BOJONEGORO, JurnalPost.com - Dalam Membantu para petani di desa pesen dalam mengatasi permasalahan pupuk organik dan cara tanam di wilayah desa Pesen. Mahasiswa KKN-T Kelompok 19 dari Universitas Bojonegoro Menjalankan salah satu program kerjanya yang mana salah satunya berkaitan dengan bidang pertanian. Pertanian merupakan salah satu sektor yang dibenahi guna memajukan kemandirian ekonomi.
Tema yang menjadi topik dalam kegiatan tersebut bertema “ SOSIALISASI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DAN CARA TANAM YANG EFEKTIF “ yang bertempat di Balai Desa Pesen Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Minggu ( 31/07/2022 ). Pada Kesempatan ini . Agus Saputra Selaku kepala desa Pesen Sangat mendukung adanya Kegiatan sosialisasi ini, beliau mengungkapkan bahwa di daerahnya 80% Warganya berprofesi sebagai buruh tani. Namun sejak dahulu kelemahan pertanian di wilayah ini terletak pada pengaplikasian pupuknya yang belum efektif dan cara tanam yang kurang maksimal sehingga masalah ini berimbas pada hasil produksi pertanian warga.
“ 80% warga di desa Pesen bekerja sebagai buruh tani Saya berharap adanya fasilitas ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat, dan biisa membuat petani pesen lebih produktif dan dapat meningkatkan hasil pertanian nya “. Ujar Agus Saputra selaku Kepala Desa di Desa Pesen dalam sambutan yang diberikan.
Yaumitdin Sugianto S.pd selaku Ketua Pakra Bojonegoro yang hadir menjadi Narasumber pada kegiatan ini menanggapi bahwa salah satu permasalahan ketersediaan pupuk yang minim dan mahal membuat harga jual panen murah dan tidak sebanding dengan harga pupuk. Ia juga mengatakan Pertanian yang baik dan benar yaitu dengan menerapkan teknologi dan meningkatkan produktivitas tingkat keberhasilan, Jika 2 hal ini beriringan maka hasil pertanian di wilayah Pesen Akan maksimal.
“ Permasalahan ketersediaan pupuk yang minim dan mahal serta diikuti dengan harga jual padi yang murah membuat hasil panen juga ikut murah dan tidak balance dengan harga pupuk, karena banyak kita lihat harga produksi serta pengendalian hama merupakan kebutuhan tanaman yang kita kelola yang mana dua hal ini haruslah mengikuti perkembangan zaman dan juga teknologi, saya percaya sektor pertanian di Desa Pesen akan bangkit dan menuju kemandirian ekonomi tersendiri bagi para warga ,” Ujar Pak Yaumitdin.
Selaku Narasumber Utama, Ketua Pakra Bojonegoro juga menjelaskan mengenai ideal tanaman dengan konsep penanaman sekitar 3 bibit per lubang.terdapat 2 fase tanaman diantaranya Vegetatif dan generatif.
Acara ini juga dihadiri oleh Mustakim selaku KNPI Devisi ketahanan pangan praktisi pertanian yang menjadi narasumber kedua, Beliau menjelaskan tentang proses pembuatan pupuk organik. Pak Mustakim juga mengatakan jika petani menggunakan pupuk anorganik/ kimia mengakibatkan produktifitas lahan menurun dan penyerapan pupuk anorganik oleh tanaman juga relatif Rendah. Sehingga dalam pemaparan materi Beliau menyarankan agar para petani menggunakan pupuk organik. Hal ini dikarenakan bahan baku pembuatan pupuk organik sangatlah mudah didapatkan selain itu harganya juga relatif terjangkau. Benefit yang diperoleh jika petani menggunakan pupuk organik diantaranya dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan mengikat unsur hara ,meningkatkan serapan air, kelembagaan, aserasi tanah dan dapat merangsang aktivitas microorganisme tanah.
Hasil dari sosialisasi pupuk organik ini mahasiswa kkn-t 19 mendapatkan angin segar dari pemerintah desa dan ppl dari dinas pertanian kecamatan kanor yang turut hadir dalam sosialisasi,bahwasannya dalam kegiatan ini akan ditindak lanjuti pemberian fasilitas praktik langsung pembuatan pupuk organik kelompok tani oleh pemdes dan dinas pertanian dengan melibatkan mahasiswa kkn-t unigoro. Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan pembagian bibit tanaman cabai rawit kepada kelompok tani dan peserta sosialisasi “ Pembuatan pupuk organik dan cara tanam yang efektif “.




Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda