Pangkep, JurnalPost.com – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kembali merealisasikan program unggulan berupa pembagian seragam sekolah gratis untuk menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Program yang telah berjalan selama lima tahun sejak diinisiasi pada 2020 di bawah kepemimpinan Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) tersebut terus mengalami perbaikan tata kelola. Perbaikan terutama dilakukan dalam aspek ketepatan waktu pendistribusian dan efisiensi penggunaan anggaran.
Program seragam sekolah gratis juga telah menjangkau peserta didik di wilayah kepulauan terluar. Sebanyak 16 siswa UPT SMPN 5 Satap Liukang Tangaya menerima seragam gratis yang diserahkan secara simbolis pada Senin, 13 Juli 2026.
Penyerahan dilakukan oleh Kepala UPT SMPN 5 Satap Liukang Tangaya, Muhammad Ridwan Akib, S.Pd., M.Pd., kepada orang tua siswa. Setiap penerima memperoleh beberapa jenis seragam, yakni seragam putih, batik, pramuka, dan pakaian olahraga.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep, Nurul Haq, mengatakan proses perencanaan dan pengadaan seragam telah disiapkan secara matang sejak awal tahun, jauh sebelum memasuki tahun ajaran baru.
“Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak ingin membebani orang tua siswa. Belajar dari tahun sebelumnya yang terkadang mengalami keterlambatan sehingga orang tua terpaksa membelikan seragam terlebih dahulu, dan hal itu tentu menguras keuangan mereka,” ujar Nurul Haq.
Menurutnya, pemerintah daerah berupaya memastikan kebutuhan dasar siswa telah tersedia agar orang tua dapat memprioritaskan pengeluaran untuk keperluan pendidikan lainnya.
“Kami ingin keuangan orang tua siswa fokus untuk pembelian alat tulis saja. Seragam kami pastikan sudah siap sejak hari pertama sekolah,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala UPT SMPN 5 Satap Liukang Tangaya, Muhammad Ridwan Akib, S.Pd., M.Pd., saat dikonfirmasi di sela-sela penyerahan seragam gratis di sekolahnya, Senin, 13 Juli 2026, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan karena seragam sekolah gratis ini telah disalurkan kepada siswa kami sejak awal tahun ajaran. Bantuan ini sangat membantu meringankan beban orang tua siswa, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan,” ujar Muhammad Ridwan Akib.
Ia menjelaskan, seragam yang diterima para siswa terdiri atas seragam putih, batik, pramuka, dan pakaian olahraga.
“Kami berharap bantuan ini dapat menambah semangat dan kepercayaan diri siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Semoga program seragam sekolah gratis ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta didik di Kabupaten Pangkep, termasuk yang berada di wilayah kepulauan terluar,” tambahnya.
Kebijakan tersebut sejalan dengan instruksi Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau yang menegaskan bahwa tidak boleh ada anak usia sekolah di Kabupaten Pangkep yang tidak bersekolah akibat kendala ekonomi maupun administrasi pendaftaran.
UPT SMPN 5 Satap Liukang Tangaya merupakan satuan pendidikan tingkat menengah pertama satu atap yang berlokasi di Pulau Sanane, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Sekolah tersebut berada di salah satu wilayah kepulauan terluar Sulawesi Selatan. Jarak Pulau Sanane dari pusat Kota Pangkep diperkirakan mencapai sekitar 300 hingga 350 kilometer jika ditarik secara garis lurus.
Untuk mencapai wilayah tersebut, perjalanan harus ditempuh menggunakan transportasi laut. Waktu pelayaran dapat mencapai sekitar 24 jam atau satu hari satu malam, bergantung pada kondisi cuaca dan gelombang laut.
Secara geografis, gugusan pulau di Kecamatan Liukang Tangaya juga berada lebih dekat dengan wilayah Nusa Tenggara Barat, seperti Pulau Sumbawa dan Lombok, dibandingkan dengan pusat pemerintahan Kabupaten Pangkep.
Pada Tahun Ajaran 2025/2026, UPT SMPN 5 Satap Liukang Tangaya memiliki total 53 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri atas 20 siswa kelas VII, 17 siswa kelas VIII, dan 16 siswa kelas IX.
Pemerintah Kabupaten Pangkep berharap program seragam sekolah gratis dapat terus meningkatkan akses pendidikan, mengurangi beban pengeluaran keluarga, serta mendorong semangat belajar peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk pemerataan pelayanan pendidikan, termasuk bagi siswa yang tinggal di pulau-pulau terluar Kabupaten Pangkep.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda