27.7 C
Jakarta
Minggu, Januari 17, 2021

Pengmas Kewirausahaan Untuk Remaja di Kecamatan Bubutan

Edukasi Kewirausahaan dari Fakultas Psikologi UNAIR Untuk turut Memberdayakan Potensi diri dalam kewirausahaan pada Remaja

JURNALPOST – Kewirausahaan menjadi area yang banyak diminati oleh khalayak pada saat ini. Tidak hanya sekedar menarik, namun ternyata kegiatan berwirausaha memberikan manfaat penting bagi diri sendiri maupun lingkungan. Pemerintah pun menaruh perhatian pada peran kewirausahaan pada pendidikan di Indonesia. Kurikulum pendidikan menengah dan lanjutan telah memasukkan muatan kewirausahaan sebagai komponen dalam kegiatan belajar mengajar.

Hal ini menunjukkan bahwa kewirausahaan bukan sekedar kegiatan menghasilkan pendapatan semata, namun penting untuk pengembangan karakter dan kualitas pribadi. Faktanya, belum semua orang khususnya generasi muda tergugah untuk menjadi wirausahawan karena minimnya pengetahuan dan keterampilan yang memadai, meskipun sebenarnya mereka memiliki potensi dan keinginan untuk berwirausaha.

Sejalan dengan hal tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan program yang bertujuan untuk menginisiasi remaja untuk memberdayakan potensi yang mereka miliki sehingga mampu mengembangkan semangat dan pengetahuan menjalankan wirausaha. Tema yang diusung adalah Program Pemberdayaan Potensi Diri dalam Kewirausahaan pada Remaja. Kegiatan tersebut berjalan atas kerjasama dengan Posyandu Remaja yang dinaungi oleh Puskesmas Gundih Surabaya. Kegiatan berlangsung secara virtual melalui Zoom pada Minggu, 22 Agustus 2020 dengan dihadiri oleh sebanyak 30 anggota dan kader Posyandu Remaja Gundih Jaya, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Sharing Session
Sharing Session dengan Wirausaha Muda Secara Virtual

Dosen Fakultas Psikologi UNAIR, Tiara Diah Sosialita, M.Psi., Psikolog selaku ketua panitia kegiatan mengungkapkan bahwa kewirausahaan dapat menjadi solusi bagi generasi muda dalam mengarahkan diri mereka pada kegiatan yang produktif. Selain itu, kegiatan ini juga dipilih berdasarkan hasil analisis kebutuhan pada para remaja di Kecamatan Bubutan, imbuh Dosen dari Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental tersebut.

“Kami melakukan pengambilan data awal dan analisis kebutuhan di daerah Bubutan Surabaya. Hasilnya, banyak dari penduduk usia muda menunjukkan ketertarikan dan minat di bidang kewirausahaan, sayangnya kebanyakan dari mereka belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar yang mendukung. Akhirnya, kami mempertimbangkan untuk membuat program pemberdayaan potensi remaja di bidang kewirausahaan sebagai solusi atas kebutuhan sasaran terhadap edukasi kewirausahaan.”, jelasnya.

Pelaksanaan program edukasi kewirausahaan tersebut, tambah Tiara, diharapkan mampu menjadi solusi yang tepat guna karena sejalan dengan ketertarikan dan minat para remaja sendiri. Kegiatan tersebut menyasar anggota Posyandu Remaja dengan tujuan menempatkan remaja sebagai agen perubahan dan inisiator bagi remaja-remaja lain untuk mengembangkan produktivitas, kualitas, dan karakter diri di era industri 4.0 yang menuntut kompetisi global.

Tiara menjelaskan bahwa kegiatan edukasi kewirausahaan yang diberikan meliputi edukasi pengetahuan melalui penyampaian materi kewirausahaan yang diberikan oleh M. Haris, S.E. selaku narasumber sekaligus wirausahawan muda dan pemutaran video animasi tentang seluk beluk kewirausahaan. Selain itu, edukasi keterampilan kewirausahaan juga diberikan melalui sharing session dari narasumber berkenaan dengan pengalaman praktis dari awal terjun sebagai wirausahawan dan tips memaksimalkan potensi diri untuk menjadi wirausahawan muda yang sukses.

Pemutaran Video Edukasi Kewirausahaan
Pemutaran Video Edukasi Kewirausahaan

“Berwirausaha berarti mengembangkan kemampuan untuk mengkreasikan dan mengerjakan sesuatu dengan cara yang baru (inovatif) dan berbeda (kreatif)”, ungkap narasumber. “Tidak hanya itu, menjadi wirausahawan juga mendorong kita menumbuhkan soft skills yang bermanfaat dalam kehidupan, diantaranya kejujuran, kedisiplinan, komitmen, kemandirian, keterampilan interpersonal, keberanian menghadapi risiko, kepemimpinan, tanggung jawab, problem solving, serta kemampuan analisa situasi”, imbuhnya.

Karakter baik yang tercermin dalam seorang wirausahawan inilah yang berusaha untuk ditumbuhkembangkan pada sosok remaja sebagai calon penerus kemajuan bangsa.

Sebelum materi diberikan, peserta pelatihan diminta untuk mengerjakan pretest untuk mengukur sejauh mana pengetahuan mereka tentang kewirausahaan sebelum diberikan materi. Selanjutnya, peserta juga diminta mengerjakan posttest setelah pemaparan materi sehingga dapat dilihat perubahan peningkatan pengetahuan melalui edukasi kewirausahaan yang telah dilakukan. Pemberian pretest dan posttest dengan pengisian kuesioner berisi soal-soal kewirausahaan secara daring.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut mendapat respon positif dari peserta. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan kegiatan, peserta mengungkapkan kepuasan dan kebermanfaatan terhadap program tersebut. Mereka berharap adanya program-program serupa dengan materi yang lain dapat dilakukan. Secara keseluruhan, kegiatan pemberdayaan potensi diri dalam kewirausahaan melalui edukasi pada remaja berjalan dengan lancar.

“Edukasi melalui pemberian materi yang telah disampaikan, pemutaran video, dan sharing session kewirausahaan ternyata mampu meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan kewirausahaan yang sebelumnya kurang dimiliki oleh remaja. Hal tersebut kemudian diharapkan mampu memotivasi remaja dalam memberdayakan potensi diri dan mengembangkan karakternya sehingga terciptalah pemuda yang berkualitas serta produktif. Ini juga menjadi batu loncatan untuk membuat remaja memiliki ketertarikan berwirausaha”, pungkas Tiara.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini