JURNALPOST - Dua hari yang lalu pada hari selasa (6/10) pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) melaksanakan pelepasan KKN Reguler Dari Rumah ke 75 UIN Walisongo kepada 2.156 mahasiswa peserta KKN. Meskipun pada situasi pandemi covid-19 saat ini, para peserta KKN tetap melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan menyesuaikan situasi saat ini. Setiap kelompok KKN ditugaskan untuk melakukan pengabdian sesuai dengan arahan dari pihak LP2M.
Salah satu bentuk pengabdian yang dilakukan yaitu pendampingan. Seperti kelompok KKN RDR 65 yang melakukan pendampingan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di desa Tambakharjo rt 01 rw 01 kec. Semarang Barat Kota Semarang (12/10). Kelompok 65 melakukan pendampingan UMKM kepada ibu Sri Rahayu, S.E. selaku pemilik UMKM Jahe Merah RAHAYU. UMKM ibu Rahayu ini tidak hanya memproduksi jahe merah saja namun juga peyek kacang.
Usaha milik ibu Sri Rahayu ini didirikan sejak tahun 2018. “Ide usaha ini berawal dari usulan istri pak Karsidin (tokoh pendampingan saat diadakan lomba tingkat kota di desa Tambakharjo)” tutur ibu Sri Rahayu selaku pemilik UMKM Jahe Merah RAHAYU.
Pada saat kunjungan pertama ke UMKM ibu Rahayu, kelompok 65 melakukan pengamatan pembuatan sekaligus belajar membuat serbuk jahe merah yang menjadi andalan dari usaha milik ibu Rahayu ini. Setelah selesai melakukan pengamatan kami melakukan wawancara kepada ibu Rahayu terkait perjalanan usahanya dan kendala yang dihadapi ibu Rahayu dalam menjalankan usahanya. Dalam perbincangan yang kami lakukan, ibu Rahyu mengatakan bahwa kendala terbesar yang ia hadapi ialah dalam bidang pemasaran produknya, karena pemasaran produk ibu Rahayu hanya dari mulut ke mulut melalui tetangga dan saudaranya. Setelah selesai berbincang-bincang mengenai usaha ibu rahayu, kami berpamitan dan meminta izin untuk berdiskusi bersama terlebih dahulu guna mencarikan solusi untuk pemasaran produknya.
Pada hari minggu (18/10), kami kembali mengunjungi UMKM milik ibu Rahayu guna melanjutkan pendampingan UMKM. Setelah bertemu dengan ibu Rahayu kami menyampaikan hasil diskusi bersama mengenai solusi pemasaran produk milik ibu Rahayu. Adapun solusi yang kami berikan yaitu membuatkan iklan berupa video singkat produk jahe merah, membuatkan akun instagram guna memudahkan ibu Rahayu untuk memasarkan produknya melalui media social dan membantu menitipkan produk ibu Rahayu (jahe merah dan peyek kacang) ke warung/rumah makan di daerah Ngaliyan dan Krapyak. Kami juga mengajarkan ibu Rahayu tentang pengoperasian instagram terutama dalam hal memposting ataupun mengiklankan produknya. Harapan ibu Sri Rahayu sendiri dengan didirikannya UMKM ini yaitu agar beliau dapat membantu suami dan mengangkat nama baik desa Tambakharjo.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda