Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Mengenal Kampung Tematik yang Menjadi Alternatif Berlibur Sambil Belajar

Mengenal Kampung Tematik yang Menjadi Alternatif Berlibur Sambil Belajar

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
03 April 2022, 15.21 WITA • Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Mengenal Kampung Tematik yang Menjadi Alternatif Berlibur Sambil Belajar
Saung Kuliner Kampung Tematik Mulyaharja

JurnalPost.com - Destinasi pariwisata merupakan sebuah tempat yang memiliki daya tarik untuk dikunjungi bukan hanya karena keindahan alamnya saja namun bisa juga kerena untuk memenuhi rasa penasaran dari para pengunjung. Banyak sekali tempat wisata yang berada di Bogor mulai dari wisata yang menyuguhkan alamnya atau bahkan menjadi tempat wahana bermain. Selain itu di Bogor dapat dikatakan masih belum banyak tempat wisata yang dapat memberikan edukasi saat berkunjung, tetapi hanya memberikan kesenangan semata. Namun, terdapat satu tempat wisata di suatu kecamatan Bogor Selatan yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat wisata serta dapat memberikan edukasi.

Destinasi wisata tersebut banyak dikenal dengan sebutan “Kampung Tematik Mulyaharja” karena makna dari kampung tematik itu sendiri adalah suatu titik sasaran di sebagian kelurahan yang membutuhkan perbaikan agar menjadi lebih baik. Salah satu contoh kelurahan yang masih memiliki potensi untuk diperbaiki adalah Kelurahan Mulyaharja, dimana masih terdapat hamparan sawah yang dimiliki oleh kelurahan tersebut. Sawah-sawah tersebut selain dijadikan sumber untuk lahan pertanian maka dijadikan juga sebagai tempat wisata namun tetap mengedepankan edukasi. Masih banyak orang yang belum mengetahui akan adanya kampung tematik Mulyaharja ini mungkin karena masih belum mendapatkan informasi terkait destinasi wisata tersebut.

IKLAN

Dapat dibilang untuk lokasi dari kampung tematik ini sendiri cukup lumayan jauh dari jalan raya dan harus masuk kedalam gang serta posisinya berada di tengah-tengah permukiman rumah warga. Mungkin terkait lokasi juga menjadi salah satu faktor yang membuat orang berpikir kembali untuk mendatangi destinasi wisata tersebut. Ketika masuk kita harus membeli tiket seharga 10.000 perkepalanya, setelah kita masuk langsung disuguhkan pemandangan hamparan sawah yang sangat luas. Terdapat jembatan kayu yang menghubungi antara jalan utama sampai ketengah sawah. Tentunya terdapat beberapa fasilitas menarik yang disediakan oleh pihak kampung tematik ini.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Jalan Jembatan Kayu

IKLAN

Terdapat banyak spot foto instagrammable yang disediakan untuk yang gemar berfoto. Selain itu terdapat juga saung-saung untuk beristirahat, serta ada tempat kuliner yang mempunyai masakan khas hanya ada di kampung tematik yang wajib untuk dicicipi. Fasilitas lain yang ditawarkan adalah terdapat pilihan paket wisata yang dapat dipilih saat berkunjung kesana seperti paket edukasi, dan paket trekking yang sangat menarik untuk dicoba dan dapat memberikan insight serta pengalaman baru.

Ketika kita memilih paket edukasi disini akan diajarkan dari awal bagaimana cara bercocok tanam, membajak sawah, dan diajari cara membuat pupuk organik yang tentunya diinstukturi langsung oleh petani yang sudah kompeten. Jikalau kita memilih paket trekking terdapat 2 jenis pilihan jalur yang bisa kita ambil, ada yang meeting point-nya dari ‘The Jungle Fest Bogor’ dengan menempuh jarak 1,8 KM. Kemudian pilihan kedua meeting point-nya dari ‘Bogor Grand Forest’ dengan menempuh jarak 4,2 KM.

Dijamin ketika mengikuti salah satu dari paket tersebut tidak akan merasa menyesal karena kapan lagi saat kita berwisata selain hanya merasakan keindahan alamnya saja, tetapi mendapatkan edukasi didalamnya. oleh karena itu, saat berkunjung ke Bogor maka harus datang dan juga merasakan sensasi berlibur sambil belajar di kampung tematik Mulyaharja.

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

Oleh: Mutiara Rizqy, Mahasiswi Komunikasi Sekolah Vokasi IPB

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mengenal-kampung-tematik-yang-menjadi-alternatif-berlibur-sambil-belajar/32326/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 15.04 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pemanfaatan Anyaman Pandan Sebagai Media Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal Aceh Timur

Dari Beban Menjadi Pendapatan: Mengubah TPA Menjadi Aset Ekonomi Daerah

Komunikasi Gender di Lingkungan Mahasiswa: Stereotip, Interaksi Akademik, dan Negosiasi Identitas

UPN “Veteran” Jawa Timur dan UNDIP Perkuat Kerja Sama Akademik di Bidang Pendidikan dan Penelitian

Pilihan Editor

  1. 1 Kedaulatan Rupiah Tak Cukup Berhenti di QRIS
  2. 2

    Tak Selalu Harus dengan Obat: Menjelajahi Teknik Alternatif untuk Mengatasi Ansietas

  3. 3

    Pelaku UMKM Gunung Sari Belajar Digital Marketing dan Promosi Produknya di Sosial Media

  4. 4

    Dari Beban Menjadi Pendapatan: Mengubah TPA Menjadi Aset Ekonomi Daerah

  5. 5

    IPAB, Dinas Arpus Cilacap, dan SIP Publishing Dorong Karya Literasi Masuk ke Industri Kreatif

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.