Bangkalan, JurnalPost.com – Mahasiswa Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memfasilitasi kerja sama antara SLB Samudra Lavender Bangkalan dan Puskesmas Bangkalan dalam rangka meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan warga sekolah.
Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan atau screening, penyuluhan kesehatan berkala, pemeriksaan siswa baru, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri, pelayanan kesehatan umum dan gigi, hingga rujukan apabila diperlukan. Kerja sama tersebut juga diperkuat melalui penyusunan Memorandum of Understanding (MoU).
Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Nailatul Ziyan Dwi Ananta, Azzahra Tasyari, Nurul Istiqomah, dan Fitri Camelia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan screening kesehatan pada Kamis, 30 April 2026, di halaman SLB Samudra Lavender Bangkalan. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa jenjang TK, SD, SMP, SMA, peserta pascalulus, serta para guru.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Bangkalan. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan gigi, telinga, serta pemeriksaan kesehatan bagi siswa SMP dan SMA melalui pengambilan sampel darah.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta didik sekaligus mendeteksi permasalahan kesehatan sejak dini. Dengan begitu, apabila ditemukan kondisi tertentu, dapat segera dilakukan penanganan maupun tindak lanjut yang sesuai.
Selain pemeriksaan kesehatan, mahasiswa Psikologi UTM juga menggelar psikoedukasi bertema “Menanamkan Self Love melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)” pada Senin, 11 Mei 2026.

Kegiatan psikoedukasi tersebut diikuti oleh siswa tunagrahita C3 jenjang SD serta tunagrahita C2 jenjang SMP dan SMA. Tema ini dipilih karena menjaga kebersihan dan kesehatan diri merupakan salah satu bentuk kepedulian serta penghargaan terhadap diri sendiri.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa perilaku hidup bersih dan sehat bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencintai dan merawat diri.
Psikoedukasi dilakukan secara interaktif di dalam kelas dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik siswa. Materi yang diberikan meliputi kesehatan tangan, tata cara mencuci tangan yang baik dan benar, pentingnya memotong kuku secara rutin, menjaga kebersihan gigi dan mulut, cara menyikat gigi yang benar, serta mengenali makanan sehat dan tidak sehat.
Agar siswa lebih mudah memahami materi, mahasiswa memadukan penyampaian edukasi dengan lagu-lagu edukatif sesuai topik yang dibahas. Setelah materi diberikan, siswa mengikuti kuis untuk mengukur pemahaman mereka.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik menggunakan media kreatif yang telah dirancang mahasiswa berdasarkan empat materi utama yang dipelajari. Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak antusias dan aktif mengikuti setiap sesi.
Melalui kegiatan screening kesehatan dan psikoedukasi PHBS ini, siswa diharapkan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menjaga kesehatan fisik, kebiasaan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap diri sendiri. Dengan begitu, siswa dapat membangun pola hidup yang lebih sehat, mandiri, dan positif demi mendukung kesejahteraan mereka secara menyeluruh.
Penulis: Nailatul Ziyan Dwi Ananta, Azzahra Tasyari, Nurul Istiqomah, Fitri Camelia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda