JURNALPOST - Pelajar Islam Indonesia Jawa Timur (PII Jatim) telah melangsungkan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) di Kabupaten Kediri. Sabtu, 24 Februari hingga Ahad, 25 Februari 2019. Forum tersebut mempertemukan seluruh pimpinan daerah Pelajar Islam Indonesia dari 15 daerah kabupaten atau kota di Jawa Timur. Uniknya, forum tingkat provinsi ini didominasi oleh pelajar tingkat SMP dan SMA, beberapa di antaranya datang dari Pondok Pesantren seperti PonPes Al Hikmah Bangil, PonPes Surya Buana Malang juga PonPes Persis Kabupaten Pasuruan.
Rapimwil merupakan forum yang diselenggarakan dalam bentuk sidang. Hal ini menjadi pembelajaran baru bagi para pelajar baik yang berasal dari Pondok Pesantren maupun pelajar sekolah umum untuk berdinamika sekelas sidang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Forum yang menempati kediaman seorang pengusaha meubel terkenal di Gayam, Kabupaten Kediri tersebut dihadiri oleh 110 peserta.
Di sini kebijakan serta strategi implementasi program kerja Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Jawa Timur disinergikan dengan seluruh Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia. Sidang yang mengusung semangat “Sinergisitas Organisasi untuk Memperkuat Militansi Kader” sebagai tema besarnya menyiratkan harapan bahwa selepas kegiatan tersebut arah gerak Pelajar Islam Indonesia sebagai organisasi yang berfokus pada pendidikan dan kebudayaan ini dapat selaras selama dua tahun ke depan.
Nahkoda baru PII Jatim, Achmad Hartono Adi Prabowo mengungkapkan data-data kondisi pelajar di Jawa Timur ketika memulai sidang. “Pelajar Islam Indonesia dalam sejarahnya lahir sebagai pemersatu ketegangan antara pelajar Pesantren yang dianggap konvensional dengan pelajar umum yang dicap pro penjajah karena bersekolah di sekolah peninggalan penjajah. Hari ini PII menjadi jembatan supaya pelajar, baik di sekolah umum maupun Pesantren memiliki jiwa Muslim, Cendekia, Pemimpin secara seimbang” Terangnya mengakhiri pidato.
Beberapa inovasi baru di tubuh PII Jatim disampaikan dalam Rapimwil. Misalnya bidang komunikasi dan keummatan yang hendak meluncurkan kembali sahabatpelajar.org sebagai pusat informasi berbasis website sebagai branding PII Jatim di tengah era otomasi. Nantinya setiap pengurus daerah secara institusi dan setiap kader PII Jatim akan memiliki email dengan domain @sahabatpelajar. Program ini menunjukkan bahwa PII Jatim telah selangkah lebih maju dalam meningkatkan profesionalitasnya. Meskipun organisasi tersebut diurus dan mengurusi pelajar, namun profesionalitas pengelolaan organisasi harus disetarakan dengan pengelolaan perusahaan besar.
Sidang badan otonom Brigade membahas mengenai pergerakan Brigade PII dalam mengawal eksistensi PII secara umum. Sementara itu, badan otonom PII Wati berfokus pada perempuan, pelajar putri dan anak-anak usia 7 hingga 12 tahun. PII Jatim ke depan akan menjadi institusi yang bukan hanya peka terhadap problematika pelajar, namun juga dapat menjadi sahabat yang peduli dan solutif terhadap perkembangan dunia pelajar masa kini. Musim training serta kursus akan menjadi masa yang ditunggu-tunggu oleh kader daerah. Sedangkan ta’lim secara rutin menjadi budaya tak terpisahkan dari PII Jatim.
Dalam Rapimwil PII Jatim ditekankan budaya keilmuan dan keislaman kader harus tetap dirawat dalam kondisi apapun. Bahkan kalaupun kegiatan yang diselenggarakan bersifat formal seperti sidang Rapimwil, sidang lain ataupun Pengurus Wilayah datang ke daerah untuk tujuan monitoring (turba) harus tetap diawali dengan ta’lim. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Pengurus Wilayah tersebut telah disepakati seluruh Pengurus Daerah. (NL/NL)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda