“Public Relations memiliki beberapa peran penting, salah satunya adalah membangun citra yang positif di mata masyarakat. Untuk membangun citra tersebut, terdapat beberapa strategi komunikasi yang efektif. Apa saja hal itu?”
JurnalPost.com - Public Relations atau PR sering dikaitkan dalam membangun sebuah citra yang positif. Sebelum membahas demikian, kita harus mengetahui terlebih dahulu, apa itu public relations? Menurut International Public Relations Associations (IPRA) PR atau Hubungan Masyarakat yang sering disingkat menjadi Humas didefinisikan sebagai sebuah fungsi dan peran dari manajemen yang disusun dan terencana oleh organisasi atau lembaga terkait demi mendapatkan pengertian, simpati, juga dukungan oleh publik atau mereka yang berhubungan dengan organisasi dan publik.
Sesuai dengan namanya, Hubungan Masyarakat, peran PR memang tidak jauh-jauh dari masyarakat atau publik, sehingga dapat disimpulkan melalui definisi dari IPRA tersebut bahwa public relations adalah sebuah fungsi dalam manajemen yang bertugas untuk membangun sebuah hubungan yang baik dengan masyarakat.
Melalui definisi ini, kita bisa menyimpulkan juga bahwa public relations juga sangat berkaitan dengan membentuk sebuah citra. Melalui hubungan baik dengan publik yang dibangun oleh public relations dengan organisasi, maka citra yang positif juga akan timbul seiring berjalannya waktu. Apalagi, ketika masyarakat sudah merasa menjalin kerjasama yang baik dengan organisasi, maka citra positif akan semakin berkembang dan menciptakan suatu opini publik yang baik tentang organisasi itu sendiri.
Lalu bagaimana saja sih, peran-peran public relations dalam melaksanakan kegiatannya sebagai fungsi manajemen?
Peran Public Relations Setidaknya ada empat peranan penting yang harus dijalankan public relations dalam menjalankan kegiatannya sebagai fungsi manajemen menurut Dozier dan Broom (2005), yaitu:
1. Penasihat Ahli (Expert Prescriber), yaitu public relations sebagai praktisi yang ahli dan berpengalaman serta memiliki kemampuan untuk memberikan solusi dan menyelesaikan masalah antara organisasi dengan publik.
2. Fasilitator Komunikasi (Communication Facilitator), yaitu public relations sebagai praktisi yang dapat menjadi komunikator dan juga mediator kepada publik, agar apa yang diinginkan publik dapat didengar dan disampaikan kepada manajemen.
3. Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving, Process Facilitator), yaitu public relations sebagai praktisi yang dapat memecahkan masalah baik itu masalah internal ataupun eksternal. Public relations dituju sebagai pihak yang dapat mengambil tindakan juga membuat keputusan dalam sebuah krisis manajemen secara profesional.
4. Teknisi Komunikasi (Communication Technician), yaitu public relations sebagai praktisi yang menyediakan layanan teknis komunikasi dengan organisasi.
Selain itu, ada peranan tambahan lain oleh public relations yang disampaikan oleh Ruslan (2005) yakni:
1. Membina hubungan positif antara organisasi dan publik dan saling menguntungkan satu sama lain. 2. Menjadi backup management dan mendukung fungsi manajemen perusahaan. 3. Membentuk corporate image atau citra yang baik bagi organisasi atau lembaganya.
Dalam hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa peranan utama public relations sangat berkaitan dengan hal-hal komunikasi yang dapat membangun peran-peran lainnya seperti sebagai penasihat ahli, pemecah masalah, membangun hubungan yang positif, fasilitator komunikasi, juga membentuk image atau citra yang baik untuk perusahaan tersebut.
Dalam menjalankan peran-peran tersebut, public relations tidak bisa sembarangan dalam membuat keputusan atau tindakan. Karena hal itu akan sangat memengaruhi perkembangan manajemen setelahnya. Bisa dikatakan, public relations tidak hanya memengaruhi eksternal tetapi juga internalnya.
Oleh karena itu, dalam menjalankan perannya, public relations pasti memiliki strategi-strategi komunikasi tertentu, terlebih dalam hal membangun citra yang positif.
Strategi Komunikasi Public Relations Menurut Harris dan Whalen (2006) dalam bukunya yang berjudul, “The Marketer’s Guide to Public Relations in the 21st Century” menjelaskan terdapat beberapa strategi komunikasi public relations yang bisa disingkat menjadi P.E.N.C.I.L.S :
1. Publications (Publikasi/Publisitas), strategi komunikasi ini yaitu membuat publikasi atau publisitas kepada media-media mengenai kegiatan dari organisasinya agar mendapatkan respon masyarakat lebih luas yang positif.
2. Event (Acara), strategi komunikasi ini, biasanya public relations mengadakan sebuah cara yang besar dan spesial, bisa melibatkan publik atau tidak. Acara ini juga harus bisa memengaruhi opini publik setelahnya.
3. News (Berita), strategi komunikasi dari public relations ini adalah dengan membuat berita-berita yang baik dalam berbagai jenis. Dalam hal ini, komunikasi public relations tidak hanya secara lisan, tetapi juga harus ahli dalam tulisan.
4. Community Involvement (Melibatkan Komunitas), maksudnya adalah strategi komunikasi ini public relations harus melibatkan komunitas (yakni publik dan masyarakat) dan menjaga hubungan baik tersebut dengan berbagai cara.
5. Inform and Image (Menginformasikan dan Citra), strategi komunikasi ini berawal dari menginformasikan kepada publik dan menarik perhatian publik, agar publik yang awalnya tidak tahu menjadi tahu tentang organisasi dan dapat menimbulkan citra yang baik di persepsi publik.
6. Lobbying and Negotiation (Lobi dan Negosiasi), maksudnya adalah public relations harus memiliki kemampuan melobi dan negosiasi yang baik dan termasuk ke dalam strategi komunikasi untuk melancarkan tujuannya.
7. Social Responsibility (Tanggung Jawab Sosial), biasanya dalam strategi komunikasi ini, perusahaan atau organisasi juga ikut peduli dalam isu sosial dan bertanggung jawab terhadap masalah sosial di lingkungan sekitarnya.
Ketika melaksanakan strategi-strategi komunikasi tersebut, biasanya public relations juga melakukan perencanaan sebelum strategi tersebut dilakukan, melakukan strategi tersebut, dan mengevaluasi strategi tersebut untuk dilakukan koreksi, bisa saja strategi tersebut berjalan kurang lancar maka public relations bisa melakukan tindakan corrective action untuk mengatasi strategi sebelumnya.
Beberapa contoh strategi komunikasi public relations yang efektif dapat kita lihat dalam beberapa brand besar di Indonesia. Contohnya, strategi komunikasi Event (Acara) dapat kita lihat pada brand Female Daily yang selalu mengadakan acara spesial tahunan yaitu Jakarta X Beauty (JxB) yang mengundang berbagai brand kecantikan dan didalamnya terdapat acara menarik.
Acara tersebut selalu mendapatkan respon yang positif dari masyarakat, terutama oleh komunitas kecantikan karena dapat membantu komunitas kecantikan mendapatkan brand kecantikan yang diinginkannya dengan harga murah. Dan juga event ini biasanya sangat mendukung brand-brand kecantikan lokal yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Contoh lainnya yang dapat kita lihat sebagai strategi komunikasi yang baik adalah dalam brand di Indonesia adalah brand kecantikan lainnya yaitu Skin Game, sebuah brand kecantikan lokal yang memiliki komunikasi yang sangat baik, mulai dari public relations resminya hingga pemilik Skin Game itu sendiri.
Pada saat masyarakat ramai menyerukan boikot beberapa brand yang mendukung kekejaman zionisme terhadap kemanusiaan, brand Skin Game langsung unjuk diri bahwa mereka mendukung kemanusiaan dan warga Palestina melalui beberapa campaign dan kepedulian yang ditunjukkan lewat komunikasi Skin Game maupun pemiliknya, Michella Ham. Melalui platformnya yang besar dan media sosial, Skin Game juga Michella Ham menyuarakan isu Palestina dan Israel dan menyerukan dukungannya. Michella Ham juga dengan mendetailnya memberikan edukasi kepada pengikutnya di media sosial.
Hal ini mendapatkan dukungan besar dari publik dan menganggap bahwa Skin Game ataupun Michella Ham mempunyai strategi komunikasi yang sangat baik. Terlebih pada saat itu, masyarakat menuntut brand dan perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengambil tindakan dan menyatakan keberpihakan mereka.
Nah, kurang lebih, itulah beberapa strategi komunikasi yang dapat dilakukan oleh seorang public relations dalam membangun citra positif di mata masyarakat. Komunikasi yang efektif memang harus dilakukan agar peran-peran public relations dapat terlaksana dengan baik.
Strategi-strategi tersebut juga harus direncanakan dan dievaluasi terus-menerus agar dapat menemukan cara berkomunikasi yang baik. Tentu dalam melaksanakan strateginya, public relations tidak selalu mulus dan menemukan hal yang cocok untuk organisasi juga publiknya. Maka strategi komunikasi public relations tidak bisa hanya itu-itu saja, melainkan harus terus dikoreksi dan dievaluasi hingga mendapatkan strategi yang cocok.
Strategi komunikasi public relations ini juga sebenarnya tidak hanya dapat dilakukan sebagai public relations yang menjadi fungsi manajemen. Tetapi juga bisa kita terapkan sebagai individual untuk membangun citra yang positif dan membangun personal branding yang baik.
Penulis : 1. Hadi Firman Zyah (1152200055) 2. M. Afiansyah Dafa (1152200126) 3. Saverius Purab (1151800155) 4. Pattira E.T.R Sinaga (1152200236)
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda