JurnalPost.com - Seorang pria lanjut usia bernama Dacing (63) ditemukan meninggal dunia setelah tertimpa batu berukuran besar di kawasan kebun miliknya di Kampung Peokang, Kelurahan Tonasa, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/8/2026).
Korban diduga mengalami kecelakaan saat mengambil dan memecah batu seorang diri di kawasan pegunungan tersebut. Dacing diketahui telah menjalani pekerjaan sebagai pemecah batu di lokasi itu selama lebih dari 10 tahun.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh cucu korban yang berusia sekitar lima tahun. Saat itu, sang cucu bersama seorang temannya mendatangi lokasi untuk memanggil Dacing pulang.
Namun, ketika tiba di area kebun, keduanya melihat korban dalam kondisi tertelungkup dan tertindih batu gunung. Cucu korban kemudian bergegas pulang dan memberitahukan kejadian tersebut kepada ibunya.
“Cucunya yang menemukan. Setelah itu dia pulang memanggil ibunya dan mengatakan kakeknya tertindih batu,” kata seorang warga yang ikut melakukan evakuasi, Tahir (50), saat ditemui di lokasi.
Menurut Tahir, warga segera mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari keluarga korban. Proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan alat-alat sederhana.
“Korban dikeluarkan menggunakan tangan. Batunya didongkrak terlebih dahulu, kemudian tubuh korban ditarik keluar,” ujarnya.
Evakuasi melibatkan empat orang warga bersama anak korban. Medan di sekitar lokasi yang berada di kawasan pegunungan membuat proses pengangkatan jenazah membutuhkan kehati-hatian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dacing meninggalkan rumah pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Ia menuju kebunnya yang berjarak sekitar 300 meter dari kediamannya.
Hingga keesokan harinya, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga kemudian meminta cucunya mencari keberadaan Dacing di lokasi tempatnya biasa bekerja.
Setelah korban ditemukan, keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Personel Polsek Balocci bersama Bhabinkamtibmas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengamanan.
Sekitar pukul 15.30 WITA, personel Samapta Polres Pangkep, Unit Identifikasi, dan piket fungsi tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Petugas medis dari Puskesmas Balocci selanjutnya melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban sekitar pukul 16.15 WITA.
Berdasarkan pemeriksaan di lokasi dan keterangan sejumlah saksi, korban diduga meninggal dunia akibat tertimpa batu berukuran besar yang runtuh saat dirinya melakukan aktivitas pengambilan batu seorang diri.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang bekerja di sektor berisiko tinggi, termasuk aktivitas pengambilan dan pemecahan batu, agar selalu mengutamakan keselamatan. Warga diminta tidak bekerja seorang diri serta menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda