Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Hukum
  3. Faktor Sosial Pengaruhi Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

Faktor Sosial Pengaruhi Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
25 Maret 2016, 00.49 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Faktor Sosial Pengaruhi Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

JURNALPOST.COM - Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Sulsel, angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulsel tahun 2015 mencapai 1984 kasus. Dari jumlah tersebut, hampir 1188 kasus kekerasan terjadi di lingkungan rumah tangga, 260 kasus terjadi di tempat kerja dan sisanya 545 kasus di tempat lainnya, seperti sekolah.

Kepala BPPKB Sulsel, Andi Nurlina Muallim, mengatakan, laporan kasus kekerasan ini terbagi atas empat unit layanan, mulai dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi sebanyak 72 kasus, P2TP2A Kabupaten/Kota sebanyak 1112 kasus, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polda Sulsel sebanyak 365 kasus dan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Sulsel sebanyak 435 kasus.

IKLAN
"Faktor sosial sangat berpengaruh pada kasus kekerasan pada anak dan perempuan. Permasalahan rumah tangga, mulai dari bapak tiri dan ibunya belum matang berumah tangga serta pernikahan dini saat pernikahan pertamanya. Salah satu contohnya adalah kasus kematian bayi Alif di Gowa," ungkap Nurlina, kemarin.

Menurutnya, untuk mencegah tindakan kekerasan pada anak dan perempuan, pihaknya akan fokus pada penguatan ketahanan keluarga, dengan mengadakan berbagai pelatihan dan sosialisasi bersama instansi lainnya yang terkait, seperti Dinas Sosial.

FGD Yogyakarta
Baca Juga

FGD Yogyakarta Bahas Lonjakan Paparan Pornografi pada Perempuan dan Anak

IKLAN
"Kita banyak melatih para guru, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk ikut mencegah kekerasan pada anak serta perempuan (parenting). Kita juga harus kuatkan ketahanan keluarga, dengan bekerjasama dengan tim PKK," paparnya.

Nurlina juga menyebut, hampir 65 persen masalah sosial yang dialami oleh anak- anak, bermula dari orang tua mereka sendiri. Kebanyakan orang tua cenderung memenuhi semua keinginan dari sang anak tanpa memikirkan dampaknya ke depan.

Terkait kekerasan seksual yang banyak terjadi pada anak-anak, Nurlina menyarankan agar sejak usia dua tahun diberikan pelajaran seks. Ini untuk menghindarkan anak- anak dari kekerasan seksual dari lingkungan sekitarnya.

Untuk kasus kematian Alif, bayi berusia 13 bulan yang dibunuh ibu kandung dan ayah tirinya, yang menyita perhatian publik, Nurlina mengatakan, pihak BPPKB Sulsel berharap, pelaku bisa diberikan hukuman seberat-beratnya, agar bisa memberikan efek jera dan menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat lainnya.

"Sampai Maret ini, kita sudah terima laporan sebanyak 15 kasus. Tim dari P2TP2A Sulsel juga telah turun tangan untuk membantu P2TP2A Gowa, ini kami lakukan setelah ada permintaan dari daerah. Termasuk kasus ayah yang menghamili anaknya sendiri di Sinjai, sementara kita juga tangani," tutupnya. (fo/)

Ibu PKK Desa Air Masin Dilatih Olah Limbah Rumah Tangga Jadi BioCleaner Ramah Lingkungan
Baca Juga

Ibu PKK Desa Air Masin Dilatih Olah Limbah Rumah Tangga Jadi BioCleaner Ramah Lingkungan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/faktor-sosial-pengaruhi-kasus-kekerasan-terhadap-anak-dan-perempuan/1848/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.30 WITA

  • #Dinas Sosial
  • #Faktor Sosial
  • #PKK
  • #Pemberdayaan Perempuan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mahasiswa UNTAG Surabaya Melakukan Pengamatan Di Pengadilan Agama Surabaya: Kasus Perceraian Sangat Tinggi

Sidang Cerai Talak di Pengadilan Agama Surabaya: Antara Prosedur dan Sisi Kemanusiaan

Mahasiswa Untag Surabaya Amati Jalannya Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Amati Langsung Proses Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  3. 3

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  4. 4

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. 5

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.