Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Fenomena Beauty Privilege di Kehidupan Masyarakat

Fenomena Beauty Privilege di Kehidupan Masyarakat

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
04 November 2021, 22.08 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Beauty Privilege

Makassar, JurnalPost - Dewasa ini, istilah beauty privilege atau hak istimewa bagi orang yang dinilai menarik oleh masyarakat lebih sering digunakan sebagai bentuk sindiran untuk orang yang sesuai dengan kriteria penerima privilege tersebut. Namun, bagaimanakah realitas beauty privilege di kehidupan nyata?

Kemarin, Selasa (2/11/2021) salah seorang mahasiswi di Makassar membagikan pendapatnya mengenai beauty privilege, Aisyah mengatakan bahwa semua manusia berhak mendapatkan hak dan perlakuan yang sama, baik yang mempunyai paras menarik maupun yang dianggap tidak menarik.

IKLAN

“Kenapa harus dibeda-bedakan, padahal jika seseorang mempunyai hak untuk mendapat kemudahan dalam segala urusan , orang tersebut harus memiliki potensi untuk mendapatkan haknya itu, bukan karena berparas menarik saja. Menurut saya harusnya beauty privilege ditiadakan, karena semua orang berhak mendapatkan haknya masing-masing”, ucapannya saat ditanya mengenai beauty privilege.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Menurut Aisyah, fenomena beauty privilege ini juga merugikan perempuan, karena eksistensinya yang hanya memberi ruang untuk perempuan yang dianggap cantik oleh masyarakat, sedangkan mereka yang kurang sesuai dengan standar kecantikan, membuat ruang gerak mereka semakin sempit.

“Beauty privilege juga merugikan perempuan, karena jika hanya perempuan yang berparas cantik saja yang didahulukan, maka untuk perempuan yang dianggap kurang menarik akan sulit untuk mendapat hak yang seharusnya ia peroleh”, tuturnya mengakhiri.

Mahasiswi lainnya berpendapat sama, bahwa keberadaan beauty privilege menjadi salah satu masalah karena penilaian manusia hanya dilihat berdasarkan fisik semata. Adibah mengakatakan jika masyarakat pada umumnya hanya melihat dari cover suatu individu saja, dan dengan privilege yang dimiliki membuat individu tersebut memperoleh perlakuan yang berbeda dari orang-orang sekitar.

IKLAN

“Kalau di era sekarang, yang saya lihat dan saya temui itu banyak orang orang kenyataannya hanya melihat fisik saja atau bisa dikatakan cantik adalah segalanya dan itu memang benar terjadi. Fakta beauty privilage yang saya temui bahwa orang-orang yang memiliki kecantikan atau ketampanan pasti mendapat perlakuan yang berbeda”, jawabnya.

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

Selain perlakuan istimewa , Adibah menuturkan bahwa orang yang memiliki beauty privilege juga mendapat kerugian yang sama nilainya jika dibandingkan dengan keistimewaan yang diperoleh.

“Berada di posisi beauty privilege itu 50% menguntungkan dan 50% merugikan. Menguntungkan karena mendapat pelayanan berbeda atau hak istimewa. Merugikan karena kadang di-bully dalam artian mendapat hujatan, aktivitas yang dilakukan jadi fitnah, dan cowok yang mendekat bisa saja karena hanya melihat penampilan bukan benar benar mencintai secara tulus”, tuturnya mengakhiri.

Dari kedua jawaban tersebut memberi kejelasan akan fenomena beauty privilege yang terjadi di kehidupan sehari-hari serta dampaknya relatif yang terbilang meresahkan dalam hidup bermasyarakat.

Berdasarkan jurnal penelitian Attractiveness privilege : the unearned advantages of physical attractivenesss, menjelaskan mengapa manusia lebih memberi perhatiannya kepada orang-orang yang memiliki daya tarik, disebabkan hubungan kesehatan dan kesuburan reproduksi, di mana dua hal tersebut berhubungan dengan kelanjutan hidup manusia.

KKN 179 UMM
Baca Juga

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Citizen Reporter: Intania Annisa Gita

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/fenomena-beauty-privilege-di-kehidupan-masyarakat/27187/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.22 WITA

  • #Beauty Privilege

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

KKN-MAs Kelompok 88 Kembangkan Gunungsari Circular Farm di Kota Batu

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  3. 3

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  4. 4

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  5. 5

    Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.