Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Mengenal Wacana Kapitalisme

Mengenal Wacana Kapitalisme

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
08 Januari 2024, 21.06 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kapitalisme

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin Pengamat Media, Korupsi, Demokrasi, dan Budaya Lokal. Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas

JurnalPost.com - Kapitalisme, sebagai fenomena ekonomi dan sosial, telah menjadi fokus perdebatan dan analisis seiring berjalannya waktu. Sebagai seorang pengamat media, korupsi, demokrasi, dan budaya lokal, saya ingin menguraikan beberapa sudut pandang dan evolusi kapitalisme serta dampaknya terhadap masyarakat (Casson dan Rössner, 2022).

IKLAN

Kapitalisme memiliki beragam definisi dan interpretasi, tergantung pada sudut pandang yang diambil, terutama dalam konteks politik dan keuangan (Hall dan Soskice, 2001; Murphy, 2009; Neal dan Williamson, 2014; Piketty, 2014; Kocka, 2016; Banaji, 2020; Lipartito dan Jacobson, 2020). Terdapat perbedaan penilaian mengenai dampak kapitalisme, dengan beberapa sektor dan individu merasakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, sementara pertanyaan besar masih mengenai dampak positif atau negatifnya pada masyarakat secara keseluruhan (Piketty, 2014; Beckert, 2015; Lipartito dan Jacobson, 2020; Yazdani dan Menon, 2020).

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Untuk memahami kapitalisme secara menyeluruh, kita perlu meletakkannya dalam konteks sejarah yang lebih luas (Cain dan Hopkins, 1986). Analisis Marx membawa kita kembali ke era Abad Pertengahan, dengan fokus utama pada abad ke-19. Sombart (1927) menyatakan bahwa semangat kapitalis berasal dari penguasa Abad Pertengahan dan menyebar ke populasi lebih luas.

IKLAN

Braudel dan Britnell melihat Abad Pertengahan sebagai langkah penting dalam transisi dari ekonomi pasar ke ekonomi kapitalis yang lebih maju. Britnell (1993) menggunakan konsep komersialisasi untuk menjelaskan transformasi ekonomi menuju urbanisasi dan kewirausahaan. Braudel (1981, 1982, 1985) menjelaskan bagaimana ekonomi informal berkembang menjadi pasar, kemudian kapitalis. Dalam analisisnya, keuangan, khususnya akses kredit, menjadi kunci dalam memajukan ekonomi.

Weber mengidentifikasi Reformasi sebagai titik transisi kunci, mengaitkan kapitalisme dengan akumulasi kekayaan untuk kepentingan sendiri. Protestantisme, menurut Weber, mendorong individu untuk terlibat dalam urusan dunia. Ini memberikan atribut kewirausahaan yang berhasil, dengan kinerja kuat dalam pekerjaan menjadi landasan akumulasi kekayaan.

Periode sekitar 1600–1750 menjadi titik balik dengan munculnya negara fiskal, pembentukan utang nasional, dan ekspansi luar negeri. Revolusi Industri (1760–1860) diakui sebagai tonggak dalam pengembangan kapitalisme, meskipun masih ada debat tentang peran inisiatif kewirausahaan dibandingkan dengan ketersediaan energi murah dan produktivitas tenaga kerja.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Evolusi kapitalisme dapat dipelajari dalam rentang waktu kronologis 1200 hingga 2000. Perkembangannya tidak terbatas pada Barat, tetapi juga memengaruhi negara-negara non-Barat yang tunduk pada pengaruh politik dan budaya Barat. Kelima fungsi ekonomi—kewirausahaan, keuangan, manajemen, pekerja, dan pemimpin politik—muncul dan berkembang dengan dominan di berbagai lokasi dan periode (Casson dan Rössner, 2022).

Alhasil, kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana perusahaan memiliki akses internasional, kapasitas untuk meningkatkan produksi, dan kerangka politik-hukum yang memastikan transparansi dan keadilan. Meskipun kompleks, kapitalisme merupakan serangkaian evolusi yang mencerminkan perubahan dalam berbagai fungsi ekonomi. Oleh karena itu, kita perlu melihatnya sebagai fenomena yang terus berkembang dan merespon dinamika masyarakat secara menyeluruh.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mengenal-wacana-kapitalisme/63863/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.06 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  3. 3

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  4. 4

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  5. 5

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.