Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Gaya Hidup Vs Kualitas Hidup “Tinggalkan Gaya Hidup Konsumtif”

Gaya Hidup Vs Kualitas Hidup “Tinggalkan Gaya Hidup Konsumtif”

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Oktober 2021, 23.37 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
10 Okt 2021, 23.37 WITA · 5 menit baca
5 menit baca
Gaya Hidup Vs Kualitas Hidup “Tinggalkan Gaya Hidup Konsumtif”
Oleh: Kadek Surya Darmawan (Mahasiswa Prodi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha) JurnalPost - Di era globalisasi ini, dengan melesatnya perkembangan teknologi kerap mengharuskan kita untuk dapat beradaptasi dalam mengikuti perkembangan zaman. Sering kali kita terjebak dengan lingkungan yang membuat kita meningkatkan gaya hidup di mana tidak terlepas dari kata gengsi, Tren, barang-barang brendid, merek terkenal yang bisa membuat kita dihargai di lingkungan itu. Sering pula kita tergoda tidak bisa membedakan antara yang mana keinginan dan mana kebutuhan. Apalagi di era pandemi saat ini diberlakukan aturan PPKM, sehingga Aktivitas masyarakat menjadi lebih terbatas, bahkan aktivitas berbelanja juga banyak dilakukan dari rumah, melalui belanja online. Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat. Situasi seperti ini menjadikan peluang bagi perusahaan atau bisnis online yang meningkat tajam di mana dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli produk dengan tanpa datang dan tinggal menunggu di rumah. Konsumen tidak perlu bersusah payah dan kebingungan. Semua ada di lapak online, tinggal menekan dan mengklik barang yang kita inginkan maka akan sampai di rumah kita. Dengan pengiriman yang cepat, gratis ongkos kirim (ongkir), aman, adanya diskon dan kemasan produk yang menarik membuat pelanggan terasa nyaman dan ingin lagi membeli. Di samping itu adanya iming-iming hadiah dari penjual produk tersebut, membeli produk karna menjaga penampilan diri dan gengsi, pertimbangan harga, membeli karna model yang mengiklankan, dan mencoba lebih dari dua produk sejenis dengan merek berbeda. Hal ini tanpa kita sadari akan menjadi kebiasaan yang membuat kita berperilaku konsumtif dan dapat merugikan diri kita.

Pentingnya mengetahui Perilaku Keungan

Perilaku Keuangan mempelajari bagaimana manusia secara actual berperilaku dalam sebuah penentuan keuangan. Khususnya, mempelajari bagaimana psikologi mempengaruhi keputusan keuangan, perusahaan dan pasar keuangan (Nofsinger & Baker, 2010). Konsep yang diuraikan secara jelas menyatakan bahwa perilaku keuangan merupakan sebuah pendekatan yang menjelaskan bagaimana manusia melakukan investasi atau berhubungan dengan keuangan dipengaruhi oleh faktor psikologi. Terurai dalam tiga konsep berikut yaitu Investasi, Saving dan Konsumtif. 1. Investasi Menurut Abdul halim dalam Riyan Ariadi (2015) investasi dibagi menjadi dua bentuk yaitu investasi pada aset riil (tanah, properti, emas). Dan investasi pada aset finansial (deposito, saham, reksa dana, dan obligasi. Jadi perilaku investasi adalah perilaku yang lebih mengutamakan untuk menyimpan harta atau asset nya kedalam sebuah produk keuangan atau produk ril yang memiliki nilai lebih besar di masa yang akan datang. 2. Saving Menurut Samuelson dan Nordhaus dalam Riyan Ariadi (2015) saving adalah bagian dari pendapatan yang tidak dibelanjakan atau digunakan untuk konsumsi. Dengan kata lain prilaku masyarakat yang tidak menggunakan uangnya untuk melaksanakan kegiatan usaha melainkan untuk kegiatan yang bersifat investasi lain. 3. Konsumtif Menurut teori Riyan Ariadi (2015) konsumsi adalah upaya seseorang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan, baik kebutuhan pokok maupun yang tidak pokok

Tipe-tipe Perilaku Konsumtif

Berikut ini adalah tipe-tipe perilaku konsumtif menurut moningka (2006) ada tiga tipe diantaranya 1. konsumsi adiktif (addictive consumption), yaitu mengkonsumsi barang atau jasa kerena ketagihan. 2. konsumsi kompulsif (compulsive consumption), yaitu berbelanja secara terus menerus tanpa memperhatikan apa yang sebenarnya ingin dibeli. 3. pembelian impulsif (impulse buying atau impulsive buying). Pada impulse buying, produk dan jasa memiliki daya guna bagi individu. Pembelian produk atau jasa tersebut biasanya dilakukan tanpa perencanaan.

Pengelolaan Keuangan meningkatkan kualitas hidup

Perlunya pengelolaan keuangan yang dimulai dari diri sendiri dan di lingkungan keluarga membuat kita belajar bagaimana mengambil keputusan apakah kita berfoya-foya saat ini atau menunda kesenangan. Hal ini sering terjadi Ketika pengelolaan keuangan kita buruk saat ini akan berdampak buruk terhadap kehidupan kita mendatang. Di tengah perkembangan ekonomi global saat ini, setiap individu harus dapat menjadi konsumen yang cerdas untuk dapat mengelola keuangan .Dengan kebiasaan yang baik terhadap penganggaran maka niscaya kita dapat meningkatkan kualitas hidup kita.

Tinggalkan gaya hidup konsumtif

Perilaku konsumtif merupakan salah satu bentuk ketidaknormalan perilaku konsumsi yang tentunya harus dikurangi dan bahkan sebisa mungkin dihindari, terutama oleh orang-orang dengan kemampuan finansial rendah. Hal ini akan berdampak pada situasi keuangan yang semakin buruk. orang-orang yang berperilaku konsumtif sampai harus terjebak utang demi menutupi gaya hidupnya, harus berurusan dengan pihak penagih hutang, terjebak dalam gaya hidup materialistis dan gengsi, sehingga melakukan segala cara untuk mendapatkan uang. “Besar pasak dari pada tiang” begitulah ungkapan yang sering kita dengar di masyarakat yang artinya lebih banyak pengeluaran dari pada pemasukan yang ada. Sehingga membuat keuangan kita akan merosot seperti ungkapan “Gali Lubang, Tutup Lubang”. dengan menuruti keinginan kita terhadap sesuatu padahal dari kemampuan keuangan kita sudah tidak bisa dipenuhi, kebanyakan melakukan pinjaman dan begitu seterusnya sampai lubang hutang tidak bisa ditutup lagi. Kunci utama adalah bagaimana kita melakukan pengelolaan keuangan secara bijak. 1. Ketahui kondisi keuanganmu Uang yang dimiliki saat ini bukanlah menjadi acuan utama namun apakah penghasilan tersebut bisa membiayai segala kebutuhan atau tidak. Jika tidak, bagaimana kitab isa menekan pengeluaran atau meningkatkan pemasukan kita. 2. Membuat anggaran harian, mingguan dan bulanan Dengan mengalokasikan keuangan kita, membuat kita terbiasa untuk hidup sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita. Dengan adanya anggaran yang tertulis maka kita akan bisa mengontrol setiap Tindakan pengeluaran kita serta mengurangi membeli barang yang tidak menjadi prioritas kita di bulan itu. 3. Sisihkan keuangan kita Dengan menyisihkan uang kita tiap hari untuk menutupi pengeluaran bulanan seperti sisihkan untuk bayar cicilan, kebutuhan makan, barang-barang pokok, uang Pendidikan, tranportasi, listri, air dan sebagainya maka kita terbiasa akan menghadapi resiko yang kemungkinan terjadi. Dapat disimpulkan bahwa sangat penting mengetahui perilaku keuangan dengan tiga konsep berikut yaitu Investasi, Saving dan Konsumtif. Untuk itu mari tinggalkan gaya hidup konsumtif. Belanja sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan kita demi masa depan dan kualitas hidup yang lebih baik. Tetaplah optimis, semangat, yakin, bersabar serta selalu bersyukur bahwa kita bisa menuju kebebasan finansial “Financial Freedom”.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/gaya-hidup-vs-kualitas-hidup-tinggalkan-gaya-hidup-konsumtif/26434/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 12.35 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Menjadi Guru yang Pintar "Ngegas" dan "Ngerem": Seni Menjaga Keseimbangan di Ruang Kelas

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen, Mengapa Masyarakat Masih Merasakan Tekanan Ekonomi?

Dosen UMI Edukasi Ibu Hamil tentang Sleep Hygiene dan Mindfulness untuk Cegah Risiko Hipertensi Kehamilan

Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an: Dari Hafalan Para Sahabat hingga Lahirnya Mushaf Utsmani

Pilihan Editor

  1. 1 Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya
  2. 2

    Ketika Ilmu Kehilangan Adab: Pentingnya Pendidikan Akhlak Sejak Usia Dini dalam Tradisi Pesantren

  3. 3

    Dosen UMI Edukasi Ibu Hamil tentang Sleep Hygiene dan Mindfulness untuk Cegah Risiko Hipertensi Kehamilan

  4. 4

    Nasabah Aninda Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro, Transaksi Makin Mudah dan Nyaman

  5. 5

    Kisah Mamik Pemilik Toko Kelontong Sekaligus Agen BRILink di Bojonegoro Bantu Warga

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.