JurnalPost.com - Program ‘Klampid New Generation’ atau KNG merupakan inovasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya untuk mempermudah warga Surabaya dalam melakukan pengajuan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Program ini tersedia di 2 platform, yaitu website dan aplikasi. Adanya aplikasi KNG diharapkan dapat mempermudah warga dalam mengurus administrasi kependudukan secara efisien, cepat, dan akurat karena tidak perlu repot untuk mengantri di instansi pelayanan. Keuntungan lainnya, warga dapat mengakses aplikasi tersebut di mana saja dan kapan saja dengan catatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diajukan harus berdomisili Kota Surabaya.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Melalui program kampus merdeka, dengan memberi kesempatan pada mahasiswa untuk menggali pengalaman di bidang pekerjaan. Program kampus merdeka tersebut adalah Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Kerjasama tersebut sudah berlangsung hingga batch 3. Di sini, Mahasiswa Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 3 (18 Agustus - 24 Desember 2022) yang ditugaskan di instansi Kelurahan.
Mahasiswa MSIB batch 3 yang ditugaskan di Medokan Ayu, memiliki jobdecs untuk membantu melakukan pelayanan administrasi kependudukan. Permohonan yang diajukan oleh warga, selanjutnya diunggah melalui Klampid dan produk yang dihasilkan kemudian akan dikembalikan kepada warga yang bersangkutan. Kelurahan Medokan Ayu memiliki jumlah penduduk yang banyak, sehingga proses pengajuan administrasi kependudukan membutuhkan waktu yang lebih lama, yang awalnya hanya 3-14 hari menjadi 14 hari lebih. Untuk memangkas waktu yang dibutuhkan, mahasiswa MSIB melakukan optimalisasi Klampid New Generation kepada warga. Sehingga warga dapat mengajukan secara mandiri dengan cepat, akurat dan efektif. Warga dapat mengecek progress permohonan yang diajukan, apakah sudah diproses, data belum lengkap, dibatalkan petugas dan telah selesai. Untuk pengajuan KTP elektronik, dapat nomor urut antrian cetak.
Untuk mengoptimalkan pelayanan di Kelurahan Medokan Ayu, mahasiswa MSIB melakukan pelayanan di Kelurahan setiap hari senin-sabtu dan Balai RW “Sayang Warga” yang dilaksanakan setiap hari selasa malam dan jumat. Mahasiswa MSIB tidak hanya melakukan pelayanan, tetapi juga memberikan informasi arahan berupa sosialisasi secara personal kepada warga yang akan mengajukan permohonan administrasi kependudukan melalui Klampid New Generation.
Mahasiswa MSIB juga memberikan lembaran pamflet tentang tata cara dan menu apa saja yang dapat diakses melalui program Klampid tersebut, disertai dengan monitoring secara berkala melalui hotline Kelurahan Medokan Ayu. Dengan adanya sosialisasi dan monitoring secara berkala, diharapkan program Klampid New Generation dapat memberikan manfaat kepada warga semaksimal mungkin. Manfaat yang didapatkan warga dapat mengajukan permohonan secara fleksibel, dimana saja dan kapan saja. Tidak perlu mengantri dan menunggu lebih lama. Beberapa permohonan administrasi kependudukan yang dapat dilakukan secara mandiri oleh warga adalah sebagai berikut :
1. Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), 2. Kartu Identitas Anak (KIA), 3. KK Barcode, 4. Pecah KK, 5. Pindah keluar, 6. Akta kelahiran, 7. Kutipan Kedua Akta Kelahiran, 8. Akta kematian, 9. Perubahan biodata, 10. Pemutakhiran Gelar, 11. dan lain-lain.
Menu-menu di atas dapat diajukan secara mandiri oleh warga tanpa perlu datang ke instansi pelayanan, seperti Kecamatan dan Kelurahan. Pemohon dapat mengajukan sesuai dengan NIK masing-masing, aturan ini mutlak tidak dapat diwakilkan. Pamflet tata cara KNG biasanya dibagikan saat pelayanan di Kelurahan dan di Balai RW (Sayang Warga) yang merupakan kegiatan rutin pelayanan administrasi kependudukan oleh kebijakan Pemerintah Kota Surabaya. (daw)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda