JurnalPost.com Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan - Mahasiswa Psikologi Universitas Trunojoyo Madura menggencarkan upaya pengurangan sampah organik dan peningkatan produktivitas tanaman hortikultura melalui program Intervensi Komunitas. Mahasiswa bersama warga mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) dan mengaplikasikannya untuk pertama kalinya di greenhouse wilayah setempat. Kegiatan pengaplikasian pupuk organik cair (POC) berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025 sebagai bagian dari mata kuliah Intervensi Komunitas yang berfokus pada pemberdayaan dan edukasi lingkungan.
Dalam pelaksanaan teknis di lapangan mahasiswa psikologi bekerja sama dengan perangkat desa, ibu PKK, serta narasumber dari mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi untuk mendemonstrasikan pengaplikasian pupuk organik cair (POC) pada tanaman cabai dan tomat. Demonstrasi meliputi penjelasan cara pengaplikasian pupuk, penyaringan pupuk dari residu fermentasi, pencampuran dengan air bersih sesuai takaran, dan penyiraman pupuk yang dilakukan oleh mahasiswa secara bergantian. Kegiatan berlangsung antusias, ibu PKK terlihat aktif bertanya dan turut serta dalam proses penyaringan pupuk. Suasana greenhouse pun ramai oleh demonstrasi dan praktik langsung yang dipandu oleh mahasiswa dan narasumber.
Setelah demonstrasi dan praktik bersama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyerahan pupuk yang berhasil difermentasi, tanaman tomat sebagai kenang-kenangan untuk desa, serta bahan utama pembuatan pupuk organik cair (POC) untuk mendukung desa dalam pengolahan pupuk secara mandiri. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada kepala desa, kemudian dilanjutkan dengan serah terima tanggung jawab kepada perwakilan ibu PKK. Dalam kesempatan tersebut, kepala desa menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa khususnya dalam mendorong masyarakat untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari agenda sebelumnya, yaitu “Pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga sebagai Pupuk Organik Cair dalam Upaya Mendukung Budidaya Tanaman Hortikultura pada Kelompok Ibu PKK” yang dilaksanakan pada Selasa, 11 November 2025 di Balai Desa Lama. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara memilah limbah yang tepat untuk pupuk organik cair (POC), yaitu menggunakan limbah kotor seperti kulit telur, sisa sayur, tulang, atau ampas makanan yang sudah rusak, bukan limbah bersih yang lebih cocok untuk eco enzyme. Narasumber menjelaskan bahwa pupuk organik cair (POC) penting bagi desa karena ekonomis, ramah lingkungan, dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman tanpa harus membeli pupuk kimia yang justru dapat mencemari tanah.
Pelatihan tersebut berfokus pada peningkatan keterampilan warga dalam mengolah limbah rumah tangga. Materi pelatihan mencakup langkah-langkah praktis pembuatan pupuk organik cair (POC): menyiapkan wadah dengan tutup rapat seperti galon bekas, memotong limbah, kemudian mencampurkannya dengan larutan gula merah, air, cairan EM-4, dan garam lalu memfermentasi selama 2-4 minggu hingga cairan berubah gelap dan siap digunakan. Peserta juga dibekali pengetahuan tentang proses fermentasi yang memerlukan kesabaran, membuka tutup wadah setiap hari di minggu pertama untuk mengeluarkan gas, dan mengurangi frekuensinya saat memasuki minggu ketiga. Setelah matang, pupuk organik cair (POC) disaring, diencerkan dengan air (1:10 untuk penyiraman atau 1:15 untuk semprotan), dan dalam 2-3 minggu tanaman akan terlihat lebih hijau dan sehat. Harapannya sampah organik yang dihasilkan warga dapat dimanfaatkan secara optimal dan mendorong penerapan pengelolaan lingkungan yang lebih ramah.
Adapun mahasiswa yang terlibat dan berkontribusi dalam rangkaian kegiatan ini meliputi: Andre Syaiful Rahman sebagai ketua pelaksana, Adrian Maulana, Rahma Farida Sovirilla, Mauliddinda Aprilia PW, Rodiyeh Wulandari, dan Vanny Rosadalina Rachman. Seluruh mahasiswa terlibat dalam proses perencanaan, pelatihan, pendampingan masyarakat, hingga pelaksanaan pengaplikasian pupuk organik cair (POC) di lapangan. Kegiatan ini turut didampingi oleh Muhammad Rayhan Putra Guztandy yang sekaligus berperan sebagai narasumber, beliau merupakan mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi yang berpengalaman terkait pengolahan limbah di Turun Tangan Surabaya, Green Generation Surabaya, dan penelitian OPSI 2024.
Dengan adanya pelatihan dan praktik pengaplikasian pupuk organik cair (POC) ini, tim mahasiswa berharap masyarakat dapat semakin mandiri dalam mengelola pertanian di lingkungannya. “Kami ingin program ini berkelanjutan. Ibu-ibu PKK sudah kami bekali bahan- bahan utama pembuatan POC lengkap seperti gula merah, garam, cairan EM-4 dan panduan tertulis agar mereka bisa terus memproduksi secara mandiri,” ujar Andre Syaiful Rahman, ketua pelaksana. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal yang memperkuat kerja sama antara UTM dan pemerintah desa dalam pengembangan program berbasis lingkungan. Melalui upaya bersama ini, masyarakat diharapkan mampu terus mengembangkan praktik agrikultur yang lebih sehat, produktif, dan bermanfaat bagi kualitas hidup sehari-hari.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda