SEMARANG, JURNALPOST - Mahasiswa KKN Kelompok 73 UIN Walisongo menggelar sosialisasi produk kopi dari biji pepaya di Desa Pongangan, Kec. Gunung Pati, Kota Semarang, Senin (19/10/2020) lalu. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu warga Desa Pongangan, kec. Gunung Pati, Kota Semarang.
Kopi yang biasa kita ketahui berasal dari biji kopi, oleh sekelompok mahasiswa KKN UIN Walisongo diganti dengan biji pepaya. Inovasi ini lahir dari banyaknya ketersediaan pepaya di masyarakat dan tidak banyak yang tahu bahwa selain buahnya, biji pepaya juga bisa dimanfaatkan. Menurut koordinator Tim KKN kelompok 73, Ilma Nuriana, umumnya biji pepaya dibuang begitu saja padahal jika diolah bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kesehatan dan memiliki nilai jual yang tinggi.
“Kami mencoba memanfaatkan apa yang ada disekitar, karena negeri kita kaya akan sumber daya alam yang bermanfaat” kata Ilma, Jum’at (23/10/2020)
Sosialisasi ini bertujuan agar warga teredukasi untuk mengolah potensi yang ada di sekitar. Kegiatan yang dilakukan meliputi proses pembuatan, pengemasan hingga pemasaran.
“Tidak hanya proses pembuatannya saja, kami juga memberikan sosialisasi mengenai pengemasan dan pemasaran agar dalam pemasarannya bisa membuahkan hasil yang baik” tambah Ilma.
Ilma kemudian menjelaskan, untuk bisa diubah menjadi kopi, biji-biji pepaya haruslah dicuci terlebih dahulu. Kemudian di keringkan selama kurang lebih 2 sampai 3 hari. Lalu haluskan hingga menjadi serbuk halus. Terakhir tambahkan air panas atau dingin ke kopi biji pepaya. Kopi siap dinikmati.
Tanggapan warga tentang sosialisasi ini sangat positif.
“Menurut saya pembuatan kopi dari biji pepaya ini sangat inspiratif dan saya baru mengetahui bahwa khasiat biji pepaya ini bisa melencarkan pencernaan” tutur Kasiati, salah satu warga yang mengkuti sosialisasi.
Selain itu, dari inovasi ini diharapkan mampu membatu masyarakat dalam memajukan perekonomian ditengah pandemi maupun pasca pandemi ini. (Kaddafi Afiq)
Komentar 1
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda