Yogyakarta, JurnnalPost.com - Mitra Wacana turut serta dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas maraknya permasalahan pornografi pada perempuan dan anak, baik secara umum maupun khusus di Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Biro Kesejahteraan Sekretariat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan menjadi ruang pertukaran informasi antara praktisi, akademisi, pemerintah, serta masyarakat.
FGD menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Arief Winarko dari Yayasan Samin, psikolog Sulfi Dewayani, serta Rila Setyaningsih dari Mafindo. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menghimpun data dan informasi untuk penyusunan rencana aksi daerah terkait isu pornografi.
Rencana aksi tersebut mencakup pengembangan kampung ramah digital, penyusunan SOP penanganan, serta langkah-langkah preventif, deteksi dini, penanganan, hingga rehabilitasi bagi korban kecanduan pornografi.
Diskusi juga menyoroti tingginya penyebaran konten pornografi di ruang digital. Kondisi ini menjadi tantangan serius, terutama bagi anak-anak yang memiliki akses luas terhadap internet, sementara pengawasan orang tua masih terbatas. Beragamnya metode penyebaran konten menuntut peningkatan kontrol diri serta penguatan literasi digital. Upaya pemblokiran saja dinilai belum cukup, mengingat kewenangan tersebut berada pada pemerintah pusat dan umumnya dilakukan setelah adanya laporan dalam jumlah besar. Karena itu, pencegahan dan penanganan pornografi perlu menjadi gerakan bersama.
Lebih lanjut, paparan dalam diskusi mengungkap tingginya tingkat paparan konten pornografi, termasuk di Yogyakarta. Rila Setyaningsih menyebutkan bahwa sekitar 67% siswa kelas 4–6 SD telah terpapar konten pornografi melalui berbagai media, seperti gim daring, komik, media sosial, hingga film animasi Jepang (anime). Dampaknya tidak ringan, mulai dari munculnya perilaku seksual pada anak di bawah umur hingga kecanduan yang memerlukan penanganan dan rehabilitasi intensif.
Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan penggunaan perangkat digital pada anak, serta peningkatan literasi digital bagi orang tua dan anak sebagai langkah pencegahan yang efektif.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda