JurnalPost.com - Mahasiswa/i KKN Tematik Inovasi IPB University 2024 di Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, mengadakan sosialisasi akan pentingnya pembukuan keuangan untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), dan pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Setelah sebelumnya mengadakan pendampingan kepada salah satu UMKM Kuliner yang ada di Desa Maleber, yaitu Dapur D’Ahsan, mulai dari pendampingan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) hingga mendapatkan SPP-IRT (Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga), lalu membantu masuk ke dunia digital dengan membuat akun Instagram dalam kurun waktu hampir satu bulan. Mahasiswa/i KKN-TI IPB University Desa Maleber melanjutkan kegiatannya dengan mengadakan sosialisasi yang berfokus kepada pembukuan keuangan UMKM dan pembuatan QRIS yang berlangsung pada (29/07/24) silam.
Sosialisasi diawali dengan memberikan penjelasan tentang apa itu UMKM, dan ciri-ciri dari tiap-tiap usaha. Sembilan UMKM yang disambangi merupakan usaha mikro yang masih belum menerapkan pembukuan keuangan dan juga menggunakan QRIS. Setelah itu, dijabarkan mengenai apa itu Manajemen Keuangan, dan pentingnya untuk keberlangsungan UMKM. Barulah diadakan sesi demonstrasi bagaimana pencatatan keuangan secara sederhananya dapat diimplementasikan untuk UMKM.
Selagi demonstrasi berlangsung, Mahasiswa/i IPB juga membagikan Buku Catatan Keuangan dan E-book Panduannya yang sudah disusun sebelumnya, dan bisa UMKM gunakan secara terus menerus.

Selain itu, diadakan pula sosialisasi akan pentingnya penggunaan QRIS di era digitalisasi 5.0 ini. Alasan sosialisasi ini diadakan juga karena banyaknya masyarakat yang menanyakan ketersediaan QRIS sebagai metode pembayaran di UMKM tersebut. "Selama seminggu kami menyambangi beberapa UMKM yang ada di Desa Maleber ini, beberapa memang menyatakan bahwa para pelanggannya menanyakan 'Apa bisa membayar menggunakan QRIS?', namun masih ada juga yang merasa belum membutuhkannya," ujar M. Zepri Saputra, selaku Koordinator KKN-TI Desa Maleber. Salah satu pelaku usaha juga menyebutkan bahwa penggunaan QRIS sangat digemari masyarakat khususnya di Desa Maleber sendiri yang dekat dengan pusat Kota Cianjur.
Dengan sembilan UMKM yang diberikan sosialisasi, Mahasiswa/i KKN dari IPB ini berharap agar UMKM ini dapat melanjutkan apa yang sudah disosialisasikan, dan UMKM di sekitarnya bisa mengikuti perkembangannya. "Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap bahwa UMKM di Desa Maleber dapat lebih siap dan mampu bersaing di era digital, serta mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing mereka," ujar Ladwisya Andava Rayyan, selaku Penanggung Jawab Program Kerja Maleber Go-Digital ini.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda