JurnalPost.com - Berinteraksi dengan anak yang mengalami Berkebutuhan khusus menjadi pengalaman tersendiri bagi Febriana Santikasari sebagai Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Selaku dosen pembimbing Kun Muhammad Adi, S.I.Kom., M.I.Kom saya berterimakasih banyak karena sudah membimbing selama menjalani magang program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) selama 4 bulan di Persatuan Sekolah luar biasa khusus bina mandiri yang berada di naungan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur.
Menurut Febriana, SLB khusus bina mandiri merupakan sebuah organisasi para anak berkebutuhan khusus mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga kelas Vokasi. SLB Khusus Bina Mandiri banyak yang menyandang penyakit atau kelainan mental yang lebih dominan di Tuna Grahita sedangkan downsyndrome dan Autis hanya beberapa saja.
Para mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya saat magang MBKM di Sekolah luar biasa khusus bina mandiri tidak hanya mengajar melainkan memiliki jobdesk mengelola Instagram @slbkhusus¬¬_binamandiri serta membuat konten,podcast dll selama magang berlangsung. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengikuti salah satu Kegiatan outing class yang tidak pernah gagal bahkan bikin hari-hari kita lebih bersemangat, apalagi buat siswa-siswa dari SLB khusus Bina Mandiri. Baru-baru ini, mereka mengadakan kegiatan seru di Kampung Kue Rungkut Surabaya pada hari Jumat 11 Oktober 2024.
Dengan mengenakan seragam khas SLB khusus Bina Mandiri, mereka disambut oleh para pengelola Kampung Kue yang siap memandu kegiatan. Hari itu, mereka melakukan berbagai aktivitas menarik, seperti membuat kue klepon dan tentu saja mencicipi hasil karya mereka sendiri.
Saat itu siswa-siswi diajari cara untuk membuat klepon. Setiap siswa diajak untuk aktif berpartisipasi, mulai dari mengukur bahan-bahan, mencampur adonan, hingga memasaknya. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan motorik mereka, tetapi juga membangun rasa percaya diri saat melihat hasil karya mereka.
Selama kegiatan, siswa diajarkan untuk bekerja sama. Mereka belajar berbagi tugas dan saling membantu, sehingga bonding antara teman-teman semakin kuat. Tawa dan canda mewarnai suasana Ini jadi momen yang berharga bagi mereka.
Di akhir kegiatan, semua siswa berkumpul untuk menyantap klepon yang telah mereka buat. Rasanya luar biasa menikmati hasil kerja keras sendiri. Senyuman lebar di wajah mereka jadi tanda bahwa kegiatan ini sangat memuaskan.
“Dalam kegiatan ini kita dapat membangun keterampilan sosial dan emosional siswa SLB Khusus Bina Mandiri. Mereka bisa belajar berinteraksi, mengasah kreativitas, dan merasakan momen kebersamaan yang menyenangkan. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar siswa-siswi semakin percaya diri dan terampil, Ujar febriana.”
Penulis: Febriana Santikasari
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda