelolaan wisata Gili Labak, pemerintah dan pengurus wisata Gili Labak juga dapat membuat proposal yang menarik perhatian para investor. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pengembangan wisata Gili Labak. Sebab, kurangnya dana dalam pengelolaan wisata selama ini selalu menjadi masalah dalam pengembangan wisata. Maka dari itu, dibutuhkan bantuan dana dari pihak ketiga.
Oleh: Nur Masyitha Arifiyah Mahasiswa Ilkom UTM
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda