27.7 C
Jakarta
Minggu, Januari 17, 2021

Libur Panjang jadi ajang Kreativitas

daur ulang sampah

Jurnalpost – Daur ulang adalah pengolahan limbah atau sampah rumah tangga menjadi produk baru yang bermanfaat untuk melestarikan lingkungan. Pengabdian kepada masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah ini memilih kardus dan botol sebagai objek daur ulang. Kardus dan botol minum banyak ditemukan di sekitar lingkungan tempat praktik, kurangnya pengetahuan dan daya tarik masyarakat untuk mengolahnya menjadikan limbah rumah tangga menjadi barang yang menumpuk dan tidak terawat yang nantinya di jual di tukang rosok, di bakar, ataupun hanya di buang.

Tujuan dari pengabdian ini adalah emberikan pelatihan kepada masyarakat khususnya remaja dan anak-anak untuk berkreasi mendaur ulang barang bekas yang baru dan lebih bermanfaat dan mengisi waktu libur panjang akibat pandemi dengan berkreasi sendiri di rumah.

Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan langsung di lingkungan sekitar. Sistem pengabdian ini menggunakan cara eksperimentatif yaitu memberikan pelatihan langsung kepada anak-anak yang tinggal di wilayah Perumahan Palir Asri dengan bahan-bahan yang telah disiapkan sebagai media pelatihan.

Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif yang berguna untuk menghimpun, memilah, menganalisis, dan mengevaluasi informasi yang diperoleh. Melalui pengabdian ini diperoleh hasil bahwa kardus dan botol minum dapat diolah menjadi produk baru dan memiliki nilai estetik dan fungsional dan skill untuk berkreasi sendiri di rumah selama masa libur panjang akibat pandemic covid-19.

Wabah covid-19 membuat pemerintah memberikan keputusan untuk meliburkan sekolah atau mengganti proses pembelajaran tatap muka dengan proses pembelajaran daring di rumah menggunakan teknologi handphone dan jaringan internet. Siswa dibiasakan untuk berliterasi menggunakan handphone di dalam rumah. Salah satu literasi softwere yang digunakan adalah YouTube untuk memperoleh informasi dengan media audio visual. Di rumah anak-anak tidak hanya bisa belajar menggunakan handphone tetapi dapat belajar berkreasi secara mandiri di rumah dengan mengolah sampah rumah tangga seperti kardus dan botol bekas.

Pada kesempatan pengabdian masyarakat kali ini, khususnya di lingkungan Perumahan Palir Asri, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Lokasi ini banyak di temukan sampah kardus dan botol. Sampah rumah tangga tersbut terbuang percuma oleh masyarakat sekitar karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan untuk mendaur ulang atau memanfaatkannya kembali. Melalui program ini saya berkesempatan memberikan keterampilan sederhana mendaur ulang kardus dan botol menjadi sebuah produk baru yang memiliki nilai estetis dan fungsional.

Pengabdian kepada masyarakat ini sasarannya adalah anak-anak dan remaja yang memiliki kemauan untuk meningkatkan keterampilan dalam mengolah barang bekas menjadi barang baru yang bermanfaat. Dalam pelaksanaannya PKM ini memberikan pelatihan membuat mainan dari kardus dan botol bekas. PKM ini merupakan kegiatan pelatihan yang diharapkan mampu menjalin kerjasama dengan masyarakat sekitar dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang di peroleh untuk menjawab permasalahan yang ada di masyarakat.

Daur ulang adalah suatu proses yang menjadaikan barang bekas atau sampah rumah tangga menjadi barang baru yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai estetika. Tujuan dari daur ulang adalah mengurangi penumpukan sampah. Maka dari itu untuk Pengabdian Kepada Masyarakat ini ada beberapa hal yang perlu di pahami yaitu :

a. Sumber Daya Materi (Bahan Baku)
Sampah rumah tangga seperti kardus dan botol plastik yang banyak di temua di wilayah perumahan Palir Asri. Kardus yang di gunakan yaitu kardus bekas snack atau jajanan, dan kardus yang tebal. Selain itu ada botol bekas yang sudah tidak terpakai dan sulit diurai oleh tanah dapat di daur ulang kembali. Tutup botol dapat di buat menjadi roda, dan plastic pada botol dapat di buat hiasan Bungan atau daun.
b. Sumber Daya Manusia
Peserta pelatihan berjumlah 5 orang bergiliran yang terdiri dari anak-anak setara sekolah dasar dengan status ekonomi dan social merupakan masyarakat menengah kebawah. Anak-anak lebih suka belajar sambil bermain, maka dari itu dalam hal ini pelatihan bertujuan agar anak-anak dapat belajar mengembangkan kreaktifitas mereka sambil bermain agar tidak mudah bosan belajar dirumah saat masa pendemik.

Adapun tujuan dari kegitan pengabdian ini adalah untuk menanamkan pola pikir kepada masyarakat bahwa dengan kreaktivitas barang yang tidak bermanfaat dapat dimanfaatkan kembali, menanamkan sikap kemandirian kepada para peserta pelatihan, melatih kepekaan peserta untuk mejadikan anak-anak dan remaja putus sekolah memiliki pribadi yang berguna bagi masyarakat, dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk bereksplorasi sesuai kemampuan masing-masing.

Dari tulisan diatas dapat simpulkan bahwa covid-19 tidak menjadi halangan anak-anak untuk mengembangkan kreaktivitas dan ide-ide terbaik mereka secara mandiri dirumah. Dan juga anak-anak atau remaja yang putus sekolah mendapatkan pelatihan skill yang dapat bermanfaat untuk pribadi mereka.

Sumber :
Susy Irma Adisurya, SEMINAR NASIONAL – Pengabdian Kepada Masyarakat, PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA (KARDUS, KALENG, KORAN DAN MAJALAH) MENJADI ELEMEN DEKORATIF DENGAN TEKNIK MELUKIS CAT AIR DI ATAS KORAN BEKAS, Jakarta Barat, 2015

Biodata Penulis
Rizqi Annisa
1703016133
Pendidikan Agama Islam
Kelompok KKN 65 UIN Walisongo Semarang

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini