Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Menjelajahi Wisata Kuliner di Jalan Surya Kencana Bogor dan Melihat Rumah Kapitan Tan

Menjelajahi Wisata Kuliner di Jalan Surya Kencana Bogor dan Melihat Rumah Kapitan Tan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
16 Maret 2024, 12.37 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Menjelajahi Wisata Kuliner di Jalan Surya Kencana Bogor dan Melihat Rumah Kapitan Tan
Jalan Surya Kencana ( 12/11/2023).Foto : Devi Nurfitriani/Dok. Pribadi

JurnalPost.com - Jalan Surya Kencana merupakan salah satu jalan di Kota Bogor, Jawa Barat yang sampai saat ini dikenal sebagai pusat kuliner dan wisata untuk para pengunjung. Banyak wisata yang ditawarkan di jalan surya kencana seperti Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, Klenteng Hok Tek Bio, beragam Museum dan masih banyak lagi. Untuk mengakses jalan surya kencana sangatlah mudah sekali karena jalan surya kencana ini terletak tidak cukup jauh dari Tugu Kujang Bogor dan terlebih lagi banyak sekali akses kendaraan yang akan membawa ke jalan surya kencana bogor.

Berdasarkan informasi dari Diskominfo Kota Bogor, jalan Surya Kencana berperan sebagai ruas jalan raya Anyer-Panarukan. Di belakang jalan ini terdapat pemukiman warga-warga Tionghoa yang menetap dan tinggal di pemukiman tersebut yang sering disebut sebagai daerah pecinan. Jalan Surya Kencana pada awalnya dibuat atas perintah Gubernur Jendral Daendels pada tahun 1808, pada kala itu masih dikenal dengan Postweg atau Jalan Pos Pada tahun 1970-an, terjadi sebuah peristiwa sejarah yang mengharuskan orang-orang Tionghoa hijrah ke tempat ini dan pada kala itu, kebanyakan warga Tionghoa bertahan hidup dengan cara berdagang. Sehingga pada saat itu jalan Surya Kencana dikenal sebagai nama Handelstraat. Jalan perniagaan ini kemudian berubah menjadi nama Surya Kencana pada tahun 1970.

IKLAN

Jalan Surya kencana juga tidak hanya memusatkan kuliner saja tetapi juga di jalan surya kencana menjual berbagai jenis kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, peralatan rumah tangga, elektronik dan masih banyak lainya. Namun ada makanan khas Bogor yang selalu ada di jalan surya kencana dan menjadi makanan dan minuman khas yang wajib di coba yaitu Soto Mie Bogor , soto kuning dan Es Bir Kotjok yang dengan mudah ditemukan di sepanjang jalan surya kencana. tidak hanya tempat kuliner khas saja sekarang sudah banyak sekali cafe yang memiliki interior di dalamnya namun tidak mengubah kesan peninggalan Tionghoa, dengan banyaknya pilihan kuliner di jalan surya kencana ini akan membuat para pengunjung tertarik untuk datang menjelajahi jalanan surya kencana.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Di jalan surya kencana di setiap sudut banyak sekali rumah peninggalan dari Tionghoa namun ada satu rumah yang masih sangat dirawat sehingga masih terlihat sangat bagus sekali yaitu Rumah Kapitan Tan. Rumah Kapitan Tan selalu tampak tertutup namun sampai saat ini rumah itu masih ditinggali oleh para keturunan Kapitan Tan. Desain rumah tersebut bisa dilihat sangat unik. Perpaduan gaya arsitektur timur dan eropa atau yang dikenal dengan sebutan arsitektur Indis. Sebuah gaya arsitektur yang sangat jarang ada pada masa pemerintahan Belanda di Indonesia saat itu. Maka sampai saat ini rumah Kapitan Tan sangat dirawat dan dijaga sekali namun biasanya jika ada acara rumah Kapitan Tan akan dibuka dan orang-orang yang sedang berwisata kuliner bisa mampir untuk melihat isi di dalam rumah tersebut. Bangunan rumah Kapitan Tan termasuk banguna paling unik sampai saat ini ketika melihat nya secara langsung sangat terkesan unik sekali, Rumah ini akan selalu menjadi rumah ikonik di jalan surya kencana.

IKLAN

Rumah Kapitan Tan, ( 12/11/2023).Foto : Devi Nurfitriani/Dok. Pribadi

Rumah Kapitan tan dimiliki oleh seorang keturunan Tionghoa yang kaya raya dan dihormati pemerintah Belanda pada masa itu. Kapitan Tan terlahir dengan nama Tan Eng Tjoan pada tahun 1835 dari seorang ayah bernama Tan Soeij Tjoe (Pie Sin) dan ibu Bernama Thung Na Nio. Kapitan Tan meninggal pada 27 Oktober 1889 di Buitenzorg yang kini menjadi Bogor. Sebutan Kapitan atau Kapiten pada masa itu bukan merupakan pangkat kemiliteran. Tapi merupakan gelar yang disandang oleh para petinggi atau orang-orang yang terpandang dalam sebuah komunitas masyarakat pada masa itu. Gelar Kapitan Tan diberikan sendiri oleh pemerintah Belanda yang berkuasa pada saat itu. Kapitan Tan merupakan orang terpandang dari komunitas masyarakat Tionghoa yang tinggal di kawasan yang saat ini menjadi Jalan Surya Kencana.

Rumah Kapitan Tan atau rumah peninggalan Kapitan Tan sekarang telah menjadi salah satu bangunan cagar budaya Kota Bogor, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2005. Pengelolaan cagar budaya ini dilakukan secara pribadi dan berada dibawah pengawasan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor. Menurut orang sekitar atau orang asli bogor di setiap sudut dari jalan surya kencana membawa kita kembali ke zaman seperti dulu karena masih banyak nya bangunan - bangunan yang sudah tua tetapi masih terawat sangat baik sekali dan masih terasa sekali keaslian zaman dulu. Meskipun sudah banyak sekali rumah modern yang sudah di bangun sekarang tetap saja saat melihat bangunan - bangunan tua yang masih terawat membuat kita merasakan sangat senang dapat melihat beberapa peninggalan bersejarah di zaman dulu.

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

Oleh: Devi Nurfitriani Mahasiswa Jurusan Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/menjelajahi-wisata-kuliner-di-jalan-surya-kencana-bogor-dan-melihat-rumah-kapitan-tan/66210/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.00 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online
  2. 2

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  3. 3

    Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

  4. 4

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  5. 5

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.