Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  2. Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  3. Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  4. DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

  5. Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

A
Penulis: AGUNG TRI SETIO BUDI: Afiliasi: Program Studi DIII Keperawatan, Politeknik Yakpermas Banyumas.
02 November 2026, 18.02 WITA Editor: Rafi Adinata
5 menit baca
dok penulis

CILACAP, JurnalPost.com — Kepatuhan menjalani pengobatan menjadi salah satu tantangan dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Selain pendampingan tenaga kesehatan, keterlibatan keluarga dinilai memiliki peran penting dalam membantu pasien mengonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran medis.

Sebuah penelitian yang dilakukan mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan Politeknik Yakpermas Banyumas, Agung Tri Setio Budi, di Puskesmas Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada 2026 menunjukkan tingkat kepatuhan minum obat yang tergolong tinggi di antara responden penelitian.

IKLAN

Dari 33 responden keluarga pasien yang dilibatkan, sebanyak 31 responden atau 93,94 persen masuk kategori patuh minum obat. Sementara itu, dua responden lainnya atau 6,06 persen berada dalam kategori tidak patuh.

Comforting Support in a Warm Living Room
Baca Juga

Di Antara Nilai Budaya dan Kesehatan Mental: Mengapa Tidak Semua Luka Berani Diceritakan?

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa sebagian besar keluarga memberikan dukungan yang baik terhadap anggota keluarganya yang menjalani pengobatan gangguan jiwa.

Sebanyak 22 responden atau 66,67 persen tercatat memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik, sedangkan 11 responden lainnya atau 33,33 persen berada pada kategori cukup.

Temuan ini menjadi gambaran mengenai kondisi pendampingan keluarga dan kepatuhan pengobatan pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Binangun.

Penelitian Libatkan 33 Keluarga Pasien Gangguan Jiwa

Penelitian bertajuk Gambaran Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien dengan Gangguan Jiwa di Puskesmas Binangun Kabupaten Cilacap Tahun 2026 tersebut menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.

hustle culture pandangan sartre byung chul han
Baca Juga

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Peneliti mengambil sampel dari populasi 90 keluarga pasien yang masih menjalani pengobatan. Sebanyak 33 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Responden merupakan keluarga inti atau orang terdekat yang tinggal bersama pasien dan memiliki keterlibatan dalam pendampingan pengobatan.

Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang memuat pertanyaan mengenai dukungan keluarga dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat.

Dalam dokumen penelitian disebutkan bahwa pengambilan data dilakukan pada 1 Juli 2026.

Seseorang berbaring di lantai dengan kaki bertumpu pada kursi putar tua, menggambarkan rasa enggan memulai pekerjaan.
Baca Juga

Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

Berdasarkan karakteristik usia, sebanyak 13 responden atau 39,39 persen merupakan kelompok lanjut usia berumur 60 tahun ke atas. Kemudian, 11 responden atau 33,34 persen berusia 18–44 tahun, sedangkan sembilan responden atau 27,27 persen berada pada rentang usia 45–59 tahun.

Dari sisi jenis kelamin, mayoritas responden merupakan perempuan, yakni 21 orang atau 63,64 persen. Adapun responden laki-laki berjumlah 12 orang atau 36,36 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa perempuan dan anggota keluarga lanjut usia memiliki keterlibatan cukup besar sebagai pendamping pasien dalam kelompok yang diteliti.

Dukungan Keluarga Dinilai Penting dalam Pengobatan

Dalam pembahasan penelitian, dukungan keluarga dijelaskan tidak hanya berupa pengawasan terhadap jadwal minum obat, tetapi juga mencakup perhatian emosional, bantuan dalam aktivitas sehari-hari, pemberian informasi, hingga dukungan untuk mengakses layanan kesehatan.

Keluarga dapat membantu pasien mengingat jadwal pengobatan, mendampingi pemeriksaan kesehatan, serta memastikan pasien mendapatkan informasi mengenai penggunaan obat sesuai petunjuk tenaga medis.

Pendampingan tersebut menjadi perhatian karena penanganan gangguan jiwa dalam sejumlah kondisi memerlukan pengobatan jangka panjang dan pemantauan secara berkelanjutan.

IKLAN

Dalam kesimpulan karya tulis ilmiahnya, Agung menyatakan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik dan berada dalam kategori patuh menjalani pengobatan.

Mayoritas dukungan keluarga pada kategori baik dan mayoritas kepatuhan minum obat dalam kategori patuh.

Meski demikian, penelitian yang bersifat deskriptif tersebut belum membuktikan hubungan sebab-akibat antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat.

Hasilnya terutama menggambarkan kondisi yang ditemukan pada responden, bukan memastikan bahwa dukungan keluarga merupakan satu-satunya faktor yang menentukan kepatuhan pasien.

Dua Responden Masih Mengalami Ketidakpatuhan Pengobatan

Di tengah tingginya persentase kepatuhan, penelitian ini juga mencatat dua responden yang masuk kategori tidak patuh dalam mengonsumsi obat.

Pembahasan penelitian menyoroti sejumlah persoalan yang dapat memengaruhi keberlanjutan pengobatan, antara lain pemahaman keluarga mengenai perawatan pasien di rumah, keteraturan melakukan pemeriksaan kesehatan, serta ketersediaan dukungan moral.

Selain itu, kepatuhan pengobatan dapat berkaitan dengan pemahaman pasien terhadap manfaat obat, efek samping yang dirasakan, dan kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, pendampingan keluarga perlu berjalan bersama pelayanan tenaga kesehatan agar pasien memperoleh informasi yang benar mengenai pengobatannya.

Dokumen penelitian juga mencatat bahwa pada 2026 terdapat 190 kasus gangguan jiwa yang ditangani di wilayah Puskesmas Binangun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 pasien tercatat masih menjalani pengobatan.

Kondisi ini memperlihatkan pentingnya kesinambungan pelayanan kesehatan jiwa di tingkat puskesmas, termasuk pemantauan pasien yang menjalani terapi di rumah.

Edukasi Keluarga dan Pendampingan Tenaga Kesehatan

Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan edukasi kepada keluarga menjadi salah satu langkah yang direkomendasikan untuk mendukung keberlanjutan pengobatan pasien gangguan jiwa.

Tenaga kesehatan, khususnya perawat, diharapkan dapat lebih aktif melibatkan keluarga dalam memberikan informasi mengenai perawatan pasien dan pentingnya mengikuti anjuran pengobatan.

Keluarga juga diharapkan terus meningkatkan dukungan positif, termasuk mengingatkan jadwal minum obat, mendampingi pemeriksaan, dan memperhatikan perubahan kondisi kesehatan anggota keluarganya.

Sementara itu, penelitian lanjutan dinilai diperlukan untuk mengkaji faktor lain yang memengaruhi kepatuhan pengobatan, seperti efek samping obat, akses pelayanan kesehatan, dan peran kader kesehatan masyarakat.

Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan 33 responden di satu wilayah puskesmas. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner juga memiliki potensi bias berdasarkan jawaban responden.

Dengan demikian, hasil penelitian belum dapat digunakan untuk menggambarkan tingkat kepatuhan seluruh pasien gangguan jiwa di Kabupaten Cilacap.

Kendati demikian, temuan tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya keterlibatan keluarga dalam mendampingi pasien menjalani pengobatan.

Kerja sama antara keluarga, pasien, dan tenaga kesehatan diharapkan dapat membantu menjaga kesinambungan perawatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup orang dengan gangguan jiwa di lingkungan masyarakat.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/penelitian-cilacap-kepatuhan-minum-obat-pasien-gangguan-jiwa/98477/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 13.08 WITA

  • #Cilacap
  • #Kesehatan Mental
  • #Puskesmas Binangun
  • #dukungan keluarga
  • #gangguan jiwa
  • #kepatuhan minum obat
  • #keperawatan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Universitas Pamulang Kampus Serang Edukasi Warga Desa Sangiang tentang Bahaya Penipuan Digital dan Perlindungan Data Pribadi
  2. 2

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  3. 3

    Putusan MA 19 P/HUM/2026: Saatnya Membenahi KKI, MDP, dan Independensi Kolegium

  4. 4

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  5. 5

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.