Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kisah Haru Kenneth Trevi, Dari Dyslexia Menuju Panggung Inspirasi

Kisah Haru Kenneth Trevi, Dari Dyslexia Menuju Panggung Inspirasi

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
13 April 2026, 11.20 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Kenneth Trevi
Film Aku Kamu dan Suatu Hari Kita angkat kisah nyata perjuangan dyslexia Kenneth Trevi. (Dok. Istimewa)

Bandung, JurnalPost.com - Kisah inspiratif kembali hadir melalui YouTube series “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” yang mengangkat perjalanan hidup Kenneth Trevi sebagai anak dengan dyslexia. Kenneth dikenal sebagai penyanyi dan aktor yang berasal dari Kota Bandung.

Kenneth Trevi kepada awak media pada Senin (13/4/2026) mengatakan, series tersebut menghadirkan cerita yang jujur, emosional, sekaligus penuh harapan melalui pendekatan sinematik yang hangat dan dekat dengan realitas. Proyek tersebut menjadi ruang refleksi bagi penonton untuk memahami bahwa setiap perjalanan hidup memiliki ritme dan makna tersendiri.

IKLAN

Dalam proses produksi, Kenneth menghadapi tantangan emosional yang tidak ringan, terutama saat harus menyampaikan dialog panjang di depan kamera. Ia mengaku kesulitan merangkai kata menjadi kalimat utuh, sering terbalik dalam menyusun struktur, hingga kehilangan makna dari dialog yang diucapkan. Dengan dukungan sang ibu, dialog dipecah menjadi bagian kecil agar lebih mudah dipahami, sehingga perlahan Kenneth mampu membangun kepercayaan diri untuk menyampaikan perannya.

Film Bukan Akhir
Baca Juga

Film Bukan Akhir! Mengukur Kembali Ruang Aman di Balik “Kita Yang Menulis Cerita”

Selain tantangan teknis, tekanan emosional muncul saat Kenneth harus beradu akting dengan ibunya sendiri, Yuly (Li Ling). Ia merasakan kesedihan dan rasa bersalah ketika melihat ibunya menangis dalam adegan, meskipun telah memahami bahwa situasi tersebut merupakan bagian dari akting. Kondisi tersebut menjadi ujian emosional yang memperkaya pengalaman personal sekaligus performanya sebagai pemeran utama.

Kolaborasi antara Kenneth dan Yuly menghadirkan dinamika yang kuat di layar. Kenneth merasakan kenyamanan, keamanan, dan kebahagiaan saat bekerja bersama ibunya, yang juga berperan sebagai pembimbing dalam proses pendalaman karakter. Yuly membantu Kenneth memahami emosi melalui pengalaman nyata, mengingat keterbatasannya dalam memahami konsep abstrak, sekaligus mendorongnya untuk tetap menjadi diri sendiri dalam setiap adegan.

Melalui series tersebut, Kenneth menyampaikan pesan kuat kepada anak-anak dengan dyslexia bahwa perbedaan bukanlah kekurangan. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki cara belajar dan berkembang yang unik, serta perjalanan yang tidak harus terburu-buru. Dengan penuh keyakinan, ia mengajak penonton untuk terus melangkah tanpa menyerah, karena setiap proses membawa mereka lebih dekat menuju “suatu hari” yang diimpikan.

Sebagai pemeran yang menghidupkan kisahnya sendiri, Kenneth menjaga kejujuran cerita dengan berakting secara natural berdasarkan pengalaman pribadi. Ia mengakui tantangan terbesar terletak pada menghidupkan kembali emosi negatif di saat kondisi emosional sedang stabil. Meski demikian, ia berkomitmen untuk menyampaikan cerita secara autentik tanpa mengubah esensi perjalanan hidupnya.

Irfani Zhang
Baca Juga

Irfani Zhang: Ketika Seni Menjadi Jalan untuk Berkarya dan Menginspirasi

Dari sisi Yuly, proses menghidupkan kembali perjalanan membesarkan Kenneth menghadirkan gelombang emosi yang kompleks. Ia kembali mengingat fase kebingungan, kelelahan, hingga ketidakpastian dalam memahami kondisi anaknya. Namun, pengalaman tersebut juga membuka ruang syukur karena perjalanan panjang yang telah dilalui bersama ternyata membuahkan pertumbuhan dan kekuatan yang luar biasa.

Yuly juga menulis lagu berjudul “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” bersama Rulli Aryanto sebagai refleksi hubungan dirinya dengan Kenneth. Lagu tersebut lahir dari pertanyaan “kapan” yang terus muncul dalam perjalanan mereka, hingga akhirnya menemukan jawaban dalam keyakinan “suatu hari”. Lagu tersebut menggambarkan perjalanan dua individu dengan keterbatasan masing-masing yang memilih untuk terus berjalan, bertumbuh, dan saling menggenggam menuju masa depan yang sama.

IKLAN

Dalam proses produksi, Yuly melihat perkembangan Kenneth bukan hanya secara kemampuan, tetapi juga dari sisi kepercayaan diri dan pemahaman diri. Ia menekankan pentingnya menjaga proses agar tetap aman, nyaman, dan membahagiakan, sehingga pertumbuhan terjadi secara alami. Pengalaman tersebut memperlihatkan perubahan yang terasa, di mana Kenneth mulai menemukan potensi baru dalam dirinya sebagai kreator.

Sebagai produser, Rulli Aryanto memiliki visi untuk menghadirkan cerita yang autentik sekaligus berdampak luas. Ia melibatkan Yuly dalam penulisan naskah serta orang-orang yang memiliki peran dalam kehidupan Kenneth, termasuk guru musiknya sejak kecil. Proses produksi juga dilakukan di lokasi yang memiliki nilai historis dalam perjalanan Kenneth, seperti tempat terapi sejak usia dini.

Tunggu Aku Sukses Nanti
Baca Juga

Film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’: Saat Tekanan Keluarga Jadi Ketakutan Sehari-hari

Pendekatan sinematik series tersebut diperkaya dengan pengambilan gambar di Bandung dan Cirebon, serta menghadirkan unsur edukasi melalui berbagai lokasi budaya dan kuliner. Dengan sentuhan penyutradaraan dari Bayu Lesmana, cerita disajikan secara emosional sekaligus informatif, sehingga mampu menjangkau penonton dari berbagai latar belakang.

Untuk pengembangan jangka panjang, Rulli merancang “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” sebagai series berkelanjutan yang akan dirilis dua sesi setiap tahun. Setiap sesi akan terdiri dari tiga episode yang mengangkat kisah perjuangan anak-anak berkebutuhan khusus di bawah naungan TemanHebat Records dan SENADA Digital Records, dengan Kenneth sebagai pusat cerita.

Produksi “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” didukung oleh TemanHebat Records dan Senada Digital Records sebagai eksekutif produser yang mengawal keseluruhan proses. Peran produser dijalankan oleh Rulli Aryanto bersama Yuly (Li Ling) yang turut menghadirkan sentuhan personal dalam cerita.

Naskah ditulis oleh Rulli Aryanto bersama Tety Widiasuti, sementara penyutradaraan dipercayakan kepada Bayu Lesmana. Di depan layar, Kenneth Trevi tampil bersama Yuly, Prilia Susy Agusty, dan Om Bagus sebagai pemeran utama.

Dari sisi visual, Denny Boy Lahumeten dan Lamhot Tobing bertanggung jawab sebagai Director of Photography. Pengolahan audio ditangani oleh Kunamkane dan PasarLagu, dengan dukungan produksi dari BELAJARAKTINGS yang memastikan seluruh proses berjalan dengan baik.

“Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” menghadirkan lebih dari sekadar tontonan. Kisahnya membawa perjalanan emosional yang mengajak penonton memahami arti proses, keberanian, dan harapan dalam kehidupan.

Series “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” bisa langsung kita tonton di sini:

https://youtube.com/playlist?list=PLoajZXAvFJHolsh3WUYTT70baKntYuWQS&si=OSI9nKih11q9hl0o

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kisah-haru-kenneth-trevi-dari-dyslexia-menuju-panggung-inspirasi/92136/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.58 WITA

  • #Bedah Film
  • #Film Pendek
  • #Kenneth Trevi

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat
  2. 2

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  3. 3

    Keamanan Pangan pada Jajanan Kaki Lima: Tantangan Higiene dan Sanitasi dalam Pengolahan Makanan

  4. 4

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  5. 5

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.