JurnalPost.com - Tim dosen Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mendampingi siswa dan guru SMAS PGRI Tumijajar dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dan Tepung Fungsional Ampas Kelapa menggunakan teknologi tepat guna. Pendampingan ini dilaksanakan untuk memperkuat pembelajaran sekaligus mendukung pengembangan Laboratorium Kewirausahaan sekolah berbasis potensi daerah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun Anggaran 2026 dengan judul "Pendampingan Produksi VCO dan Tepung Fungsional Ampas Kelapa Berbasis Circular Economy dalam Penguatan Unit Bisnis Berkelanjutan di SMAS PGRI Tumijajar" yang memperoleh dukungan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia yang tertuang dalam Kontrak Induk Nomor 097/C3/DT.05.00/PM/2026 dan Kontrak Turunan Nomor 1415k/DST/IT9.2.1/PM.01.03/2026.
Tim pelaksana PkM terdiri dari apt. Kiki Yuli Handayani, S.Farm., M.Pharm.Sci. sebagai ketua, dengan anggota Rudi Setiawan, S.T., M.T. dan Elianasari, S.Si., M.Sc. Persiapan kegiatan dimulai sejak April 2026 yang juga melibatkan mahasiswa Itera untuk kemudian dilakukan rekognisi ke dalam kegiatan KKN. Tim mahasiswa KKN Rekognisi turut membantu setiap tahapan mulai dari proses pendampingan praktik, pengemasan produk, dan pelaksanaan bazar di Sekolah.
Program dilaksanakan di SMAS PGRI Tumijajar, Desa Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Melalui kegiatan ini, siswa dan guru memperoleh kesempatan untuk mempelajari proses pengolahan kelapa secara langsung, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan produk.
Dalam pelatihan pembuatan VCO, peserta mempelajari proses pemilihan kelapa, pembuatan santan, fermentasi, dan pemisahan minyak. Tim ITERA memperkenalkan penggunaan alat sentrifus untuk membantu mempercepat proses pemisahan minyak dari komponen santan lainnya. Peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahap produksi. Melalui praktik tersebut, siswa dan guru mempelajari cara menggunakan peralatan serta menerapkannya dalam proses pembuatan VCO yang lebih terkontrol dan higienis.
Selain VCO, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan hasil samping pengolahan santan menjadi tepung fungsional ampas kelapa. Bahan tersebut dikeringkan menggunakan dehidrator, kemudian dihaluskan dan diayak hingga menjadi tepung yang dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk pangan seperti kukis, roti, dan olahan pangan lainnya. Pemanfaatan setiap bagian kelapa diharapkan dapat mengurangi bahan yang terbuang sekaligus membuka peluang pengembangan produk bernilai ekonomi.
Ketua tim PkM, apt. Kiki Yuli Handayani, S.Farm., M.Pharm.Sci., menyebutkan bahwa program tersebut dirancang agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
“Melalui pendampingan ini, kami ingin siswa dan guru tidak hanya memahami proses pengolahan kelapa, tetapi juga mampu menggunakan peralatan dan mengembangkan produknya di Laboratorium Kewirausahaan sekolah,” ujar Kiki.
Kelapa merupakan salah satu komoditas yang mudah ditemukan di Kabupaten Tulang Bawang Barat dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk. Karena itu, penguasaan proses produksi perlu disertai dengan pemahaman mengenai kebersihan, pengemasan, dan pemasaran. Selama kegiatan, peserta memperoleh pembekalan mengenai sanitasi tempat produksi, penggunaan peralatan, pengemasan, pelabelan, serta pengenalan strategi pemasaran. Materi tersebut diberikan agar siswa dan guru memahami bahwa pengembangan produk tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi juga mencakup mutu tampilan dan penerimaan konsumen.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, tim turut menyelenggarakan bazar produk hasil kegiatan PkM pada Senin, 3 Agustus 2026. Melalui bazar tersebut, siswa dan guru memperkenalkan produk hasil pendampingan kepada masyarakat, mitra sekolah, dan tamu undangan. Produk yang ditampilkan meliputi VCO, tepung kelapa, serta berbagai produk pangan turunannya seperti kue kering hingga pempek teri berbahan tepung kelapa. Acara bazar dihadiri oleh tim PkM ITERA, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Barat, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, Guru SMAS PGRI Tumijajar, tokoh masyarakat, mitra sekolah, dan orang tua wali murid hingga murid SMP sebagai perwakilan tamu undangan.
Kepala SMAS PGRI Tumijajar, Abdul Rohim Pasaribu, S.Or., M.M. menyampaikan apresiasi atas pendampingan, transfer pengetahuan, dan dukungan peralatan yang diberikan oleh tim ITERA untuk menunjang kegiatan pembelajaran di Laboratorium Kewirausahaan.
“Peralatan dan pendampingan dari tim ITERA sangat membantu sekolah kami. Kami berharap laboratorium ini terus digunakan siswa untuk belajar memproduksi, mengemas, dan memasarkan produk,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat dikembangkan menjadi salah satu kegiatan unggulan sekolah serta membantu meningkatkan keterampilan siswa dan guru dalam mengolah komoditas lokal.
Setelah acara pembukaan, para tamu undangan mengunjungi Laboratorium Kewirausahaan SMAS PGRI Tumijajar untuk melihat proses pembuatan VCO menggunakan mesin sentrifugal dan pengolahan tepung ampas kelapa menggunakan food dehidrator hingga berbagai alat pendukung lainnya yang tersedia di lab kewirausahaan sekolah.
Selain pameran produk dan demonstrasi penggunaan peralatan, bazar juga diisi dengan pameran produk hasil olahan kelompok peserta pelatihan yang terdiri dari tim beranggotakan murid dan guru, kemudian ada pemeriksaan kesehatan gratis, pertunjukan seni siswa, kuis interaktif, hingga penyerahan hadiah.
Melalui kegiatan ini, Laboratorium Kewirausahaan SMAS PGRI Tumijajar diharapkan dapat terus digunakan sebagai sarana praktik bagi siswa. Peralatan yang telah tersedia dapat mendukung pembelajaran mengenai proses produksi, pengemasan, pemasaran, dan pengembangan usaha. Tim PkM ITERA juga berharap sekolah dapat melanjutkan produksi VCO dan tepung kelapa sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan sekaligus mengembangkan produk unggulan yang memanfaatkan potensi daerah.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda