Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Kontekstualisasi Kapitalisme dalam Lima Fungsi yang Relevan

Kontekstualisasi Kapitalisme dalam Lima Fungsi yang Relevan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
08 Januari 2024, 21.09 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kontekstualisasi Kapitalisme dalam Lima Fungsi yang Relevan

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin Pengamat Media, Korupsi, Demokrasi, dan Budaya Lokal. Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas

JurnalPost.com - Karya teoretis mengenai kapitalisme tidak hanya mencerminkan konsep dan ideologi, tetapi juga tercermin dalam konteks zaman di mana teori tersebut ditulis. Dalam konteks sejarah, para pemikir ekonomi seperti Malthus (1798) dan Ricardo (1817) merespon realitas ekonomi Inggris dan Prancis pada zamannya, di mana sektor pertanian menjadi kekuatan ekonomi paling dominan.

IKLAN

Malthus, menyaksikan dampak peningkatan populasi, mengidentifikasi stagnasi upah pertanian dan lonjakan sewa tanah. Peristiwa ini, menurutnya, menjadi pemicu Revolusi Prancis pada 1789. Malthus menganjurkan solusi untuk mencegah revolusi potensial di Britania Raya dengan menghindari overpopulation, sementara Ricardo menyarankan peningkatan pajak pada tuan tanah sebagai solusi (Casson dan Rössner, 2022).

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pada tahun 1867, Marx mentransfer analisisnya ke ranah ekonomi industri. Dia menyoroti ciri khas industri yang memiliki potensi pertumbuhan tanpa batas, berbeda dengan pertanian yang terbatas oleh luas tanah. Marx meramalkan konsentrasi modal di tangan industrialis dan mengajukan puncak revolusioner, baik melalui penurunan tingkat pengembalian modal yang memicu konflik industri, atau persatuan pekerja yang memberontak.

Tahun 1942, Schumpeter merespons analisis Marx dengan memasukkan peran wirausahawan dalam naratif kapitalisme melalui karyanya "Capitalism, Socialism and Democracy". Schumpeter melihat dampak karya John Maynard Keynes, "The General Theory of Employment, Interest and Money" (1936), dan merenungkan transformasi ekonomi dan sosial pasca-Perang Dunia Kedua. Dalam refleksi masa depan kapitalisme, Schumpeter mengusulkan bahwa kapitalisme akan beralih damai menuju sosialisme melalui proses demokratis.

Sejatinya, setiap individu dalam kapitalisme memiliki peran yang relevan. Fungsi-fungsi ini mencakup kewirausahaan, keuangan, manajemen, pekerja, dan pemimpin politik. Meskipun Marx dan Schumpeter membahas kewirausahaan, pekerja, dan pemimpin politik, tambahan dua fungsi, keuangan dan manajemen, memberikan dimensi analisis yang lebih luas.

IKLAN

Kewirausahaan, dalam pandangan Kirzner dan Schumpeter, memunculkan dua perspektif berbeda. Kirzner melihat wirausahawan sebagai koordinator yang menggunakan informasi harga untuk mencari peluang, sementara Schumpeter melihat mereka sebagai inovator yang merestrukturisasi ekonomi melalui pengembangan sektor baru.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Keuangan, sebagai fungsi penting, diperlukan untuk mendirikan perusahaan. Meskipun beberapa peluang bisnis bisa didanai secara individu, peluang yang lebih besar memerlukan sumber keuangan dari berbagai pihak. Meskipun Marx tidak mendalami rincian perolehan keuangan untuk produksi, Schumpeter mencatat bahwa peminjaman uang adalah cara umum untuk mendanai bisnis.

Manajemen, sebagai fungsi ketiga, menjadi fokus analisis Knight (1921). Knight menyoroti bahwa manajer dalam perusahaan saham bersama memiliki independensi yang meningkat dari pemilik. Meskipun aspek pembagian manajemen dan kepemilikan dapat memiliki dampak negatif, Chandler dan Porter menemukan kontribusi positif manajer terhadap pertumbuhan perusahaan (Casson dan Rössner, 2022).

Posisi pekerja, menurut Marx, memiliki sedikit otonomi dalam teori kapitalisme. Marx melihat eksploitasi oleh majikan yang memanfaatkan "nilai surplus" yang dihasilkan dari pekerja. Di sisi lain, Schumpeter memberikan pandangan optimis, memungkinkan pekerja naik ke posisi pendiri bisnis dengan menabung, kendati dengan tantangan dan kebutuhan modal tambahan.

Kepemimpinan politik, melibatkan identitas dan tindakan para pemimpin, memunculkan perdebatan. Marx dan Engels menyatakan bahwa latar belakang pemimpin politik seringkali mencerminkan kepentingan pemilik, namun dengan kemungkinan perbaikan melalui serikat pekerja dan peningkatan komunikasi dalam konteks industrialisasi. Schumpeter, sebaliknya, melihat hubungan erat antara kapitalisme dan demokrasi, dengan dorongan untuk meningkatkan keputusan politik yang terinformasi (Casson dan Rössner, 2022).

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
Baca Juga

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Alhasil, analisis lima fungsi dalam konteks kapitalisme mengeksplorasi dimensi ekonomi, sosial, dan politik. Meskipun teori-teori ini muncul dalam konteks sejarah dan ekonomi yang berbeda, pemahaman terhadap fungsi-fungsi ini memberikan wawasan mendalam terhadap dinamika kapitalisme yang terus berkembang hingga detik ini.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kontekstualisasi-kapitalisme-dalam-lima-fungsi-yang-relevan/63866/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.14 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

Moral Dialektika sebagai Ruang Kontemplasi Gerakan Intelektual Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Pilihan Editor

  1. 1 Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  3. 3

    UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. 4

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.