JurnalPost.com - Indonesia merupakan negara dengan ragam suku budaya yang berbeda. Setiap daerah memilki bahasa daerahnya masing-masing. Universitas merupakan tempat berkumpulnya orang-orang dari latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda untuk menempuh pendidikan dan mendapatkan gelar sarjana. Namun, apa yang akan terjadi jika orang-orang dari latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda tersebut berkomunikasi satu sama lain tanpa adanya bahasa pemersatu yaitu bahasa Indonesia?
Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. Sebab, bahasa memiliki kekuatan yang menjadi identitas suatu bangsa. Akan tetapi, masih kuatnya etnosentrisme pada orang-orang yang berasal dari daerahnya masing-masing membuat terhambatnya komunikasi satu sama lain. Hal ini juga memungkinkan terjadinya di lingkungan universitas. Sebagai contoh, ketika mahasiwa berkumpul mengerjakan tugas kelompok, anggota lainnya dengan suku dan bahasa yang sama lebih bergaul dan berkomunikasi dengan anggota sesamanya,sedangkan anggota lain yang tidak memahami bahasanya tersebut merasa terasingkan. Selain menjadi alat pemersatu bangsa, bahasa Indonesia berperan sebagai cerminan karakter bangsa Indonesia sehingga harus digunakan sesuai dengan konteks dan kedudukannya dengan baik dan benar.
Dalam melaksanakan proyek ini menggunakan metode Project Based Learning (PjBL). Project Based Learning adalah sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang memberikan kesempatan para siswa untuk memperdalam pengetahuannya sekaligus mengembangkan kemampuan melalui kegiatan problem solving dan investigasi. Goodman dan Stivers (2010) mendefinisikan Project Based Learning adalah pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.
Beberapa mahasiswa Universitas Sumatera Utara dari berbagai fakultas dan tergabung dalam kelas Pendidikan Pancasila 8 serta terbentuk dalam Kelompok 5 yang terdiri dari Zikri Ryan Hanafi Simamora (NIM: 210306010), Giwang Alyada Sebayang (NIM: 210200156), Daniel Breslyn Panggabean (NIM: 210907024), Dwi Aulia Viranti (NIM: 210306053), Fayyaza Fauzi (NIM: 210200455), dan Elvina Damayanti (NIM: 210805036), melakukan proyek berupa permaianan bahasa dan wawancara terhadap beberapa mahasiswa di lingkungan mahasiswa S1 USU tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan terkait Sila Ketiga Pancasila dikalangan Mahasiswa S1 Universitas Sumatera. Kegiatan ini dilaksanakan karena mengikuti program kurikulum Merdeka Belajar dengan harus melaksanakan tugas proyek MKWK dalam matakuliah Pendidikan Pancasila yang diampu oleh dosen Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kesos.
Hasil dari permainan bahasa dan wawancara yang telah dilakukan di lingkungan USU, beberapa mahasiswa USU terdapat terjadinya miskomunikasi antara kedua mahasiswa yang menggunakan bahasa yang berbeda. Mahasiswa yang berasal dari daerah lebih mengutamakan menggunakan bahasa daerahnya daripada menggunakan bahasa Indonesia. Ketika para mahasiswa berkomunikasi satu sama lain terjadi miskomunikasi diantara para mahasiswa tersebut, hal ini menjadi bukti pengunaan bahasa yang berbeda dapat menjadi penghambat berkembangnya pendidikan di Indonesia.
Sesuai dengan permasalahan yang kami angkat dan point SDG's yang dipakai Tujuan 04 Pendidikan Berkualitas (Quality Education), yaitu memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua. Jika ingin tercapainya pendidikan yang berkualitas, maka sudah seharusnya terjadi komunikasi yang baik di dalamnya. Dimana sudah seharusnya bahasa Indonesia menjadi bahasa yang utama sekaligus sebagai bahasa persatuan dipakai didalam dunia pendidikan Indonesia. Bahasa Indonesia juga harus diutamakan baik di dalam lingkungan perkuliahan, kehidupan sehari-hari, maupun kehidupan bermasyarakat. Kita juga wajib melestarikan kebudayaan daerah, penggunaan bahasa daerah juga diperbolehkan saja, selagi masih berada diranahnya. Ketika sudah berada di tempat umum sudah seharusnya sebagai rakyat Indonesia kita menggunakan bahasa yang telah disepakati bersama yaitu bahasa Indonesia.
Link vidio proyek: https://youtu.be/4N3hqez2MDU
Daftar pustaka: Nurdjan,S., Firman., Mirnawati. (2018). Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Makassar: Aksara Timur. Nurhayati, A. S., & Harianti, D. Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) https://sibatik.kemdikbud.go.id/inovatif/assets/file_upload/pengantar/pdf/pengantar_5.pdf diakses pada 6 April 2022 pukul 23.58
Penulis: Zikri Ryan Hanafi Simamora
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda