Surabaya, JurnalPost.com - Babak final Kejuaraan Esports Konsul Jenderal (Konjen) Tiongkok Cup Jawa Timur 2026 untuk gim Mobile Legends: Bang Bang berlangsung meriah di Surabaya, Minggu (30/8/2026).
Ajang tersebut menyedot perhatian lebih dari 500 penonton yang hadir langsung di lokasi. Pertandingan juga disiarkan melalui sejumlah platform digital, seperti YouTube, TikTok, dan Rednote, dengan jumlah penonton daring secara kumulatif mencapai lebih dari 10.000 orang.
Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya, Ye Su, mengatakan esports telah berkembang menjadi salah satu industri baru di era ekonomi digital. Menurutnya, esports tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga dapat berperan sebagai jembatan yang mempertemukan budaya dan generasi muda dari berbagai negara.
“Esports sebagai industri baru yang berkembang di era ekonomi digital telah menjadi jembatan baru yang menghubungkan berbagai budaya dan mendorong pertukaran antarpemuda,” ujar Ye Su.
Ia menjelaskan, industri esports Tiongkok selama bertahun-tahun mempertahankan posisinya sebagai salah satu pasar esports terbesar di dunia. Perkembangannya kini juga mulai bergeser dari sekadar membawa produk ke pasar internasional menuju penyebaran teknologi, pengetahuan, dan pengalaman dalam membangun ekosistem esports.
Menurut Ye, perkembangan tersebut diharapkan dapat ikut mendorong terciptanya industri esports global yang semakin teratur, sehat, dan berkelanjutan.
Jadi Wadah Pertukaran Pemuda Indonesia-Tiongkok
Ye menilai penyelenggaraan Konjen Tiongkok Cup Jawa Timur 2026 memiliki arti lebih luas dari sekadar kompetisi gim.
Kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda, pelaku industri esports, hingga talenta muda Indonesia dan Tiongkok untuk saling bertukar pengalaman.
Ia berharap generasi muda Indonesia semakin aktif mengambil bagian dalam berbagai bentuk kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok, baik dalam bidang pendidikan, olahraga, budaya maupun sektor lainnya.
Generasi muda juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Ye berharap anak muda Indonesia dapat menjadi duta pertukaran persahabatan Indonesia-Tiongkok sekaligus memberikan kontribusi melalui kreativitas, semangat, dan energi generasi muda.
Tak Hanya Esports, Pengunjung Dikenalkan Budaya Tiongkok
Rangkaian Konjen Tiongkok Cup Jawa Timur 2026 tidak hanya diisi pertandingan Mobile Legends.
Untuk memperkenalkan budaya Tiongkok kepada masyarakat, Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya turut menghadirkan sejumlah stan kuliner dan pameran seni ukir makanan.
Pengunjung dapat melihat langsung berbagai sajian khas sekaligus mengenal lebih jauh unsur budaya kuliner Tiongkok.
Sejumlah pertunjukan seni juga ikut memeriahkan acara. Guru dan siswa Xin Zhong School menampilkan berbagai atraksi budaya, mulai dari opera Peking, Wushu, pertunjukan lagu dan tari hingga musik instrumental.
Beragam penampilan tersebut mendapatkan sambutan meriah dari pengunjung.
Panitia juga menggelar kuis berhadiah mengenai pengetahuan tentang Tiongkok yang diikuti dengan antusias oleh penonton.
Sementara itu, Pusat Layanan Visa Tiongkok di Surabaya membuka layanan konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai dokumen perjalanan maupun layanan konsuler.
Kombinasi antara pertandingan esports, pertunjukan budaya, kuliner hingga layanan informasi tersebut membuat suasana acara berlangsung semarak sekaligus menjadi ruang interaksi antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok.
Diikuti 50 Tim, Juara Dapat Kesempatan ke Tiongkok
Kejuaraan Esports Konsul Jenderal Tiongkok Cup Jawa Timur 2026 diselenggarakan atas kerja sama Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya, Harian Disway, Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur, serta Pengurus Esports Indonesia (ESI) Provinsi Jawa Timur.
Sebanyak 50 tim mengikuti kompetisi Mobile Legends tersebut dan bersaing memperebutkan posisi terbaik.
Tim yang berhasil keluar sebagai juara tidak hanya membawa pulang kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga mendapatkan hadiah khusus berupa kesempatan melakukan perjalanan ke Tiongkok.
Penyelenggaraan turnamen ini sekaligus memperlihatkan semakin besarnya ruang kolaborasi antara esports, budaya, dan hubungan antargenerasi muda Indonesia-Tiongkok.
Di tengah perkembangan industri digital yang semakin pesat, esports kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai permainan kompetitif, tetapi juga berkembang menjadi medium interaksi, pertukaran budaya, serta pengembangan potensi generasi muda.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda