JurnalPost.com - Saat ini, kita mungkin tidak asing lagi dengan istilah globalisasi dan dihadapkan pada salah satu contoh perkembangan teknologi yang sangat pesat. Globalisasi sendiri menurut Wignjosoebroto (1994) didefinisikan sebagai proses terjadinya perluasan skala kehidupan manusia yang multidimensial, dari formatnya yang lokal dan kemudian nasional, untuk menuju format baru yang meliputi seluruh dataran bumi tanpa terkecuali. Mengacu pada definisi tersebut, pada intinya globalisasi merupakan proses tatanan masyarakat yang mendunia dan meleburkan batasan-batasan wilayah geografis untuk menjadi satu kesatuan.
Fenomena globalisasi ini membawa dampak yang sangat besar baik positif maupun negatif di berbagai aspek kehidupan baik di bidang sosial, teknologi, politik, dan tidak terkecuali di bidang ekonomi. Seperti adanya perdagangan internasional misalnya. Adanya globalisasi membawa perubahan pada perdagangan yang semakin terintegrasi antar negara serta kemudahan yang diberikan untuk semua orang bebas melakukan perdagangan dimanapun dan kapanpun. Dengan adanya perdagangan bebas dan perkembangan teknologi yang sangat pesat, hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam dunia kerja. Terlebih lagi, mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menjelaskan bahwa ada sekitar 135 juta angkatan kerja, yang 90 persen diantaranya belum pernah mengikuti pelatihan bersertifikat. Sehingga, dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang lebih luas lagi bagi setiap individu untuk dapat bersaing dan beradaptasi dalam dunia kerja.
Dengan adanya perkembangan teknologi dan pengetahuan ini juga yang pada akhirnya memberikan solusi atas tantangan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat. Seperti dengan hadirnya start up Jobhun. Jobhun (PT. Jobhun Membangun Indonesia) merupakan sebuah start up yang berdiri sejak tahun 2015 yang bergerak di bidang pengembangan karier dengan membantu para generasi milenial dan generasi z untuk mengembangkan karier dan kemampuan yang dimiliki melalui portal lowongan kerja, pelatihan skill yang sedang dibutuhkan, dan konsultasi karier bersama para experts. Di tahun ini, Jobhun memulai kerja sama dengan Kampus Merdeka dalam program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 3 untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang Copywriting Camp selama 4 (empat) bulan. 
Mungkin banyak dari kita belum mengetahui istilah copywriting. Jika kita melihat banyaknya iklan yang muncul di televisi, jingle lagu iklan yang selalu terngiang-ngiang di kepala, atau mungkin iklan yang kita lihat dibaliho, itu adalah contoh nyata dari copywriting. Copywriting sendiri didefinisikan sebagai teknik menulis yang diperuntukkan untuk tujuan periklanan atau bentuk komersial lainnya. Dalam pelatihan skill copywriting ini dilakukan secara online via zoom meeting selama 4 (empat) bulan lamanya dari bulan Agustus - Desember dengan pembagian waktu pengajaran yakni setiap hari Selasa dan Kamis di setiap minggunya.
Dalam pelatihan skill copywriting ini juga kami diajarkan bagaimana membuat script iklan di berbagai jenis media periklanan seperti iklan media televisi, radio, video youtube, baliho, brosur, poster, flyers, dan lain sebagainya. Selain itu kami juga diajarkan dasar struktur copywriting yakni membuat headline, sub-headline, badan copy, dan Call to Action (CTA) untuk menarik pelanggan. Copywriting sendiri diperkirakan akan menjadi salah satu bidang kerja yang menjanjikan di tahun-tahun kedepan. Terlebih saat ini penggunaan media digital sangat berkembang pesat di seluruh dunia sehingga menuntut para perusahaan bisnis untuk memanfaatkan media digital dalam mempromosikan produk atau layanan mereka dan membutuhkan seorang copywriter.
Hadirnya Jobhun sebagai mitra MSIB Kampus Merdeka dalam memberikan pelatihan skill copywriting ini merupakan salah satu jawaban dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Terlebih dalam program ini target yang menjadi sasaran adalah para mahasiswa yang akan menghadapi dunia kerja nantinya. Sehingga, dengan adanya pelatihan ini dinilai sebagai bekal bagi mereka untuk memiliki kemampuan khusus yang dapat dimanfaatkan ketika lulus dari perguruan tinggi nantinya. Hal ini pun nantinya akan mengurangi angka pengangguran di Indonesia karena banyaknya masyarakat yang siap bekerja.
Penulis: Nurul Azizah Salma
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda