Yogyakarta, JurnalPost.com - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi melaksanakan implementasi Sustainable Development Goal (SDG) nomor 10 tentang Reduced Inequalities atau Berkurangnya Kesenjangan melalui kegiatan berbasis edukasi, inklusi sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan sosial dan ekonomi serta mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mengurangi ketimpangan di lingkungan masyarakat dan kampus. SDG 10 sendiri berfokus pada pengurangan ketimpangan di dalam dan antarnegara dengan mengatasi kesenjangan pendapatan serta berbagai bentuk diskriminasi berdasarkan usia, jenis kelamin, ras, etnis, agama, maupun status ekonomi. Melalui implementasi ini, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih adil dan inklusif.
Implementasi SDG tersebut dilaksanakan oleh Virginia Veinindha Eka Putri Hariadi dan Mutia Anselbareq Rahman, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNY dalam mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan. Tema yang diangkat adalah pengurangan kesenjangan sosial melalui kolaborasi mahasiswa, masyarakat sipil, dan perangkat masyarakat. Kegiatan ini berfokus pada SDG 10 dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan melalui penelitian, kampanye digital, edukasi anti-diskriminasi, serta pemberdayaan kelompok rentan. Dalam implementasinya, mahasiswa juga mengangkat pentingnya dukungan terhadap mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang inklusif.
Materi implementasi mencakup perencanaan program kampanye #KurangiKetimpangan melalui media digital, pelaksanaan workshop public speaking, dukungan terhadap kebijakan anti-diskriminasi, serta evaluasi program melalui pemantauan partisipatif dan pengumpulan data ketimpangan sosial di tingkat lokal. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dan perangkat masyarakat untuk memperkuat advokasi kebijakan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan penelitian mengenai ketimpangan sosial dan ekonomi juga menjadi bagian dari implementasi yang dilakukan untuk menghasilkan rekomendasi berbasis data. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan platform digital seperti Instagram, YouTube, dan media sosial lainnya guna menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran publik mengenai isu ketimpangan.
Menurut Vei, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi muda berpendidikan yang mampu menjadi penghubung antara teori dan praktik di lapangan. “Mahasiswa tidak hanya melakukan analisis, tetapi juga mengambil langkah untuk menerapkan solusi berbasis bukti,” tulis Vei dalam esainya mengenai implementasi SDG 10. Sementara itu, Mutia menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, “Gunakan suara kita untuk meningkatkan kesadaran tentang kemiskinan dan ketimpangan, baik secara daring maupun luring.” Kegiatan ini melibatkan partisipasi mahasiswa dan masyarakat sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pengurangan kesenjangan sosial. Implementasi tersebut juga relevan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Ke depan, UNY berkomitmen untuk terus mendukung implementasi SDGs melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan akademik maupun pengabdian masyarakat. Melalui program-program berbasis keberlanjutan, UNY berharap dapat menciptakan generasi muda yang peduli terhadap isu sosial dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mendorong penelitian, inovasi sosial, kampanye edukatif, serta kolaborasi lintas sektor yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Pengurangan kesenjangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Penulis: Mutia Anselbareq Rahman Virginia Veinindha Universitas Negeri Yogyakarta
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda