Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Ketika Kursi Lawan Kosong: Potret Sidang Perceraian di Pengadilan Agama Surabaya

  2. Strategi Mengatasi Mismatch Pengelolaan Aset untuk Menjaga Stabilitas Keuangan

  3. Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

  4. Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

  5. KADER MOLERA, Dosen FKM UMI Latih Kader Desa Marayoka Cegah Hipertensi pada Akseptor KB Hormonal

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Bisnis Anak Muda di Era Digital: Antara Tren Viral, Ambisi Cuan, dan Tantangan Bertahan

Bisnis Anak Muda di Era Digital: Antara Tren Viral, Ambisi Cuan, dan Tantangan Bertahan

N
Penulis: Najwa Bioarti dan Maretha Wiriaqni Utama
19 Oktober 2026, 12.43 WITA • Editor: Annisa
6 menit baca
Young Entrepreneur’s Digital Business Hub
Ilustrasi anak muda memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk mengembangkan bisnis, menjangkau konsumen, serta membangun usaha yang berkelanjutan.

Najwa Bioarti dan Maretha Wiriaqni Utama merupakan mahasiswa Program Studi Akuntansi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Keduanya memiliki ketertarikan pada bidang kewirausahaan, bisnis digital, dan pengelolaan keuangan. Melalui tulisan ini, mereka membahas peluang dan tantangan bisnis anak muda di era digital serta pentingnya membangun usaha yang berkelanjutan.

JurnalPost.com - Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru bagi generasi muda untuk terjun ke dunia kewirausahaan. Saat ini, membangun bisnis tidak selalu membutuhkan toko fisik atau modal yang besar. Melalui media sosial dan berbagai platform digital, anak muda dapat memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, bahkan membangun merek usaha dari skala kecil.

IKLAN

Kondisi tersebut membuat kewirausahaan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda, terutama mereka yang ingin memperoleh penghasilan sendiri dan membangun kemandirian finansial sejak dini.

Focused Café Co Working Moment
Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Soroti Tantangan Belajar di Era Digital: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kita?

Namun, meningkatnya minat anak muda terhadap dunia bisnis perlu dilihat secara lebih kritis. Media sosial tidak hanya menjadi sarana pemasaran, tetapi juga membentuk gambaran tertentu tentang kesuksesan. Konten mengenai omzet besar, produk yang viral, dan kisah pengusaha muda yang berhasil sering kali membuat bisnis terlihat menjanjikan dan mudah dijalankan.

Akibatnya, keinginan untuk berwirausaha terkadang muncul karena mengikuti tren atau terdorong ambisi memperoleh keuntungan dengan cepat, tanpa disertai pemahaman yang cukup mengenai risiko dan proses membangun usaha.

Padahal, realitas bisnis tidak selalu sejalan dengan apa yang terlihat di layar. Di balik produk yang ramai dibicarakan, terdapat berbagai tantangan, mulai dari pengelolaan modal, penentuan harga, menjaga kualitas, hingga menghadapi persaingan pasar.

Oleh karena itu, keberanian memulai bisnis perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola usaha dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan agar bisnis tidak hanya berkembang karena popularitas sesaat.

Young Voters on Their Phones
Baca Juga

Demokrasi Gimik dan Tantangan Attention Economy: Menakar Rasionalitas Pemilih Muda di Era Digital

Era Digital Membuka Peluang Bisnis bagi Anak Muda

Perkembangan teknologi digital memberikan kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda untuk memulai usaha. Melalui media sosial dan marketplace, anak muda dapat memasarkan produk, menjangkau konsumen, serta membangun identitas merek tanpa harus memiliki toko fisik.

Berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner, pakaian, hingga jasa kreatif, kini dapat dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi yang mudah diakses. Kemudahan ini menjadi peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kemandirian finansial sejak dini.

Meski demikian, kemudahan akses teknologi tidak berarti bahwa menjalankan bisnis menjadi bebas hambatan. Persaingan di platform digital semakin ketat karena banyak pelaku usaha menawarkan produk serupa.

Agar mampu bersaing, pengusaha muda perlu memahami kebutuhan konsumen, menjaga kualitas produk, serta menentukan strategi pemasaran yang tepat. Teknologi sebaiknya tidak hanya dimanfaatkan untuk mengikuti perkembangan tren, tetapi juga untuk menciptakan nilai dan membangun usaha yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

UPN Jatim Edukasi Siswa SMA
Baca Juga

UPN Jatim Edukasi Siswa SMA Ta’miriyah Surabaya tentang Etika Berkomunikasi di Era Digital

Tren Viral dan Ambisi Mengejar Cuan

Media sosial sering menampilkan kisah pengusaha muda yang berhasil meraih omzet besar, produk yang mendadak populer, hingga gaya hidup yang dianggap sebagai simbol kesuksesan. Konten semacam ini dapat meningkatkan minat generasi muda untuk berwirausaha.

Keinginan memperoleh penghasilan sendiri dan mencapai kebebasan finansial tentu merupakan hal yang positif. Namun, ketika bisnis hanya dipandang sebagai cara cepat mendapatkan keuntungan atau sekadar mengikuti tren, keputusan usaha berisiko dibuat tanpa pertimbangan yang matang.

Menurut pandangan kami, tren seharusnya menjadi sumber inspirasi untuk mengenali peluang pasar, bukan satu-satunya alasan untuk memulai bisnis.

Popularitas suatu produk tidak selalu menjamin permintaan yang stabil. Begitu pula dengan omzet yang besar, yang belum tentu menunjukkan keuntungan tinggi. Dalam menjalankan usaha, terdapat biaya produksi, pemasaran, operasional, serta risiko kerugian yang harus diperhitungkan.

Karena itu, ambisi mengejar cuan perlu diimbangi dengan perencanaan yang realistis. Semangat berwirausaha seharusnya tidak hanya muncul ketika suatu produk sedang ramai dibicarakan, tetapi juga didasari kesiapan untuk menghadapi perubahan pasar.

Tantangan Mempertahankan Bisnis

Memulai usaha mungkin terasa lebih mudah dengan bantuan teknologi, tetapi mempertahankannya membutuhkan kemampuan yang lebih kompleks.

IKLAN

Pelaku usaha harus mampu mengelola modal, mengatur arus kas, menjaga kualitas produk, dan memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Selain itu, perubahan tren dan selera konsumen dapat memengaruhi penjualan sewaktu-waktu.

Bisnis yang hanya mengandalkan popularitas berisiko kehilangan pelanggan ketika perhatian masyarakat beralih ke produk lain. Oleh sebab itu, pengusaha muda perlu memiliki strategi yang tidak hanya berorientasi pada penjualan sesaat, tetapi juga pada keberlangsungan usaha.

Pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Pendapatan dari penjualan tidak dapat langsung dianggap sebagai keuntungan karena masih terdapat berbagai biaya yang harus dibayarkan.

Tanpa pencatatan keuangan yang teratur, pemilik usaha dapat kesulitan mengetahui kondisi bisnisnya secara nyata. Mereka mungkin melihat penjualan yang terus meningkat, tetapi tidak menyadari bahwa pengeluaran juga semakin besar.

Di samping itu, kemampuan beradaptasi dan menerima masukan dari konsumen diperlukan untuk menghadapi persaingan. Pelaku usaha perlu memahami bahwa kebutuhan pasar dapat berubah sehingga strategi bisnis harus terus dievaluasi.

Tantangan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan berwirausaha tidak hanya bergantung pada kreativitas dalam memasarkan produk, tetapi juga pada kedisiplinan, pengelolaan keuangan, dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat.

Membangun Bisnis yang Berkelanjutan

Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, generasi muda perlu membangun pola pikir kewirausahaan yang realistis.

Memulai usaha tidak harus langsung dalam skala besar, tetapi dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki. Langkah sederhana seperti melakukan riset pasar, menyusun perencanaan modal, dan mencatat pemasukan serta pengeluaran dapat menjadi fondasi penting dalam membangun bisnis.

Pelaku usaha juga perlu mempelajari kebutuhan pasar, mengevaluasi hasil penjualan, serta memperbaiki kekurangan produk berdasarkan masukan konsumen.

Langkah tersebut dapat membantu pengusaha muda mengurangi risiko sekaligus memahami bahwa membangun bisnis membutuhkan proses, bukan sekadar keberanian untuk memulai.

Menurut kami, teknologi digital seharusnya tidak hanya dimanfaatkan sebagai jalan untuk mengejar keuntungan, tetapi juga sebagai sarana menciptakan usaha yang memiliki nilai dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Keberhasilan berwirausaha bukan sekadar tentang seberapa cepat produk dikenal atau seberapa besar keuntungan yang diperoleh, melainkan juga tentang konsistensi, inovasi, pengelolaan keuangan, dan tanggung jawab terhadap konsumen.

Tren digital dan ambisi memperoleh keuntungan memang dapat menjadi pendorong bagi generasi muda untuk berwirausaha. Namun, keduanya harus disertai kemampuan membangun kepercayaan pelanggan, mempertahankan kualitas, serta menyesuaikan diri dengan perubahan pasar.

Pada akhirnya, menjadi pengusaha muda bukan sekadar mengikuti tren atau mengejar cuan dalam waktu singkat. Hal yang lebih penting adalah bagaimana mengubah peluang menjadi usaha yang mampu bertahan dan berkembang.

Generasi muda perlu berani memulai, tetapi juga harus siap belajar, beradaptasi, dan bertanggung jawab. Sebab, keberhasilan bisnis bukan hanya tentang seberapa cepat sebuah usaha dikenal, melainkan seberapa mampu usaha tersebut bertahan ketika tren berubah.


Konteks Akademik

Mata Kuliah: Kewirausahaan
Kelas: V
Perguruan Tinggi: Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Penanggung Jawab Mata Kuliah (PJMK):
Dr. Irda Agustin Kustiwi, S.A., M.A., CGAA.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/bisnis-anak-muda-di-era-digital-antara-tren-viral-ambisi-cuan-dan-tantangan-bertahan/98255/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 11.09 WITA

  • #Era Digital
  • #Kewirausahaan
  • #bisnis anak muda
  • #bisnis digital
  • #keuangan bisnis
  • #mahasiswa untag surabaya
  • #tren viral

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Menagih Janji Negara: Mengurai Persoalan Kesejahteraan Guru Honorer di NTT

Urgensi Pencegahan Perundungan Remaja di Surabaya: Antara Perlindungan dan Tanggung Jawab Sosial

Transaksi Digital & Maqashid Syariah: Antara Kemudahan dan Kemaslahatan

Sampah Sudah Dibuang, Masalahnya Belum: Ada yang Keliru dalam Kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sinergi Akademisi dan Pemerintah: Sekolah Vokasi IPB University Gelar Edukasi Gizi di Mulyaharja

Strategi Mengatasi Mismatch Pengelolaan Aset untuk Menjaga Stabilitas Keuangan

IPAB, Dinas Arpus Cilacap, dan SIP Publishing Dorong Karya Literasi Masuk ke Industri Kreatif

Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Amati Langsung Proses Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

Pilihan Editor

  1. 1 HMI Cabang Pamekasan Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim Lewat Program BAKTI CITA
  2. 2

    UPN “Veteran” Jawa Timur dan UNDIP Perkuat Kerja Sama Akademik di Bidang Pendidikan dan Penelitian

  3. 3

    Pemanfaatan Anyaman Pandan Sebagai Media Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal Aceh Timur

  4. 4

    LOOPY: Kampanye Kesehatan Mental Ajak Masyarakat Putus Siklus Tekanan Digital

  5. 5

    Dosen UMI Bekali Santri Tahfidz Takalar Literasi Ekonomi Digital dan Hukum Keluarga

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.